Showing posts with label Choi Sungmin. Show all posts

Waiting For You (Part 8) [End] - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 8) [End] - Upi Hwang [Chapter]










Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung, Kim Yugyeom (GOT7).

Cameo      : Jung JinWoon (2AM), Park Jiyeon (T-Ara).

Genre        : School-life.

Cover by    : Reniart

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 8

Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?






       ''Mina-ya.'' Jihyo memegang tangan Mina yang berada di atas meja. Mina tergelak karnanya. ''Kau tak apa?'' tanyanya. Mina mengangguk.
       ''Apa kau akan menerimanya, Mina-ya?'' tanya Minyoung ragu. Sebuah pertanyaan yang juga ingin diajukan oleh Jihyo.
        Mina menatap kedua sahabatnya itu bergantian. ''Aku......'' Mina menundukkan kepalanya, kembali mengaduk-aduk minumannya. ''Tidak tau!'' lanjutnya. Ya, dia memang tidak tau. Disaat perasaannya terhadap Sungmin yang muncul tiba-tiba ditambah surat itu, surat yang mengatakan Sungmin akan menunggunya. Dan sekarang pernyataan cinta Youngjae yang memintanya menjadi kekasihnya. Haruskah ia memilih Youngjae dan membiarkan Sungmin menunggu sia-sia?
       Mina langsung menggelengkan kepalanya kala ide terakhir itu muncul di kepalanya. Dalam hatinya ia ingin bersama Youngjae, tapi jauh di dalam hatinya ia juga ingin bersama Sungmin. Karna lelah memikirkan itu, tanpa ia kehendaki air matanya turun. Apalagi saat ia membayangkan Sungmin yang sedang tersenyum tulus padanya.
       Jihyo dan Minyoung yang melihat itu jadi khawatir. ''Mina-ya,'' gumam Jihyo. Mina menyeka air matanya sebelum bangkit dan pergi meninggalkan kantin. Hari ini ia tidak mau masuk kelas, ia ingin membolos. Dan akhirnya ia berjalan cepat meninggalkan Jihyo dan Minyoung, menuju ke tempat yang dulu membuatnya menjadi teman seorang Choi Sungmin.

       Mina kembali ke kamar asramanya ketika hari mulai gelap. Ia masuk ke kamarnya dan mendapati tatapan khawatir dari Jihyo dan Minyoung. Mina tersenyum untuk memberitahu mereka bahwa ia tak apa-apa, tapi sedetik kemudian Jihyo dan Minyoung sudah memeluknya erat.
      Mina yang mendapat pelukan hangat, mengangkat tangannya untuk mengelus punggung kedua sahabatnya itu. ''Gwaenchana, jangan khawatir,'' ucapnya menyakinkan. Jihyo dan Minyoung mengangguk sambil terus terisak.






*****+++*****





      Hari ini Mina berjalan seorang diri menuju ke kelasnya karna Jihyo sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan Minyoung, ia sedang pulang. Dan ketika ia sedang melewati koridor loker yang sepi, ia melihat seorang Youngjae sedang menatapnya sambil tersenyum.
      Mina terpaku di tempatnya berdiri, apalagi saat ia menyadari pria itu berjalan ke arahnya. Ingatannya tentang pernyataan cinta Youngjae dan pengakuan Sungmin kembali terbayang olehnya.
       Ia tau tujuan pria itu menghampirinya pasti meminta jawaban darinya. Fikiran Mina ingin sekali menjawab iya, tapi hatinya menolak, entah karna apa.
       Mina tetap terpaku bahkan saat Youngjae sudah berada tepat di depannya dan memegang pundaknya. Mina mendongak untuk melihat Youngjae yang lebih tinggi darinya. Ia melihat Youngjae masih dengan senyumannya.
        ''Mina-ya.'' Mendengar Youngjae memanggilnya selembut itu, membuat ia teringat akan Sungmin yang sedang memanggilnya. Pria itu selalu memanggilnya dengan suara lembut.
     Air mata menggenang di pelupuk mata Mina dan tanpa disadarinya, air mata itu jatuh ke salah satu pipinya.
      Youngjae menyadari itu, lalu ia langsung mengusap pelan air mata itu. Mina yang mendapat perlakuan seperti itu malah semakin mengeluarkan banyak air mata. Tangan pria itu terasa dingin di wajah Mina, tidak hangat seperti yang diharapkannya.
      Setelah cukup lama, akhirnya Mina dapat mengendalikan dirinya. Ia menjauhkan tangan Youngjae dari wajahnya. ''Mianhae oppa, tapi aku tidak bisa menerimamu!'' ucapnya kemudian.
       Youngjae, bukannya terkejut, ia malah tersenyum. ''Sudah kuduga, lagipula aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di hatiku, itu saja!'' ucapnya beralasan.
       ''Sekali lagi, mianhae oppa.'' Setelahnya ia pergi meninggalkan Youngjae yang masih menatap kepergiannya.






*****+++*****






        Mina terduduk sambil menatap danau yang tenang di hadapannya. ''Tempat ini sama sekali tidak berubah!'' gumamnya dengan buku-buku yang berada di samping tubuhnya.
        Mina mengenakan celana bahan abu-abu dengan kemeja putih lengan panjang. Rambutnya yang sebahu berwarna kecoklatan dibiarkannya tergerai. Dipadu dengan high heels berwarna putih. ''Padahal sudah delapan tahun berlalu sejak hari itu.''
        Mina menutup matanya, membiarkan angin menyapu lembut rambut dan wajahnya. ''Sungmin oppa, apa kabarmu? Apa kau menepati janjimu bahwa kau akan menungguku?'' gumamnya dengan mata yang masih terpejam. ''I miss you, oppa!'' lanjutnya.
         ''I miss you too,'' bisik seseorang tepat di telinga Mina. Mina yang masih memejamkan matanya hanya terkekeh.
        ''Kau menghayal lagi Mina-ya,'' ucapnya menyakinkan dirinya sendiri bahwa yang tadi ia dengar itu bukan suara Sungmin. Karna tidak mungkin Sungmin berada di sini, saat ia tak mendengar suara langkah kaki berjalan.
        ''Jadi itukah yang selama ini kau lakukan selama aku di Amerika?'' tanya suara itu lagi. Mina yang terkejut, menengok ke belakangnya. Dan tambah terkejut ketika ia melihat Sungmin yang berada di belakangnya.
        Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Sungmin yang melihat itu terkekeh, lalu ia mengacak-acak puncak kepala Mina. ''Yak.....''
        ''Apa kabar Mina-ya?'' potong Sungmin. Kemudian ia berjalan ke depan Mina dan berjongkok. Mina membulatkan matanya melihat itu.
       ''Aku......'' Mina tercekat, ia gugup ketika mata Sungmin menatapnya lembut. Rasanya ia ingin sekali berteriak agar pria itu tak menatapnya. ''Aku baik,'' lanjutnya sambil mengalihkan pandangannya. Ia mengipaskan tangannya ke wajahnya yang entah mengapa terasa panas.
      ''Hei, ada apa dengan wajahmu?'' tanya Sungmin dengan nada menggoda.
      ''Memangnya kenapa dengan wajahku?'' tanya balik Mina.
      ''Wajahmu memerah,'' jawab Sungmin santai.
      ''Tidak mungkin!'' Mina mengelak. ''Itu pasti hanya........,''
        Tapi ucapannya menguap ke udara ketika bibirnya menyatu dengan bibir Sungmin. Mina membulatkan matanya, namun ia tak berniat menghentikan Sungmin menciumnya. Apalagi kala ia merasakan kehangatan yang disalurkan dari bibir pria itu. Akhirnya iapun ikut memejamkan matanya seperti pria itu.
        Cukup lama, sebelum Sungmin menghentikan ciuman itu. Tidak ada kemarahan di dalam diri Mina karna ciuman tiba-tiba itu. Ia malah menatap polos diri Sungmin yang sedang tersenyum padanya.
        ''Saranghae!'' ucap Sungmin jujur.
       Mina yang mendengarnya langsung berkaca-kaca. Ia tak menyangka akan mendengar kata-kata itu dari mulut seorang Sungmin. ''Kenapa baru sekarang?''
       ''Itu karna aku baru berani mengatakannya. Dan aku sudah mempersiapkan diriku untuk ditolak olehmu.'' Sungmin mengelus lembut pipi Mina. Hangat, itulah yang ia rasakan.
         Mina langsung memeluk erat Sungmin. ''Bodoh, kau tau. Aku lelah menunggumu! Dan aku sempat berfikir, untuk ke depannya lebih baik aku menikah saja dengan pria lain. Dari pada pria yang kutunggu tak juga hadir!''
       Sungmin terkekeh dan balas memeluk Mina. ''Apa itu artinya kau mau menerimaku?'' tanya Sungmin memastikan. Mina mengangguk pasti. ''Baiklah, seperti kita sudah cukup umur untuk menyusul Eunjung noona dan Taecyeon hyung!''
       Mina langsung melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin lekat. ''Jadi kau sudah tau jika mereka sudah menikah?'' tanyanya tak percaya yang mendapat anggukan dari Sungmin.
       ''Kenapa terkejut seperti itu?'' tanya Sungmin santai. ''Aku bahkan tau ketika pria itu menyatakan perasaannya padamu lewat siaran radio!''
        Mina membulatkan matanya. ''Lalu kau juga tau, jika aku........'' Mina tak dapat melanjutkan perkataannya. Sungmin yang mengerti, mengangguk.
        ''Aku terkejut kenapa kau menolaknya. Bukankah dia pria yang kau tunggu selama ini? Tadinya aku fikir kau akan menerimanya.''
       Mina menggeleng. ''Aku juga bingung, kenapa aku bisa menolaknya dan malah memilih untuk menunggu pria menyebalkan sepertimu. Yang meninggalkanku dan menitipkan perasaanmu lewat sebuah surat jelek!'' gerutu Mina.
      Sungmin tertawa mendengar gerutuan Mina, dan tawanya semakin terdengar kala Mina cemberut.
       ''Kan sudah kubilang, sebenarnya aku juga tidak mau menulis surat! Tapi apalah daya, yang ada hanya selembar kertas lusuh dan amplop usang. Jadi aku hanya tinggal mengambil pulpenku dan menuliskan kata-kata di sana!'' jelas Sungmin.
       Mina tersenyum, sangat manis. Senyuman yang sangat dirindukan Sungmin selama delapan tahun ini. Sungmin kemudian berdiri dan memeluk Mina sehingga Mina dengan pas berada di dalam dada bidangnya. Wangi maskulin langsung meresap ke hidung Mina. Sangat nyaman sampai ia tidak mau melepaskan pelukan itu. ''Tapi aku senang kau masih menungguku,'' bisiknya.
       Mina mengangguk. ''Terima kasih juga sudah mau menunggu!'' balas Mina.

       ''Kau pakai sampo apa?'' tanya Sungmin memecah keheningan yang sempat terjadi diantara mereka.
       ''Kenapa?''
       ''Aku menyukainya. Seperti aku menyukai tubuhmu!'' ucap Sungmin dengan nada menggoda.
        Mina yang mendengarnya langsung mendorong tubuh Sungmin agar menjauh. ''Yak, dasar yadong!'' bentak Mina. Wajahnya sudah memerah karna ucapan Sungmin.
       Sungmin terkejut, lalu ia terkekeh. ''Aku hanya bercanda, Mina-ya,'' ucapnya bersungguh-sungguh. Mina menatap ke mata Sungmin mencari kebenaran di dalam sana. Mina tak menemukan kebohongan.
       Hingga akhirnya ia hanya bisa menunduk. Sungmin yang melihat itu, mengangkat dagu Mina agar bisa menatapnya. Lalu ia menampilkan sebuah senyuman. ''Saranghae,'' ucapnya lagi. Kemudian dengan lembut ia menuntun wajah Mina mendekat, untuk menyatukan bibir mereka kembali.
        ''Gomaweo,'' ucap Mina disela-sela ciuman mereka. Sungmin tak menghiraukan, ia malah terus melumat bibir Mina yang semanis cherry.






*****+ The End +*****




24 Juli 2016

Waiting For You (Part 7) - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 7) - Upi Hwang [Chapter]









Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung.

Cameo      : Ham Eunjung (T-Ara), Ok Taecyeon (2PM), Jeon Boram (T-Ara), Jr (GOT7).

Genre        : School-life.

Cover by    : Reniart

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 7


Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?







       Mina terkejut dengan perilaku Youngjae, namun ia tak menolaknya. Karna kakinya terlalu sakit untuk berjalan sendiri ke uks.
       Saat di uks, Youngjae dengan telaten memijiti kaki Mina yang terkilir itu. ''Mianhae,'' gumamnya namun masih mampu didengar baik oleh Mina. ''Mina-chan, kumohon maafkan aku!'' ucapnya. Membuat Mina membulatkan matanya.
      Benarkah apa yang baru saja ia dengar? Benarkah pria yang saat ini di depannya adalah seorang Youngjae yang ia kenal. Ia akan menangis, namun ia ingin memastikan. ''Benarkah, kau......'' suaranya tercekat. ''Youngjae, oppa?'' lanjutnya. Youngjae mengangguk sambil tersenyum.
       Mina tanpa menunggu waktu lagi, langsung memeluk Youngjae. Sangat erat sampai  pria itu tak bisa bernafas. ''Yak, yak Mina-chan.....''
        Mina melepaskan pelukannya, lalu menatap Youngjae lekat. ''Kenapa kau membohongiku?''
       Dan tanpa mereka sadari, Sungmin melihat adegan yang baru saja terjadi. Dengan tangan yang mengepal dan rahang yang mengeras, Sungmin berjalan menjauh dari uks. Bukan untuk kembali ke kelas, tapi pergi dan membolos pelajaran. 






*****+++*****






       Sudah hampir satu minggu Mina tak melihat Sungmin. Dia juga melihat bangku di belakangnya kosong sejak pelajaran olahraga waktu itu. Awalnya Mina tak khawatir, karna ia mengira Sungmin hanya membolos karna bosan. Tapi setelah hampir satu minggu, Mina menyadari bahwa itu bukanlah bolos biasa. Adakah sesuatu yang terjadi pada Sungmin? Begitulah pikirnya.
       Telphonenya tak pernah diangkat, bahkan pesannya pun tak pernah dibalas. Akhirnya ia memutuskan untuk bertanya langsung pada Minhyun, sahabat terbaik temannya itu.
       Dan di sinilah dia, di depan kelas Minhyun. Ketika ia sedang menunggu, temannya, Minyoung. Yang juga sekelas dengan Minhyun keluar. ''Ouh Mina-ya, ada apa?'' tanyanya sedikit khawatir karna tiba-tiba saja Mina ada di depan kelasnya.
       Mina tersenyum dan menggeleng. ''Apa Minhyun-ssi ada?'' tanyanya kemudian. Minyoung mengangguk.
       ''Ne, tunggu sebentar, akan kupanggilkan!'' Mina mengangguk. Minyoung pergi ke dalam kelasnya dan memanggil Minhyun.
        Tak lama kemudian, Minhyun keluar. ''Ada apa?'' tanyanya langsung.
        ''Bisakah kita bicara? Tapi tidak di sini!'' Minhyun tampak memikirkannya sebelum akhirnya ia mengangguk.
        Dan di sinilah mereka, di atap sekolah. ''Ada apa?'' tanya Minhyun lagi.
        Mina menarik nafas sebelum menatap Minhyun. ''Apa sesuatu terjadi pada Sungmin? Apa ayahnya sakit, atau ibunya? Atau.....'' Mina tak melanjutkan pertanyaannya karna ia tidak tau harus bicara apa lagi.
        Minhyun menatap Mina tak percaya. ''Kau tidak tau?'' Mina menggeleng. ''Sungmin sudah pergi ke Amerika untuk mengambil beasiswanya dan meneruskan sekolahnya di sana!''
        Mina membelalakkan matanya. ''Benarkah? Sejak kapan?'' tanya Mina tercekat.
        ''Sudah dua hari yang lalu.'' Sungmin kembali menatap Mina. ''Apa dia tidak memberitahumu?''
        Mina mengangguk. ''Kami bertemu terakhir kali itu dipelajaran olahraga, seminggu yang lalu. Dan itu......''
        ''Pasti telah terjadi sesuatu diantara kalian! Karna dia tiba-tiba saja memutuskan untuk mengambil beasiswanya setelah sebelum-sebelumnya ia selalu menolak!'' potong Minhyun. ''Saat pergi pun ia terlihat murung dan sedih!''
        ''Tapi apa yang kulakukan?'' tanya Mina tak mengerti.
        ''Apa dia melihatmu sedang berciuman atau .....''
       ''Tidak! Aku bahkan.....'' ucapannya terhenti saat bayangan ia sedang memeluk Youngjae terlintas di kepalanya. Ia langsung membulatkan matanya.
        Minhyun melihat itu, ''Jadi benar dia melihatmu sedang berciuman!''
       ''Bukan seperti itu! Mungkin dia melihatku di uks seminggu yang lalu sedang memeluk Youngjae oppa,'' jelas Mina sendu. Kali ini giliran Minhyun yang membulatkan matanya. ''Tapi apa itu membuatnya marah? Kami kan hanya......''
       ''Percayalah, dia tidak memandangmu sebagai teman! Tapi sebagai seorang gadis yang ia sukai, ah mungkin cinta!'' potong Minhyun.
       ''Tapi......''
       ''Sudah dulu ne, sebentar lagi bel! Aku tidak mau terlambat di pelajaran Ham sonsaengnim!'' ujar Minhyun sambil bangkit dan berjalan menjauh, meninggalkan Mina yang masih terdiam.
       ''Sebagai gadis yang disukai?'' gumamnya.        Mina kembali ke kelasnya dengan penuh pertanyaan dan perasaan bersalah. Pandangannya kosong, sampai ia tak menyadari Youngjae berada di depannya, sedang tersenyum padanya.
      Youngjae mengerutkan keningnya saat wanita itu melewatinya begitu saja tanpa membalas senyumnya. Kemudian ia menahan pergelangan tangan Mina.
       Mina tersentak lalu ia menengok ke belakangnya, ke orang yang baru saja menyebabkan langkahnya terhenti. ''Ouh Youngjae oppa,'' ucapnya terkejut.
        ''Ada apa?'' tanya Youngjae mengamati raut wajah Mina. Belum sempat Mina menjawab, guru imut yang akan mengajar mereka sudah berjalan menuju ke kelas, alhasil pembicaraan mereka hanya sampai di situ. Kemudian mereka berpisah di dalam kelas. Duduk di bangku masing-masing.
      Guru imut tadi mulai mengabsen, hingga ada seorang murid yang mengangkat tangannya. ''Ne Junior-ssi, wae?''
       ''Boram sonsaengnim tidak mengabsen Choi Sungmin? Meskipun.....''
       ''Apa kalian tidak tau?'' tanya Boram sonsaengnim sambil memotong perkataan Jr. Hampir semua murid menggeleng. ''Dia sudah pindah ke sekolah seni di Amerika, dua hari yang lalu.'' Semua murid yang ada di kelas itu membulatkan matanya, kecuali Mina. ''Dia adalah salah satu murid Hanlim yang dapat beasiswa penuh untuk melanjutkan study nya di Amerika,'' jelasnya lagi. Sebuah penjelasan yang membuat seisi kelas takjub.
       Youngjae memperhatikan raut wajah Mina yang tidak histeris atau kagum, hanya raut penyesalan yang terlihat oleh Youngjae di wajah cantik Mina.






*****+++*****







         ''Ouh Minhyun-ssi, ada apa?'' tanya Jihyo langsung saat melihat Minhyun yang ada di depan pintu kamarnya. Minhyun menengok dan melihat Jihyo yang bingung.
       Minhyun tersenyum. ''Apa Mina-ya, ada Jihyo-ya?'' tanya Minhyun dengan nada suaran yang ragu ketika menyebut nama Jihyo.
       Jihyo tersenyum geli ketika mendengar nada ragu di suara Minhyun saat memanggil namanya. ''Gwaenchana, kita memang sudah lebih akrab kan?'' ucapnya. Minhyun tersenyum mendengarnya, dan ia mengangguk. ''Mina sedang keluar bersama Minyoung, tapi sebentar lagi mungkin akan segera kembali!''
        ''Kau tidak ikut?''
        Jihyo menggeleng. ''Tadi aku masih ada pekerjaan.'' Minhyun mengangguk. Lalu ia teringat tujuannya kemari, yaitu memberikan sebuah surat. Ia mengambil surat itu dari dalam sakunya. Dan memberikannya pada Jihyo. ''Apa ini?''
        ''Berikan ini pada Mina-ya, kumohon.'' Jihyo melihat raut memohon di wajah Minhyun. Lalu ia mengerutkan keningnya.
        ''Kenapa kau tidak bicara langsung padanya? Dari pada harus membuat surat...''
        ''Percayalah, ini tidak seperti yang kau fikirkan!'' potongnya. ''Surat ini bukan dariku, tapi ini penting untuk Mina.''
        Jihyo memperhatikan surat itu dan Minhyun bergantian, sebelum akhirnya ia mengangguk. ''Gomaweo.''
      Setelah mengatakan itu, Minhyun pergi meninggalkan kamar itu menuju ke kamarnya.

.
.
.

       ''Ouh kalian dari mana saja?'' tanya Jihyo saat Mina dan Minyoung baru saja pulang. Minyoung langsung merebahkan tubuhnya tanpa melepas sepatu kets -nya.
     Mina dan Jihyo hanya menggeleng. Mina, ia berjalan ke lemari pakaiannya dan berganti baju.
      ''Aku lelah, Mina-ya mengajakku mengelilingi Seoul dengan berjalan kaki!'' gerutu Minyoung.
      Mina terkekeh. ''Jangan berlebihan Minyoung-ah, aku hanya mengajakmu memutari beberapa blok saja!'' bela Mina.
      Jihyo menggelengkan kepalanya, lalu menengok ke arah Mina yang sedang minum. ''Jadi kau masih suka melakukannya, Mina-ya?'' Mina yang mendapatkan pertanyaan itu hanya nyengir tanpa dosa. Kemudian Jihyo berjalan ke arah nakasnya dan membuka lacinya. Lalu ia mengeluarkan sepucuk surat dan memberikannya pada Mina.
       Mina mengerutkan keningnya meski ia menerima surat itu. ''Itu dari Minhyun-ah, dia memberikannya untukmu tadi, saat kalian sedang berjalan-jalan.''
       ''Jadi selama ini ia menyukaimu, Mina-ya?'' tanya Minyoung yang sudah terduduk.
       Mina membulatkan matanya mendengar pertanyaan Minyoung. Namun Jihyo menggeleng cepat. ''Jangan menyimpulkan seperti itu Minyoung-ah,'' selanya sebelum Minapun berfikiran sama dengan Minyoung. Kini Jihyo ditatap lekat oleh dua gadis itu. ''Tadi aku juga berfikiran seperti itu. Namun Minhyun-ah, ia langsung membantahnya. Dia bilang, surat itu bukan darinya,'' jelas Jihyo.
      Kedua gadis itu mengangguk, cukup masuk akal! ''Araseo, gomaweo Jihyo-ya,'' ucap Mina sambil menaruh cangkirnya dan suratnya berdampingan di atas nakasnya.

        Mereka pun beranjak untuk tidur. Mina mencoba memejamkan matanya, namun tidak bisa. Ia terus kefikiran tentang Sungmin. Rasanya, setelah kepergia pria itu, hari-hari Mina ada yang kurang. Ia menghela nafas sebelum mengambil surat yang tadi diberikan padanya, dan membukanya.



        Hi^^
       Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah ada di Amerika. Kau tau, aku selalu benci untuk pindah jauh dari kampungku, tapi sepertinya kali ini aku akan menerimanya.
       Dan Mina-ya, kau mungkin berfikir aku konyol bukan? Di zaman secanggih ini aku masih mau repot-repot menulis surat. Cih, aku juga tidak mau! Tapi inilah yang terfikir olehku, hehehe.
        Aku tau, mungkin aku adalah pria pengecut yang lari dari kenyataan. Kenyataan bahwa aku cemburu melihatmu bisa sedekat itu dengan tuan Yoo -mu itu! Mungkin kau mengira aku hanya bercanda, tapi percayalah! Aku menatapmu sebagai seorang gadis, bukan sebagai teman. Aku akan menunggumu! So not only you, but i'm also. Can't you stare at me? And walking towards to me?





Choi Sungmin.






*****+++*****







       Mina tidak bisa tidur semalaman setelah membaca surat yang ternyata berasal dari Sungmin. Ia tak habis fikir saat mengetahui ternyata Sungmin menatapnya sebagai seorang gadis, bukan seorang teman. Tapi sejak kapan?
       Jihyo dan Minyoung menggelengkan kepala mereka saat melihat Mina yang terus melamun sambil mengaduk-aduk minumannya tanpa ada niat untuk meminumnya.
        ''Apa kau tidak suka dengan minumannya, Mina-ya?'' tanya Minyoung khawatir. Sebuah pertanyaan yang membuat Mina tersadar.
       ''Ada apa?'' kali ini Jihyo yang bertanya.
       Mina tersenyum, lalu menggeleng. ''Gwaenchana Jihyo-ya, Minyoung-ah,'' jawabnya.
        Jihyo akan bertanya lagi, namun terhenti saat mereka mendengar siaran radio sekolah.

       ''Hari ini, bintang Yoo Youngjae akan menemani istirahat kita semua,'' ucap penyiar radio itu.

       Mina, Jihyo dan Minyoung mendengarkan dengan seksama siaran itu. Hingga sebuah pernyataan keluar dari mulut Youngjae.

       ''Ada satu gadis yang selalu kutunggu. Dan ku tau dia juga selalu menungguku.'' Mina terpaku mendengar penuturan itu. Mungkinkah? Batinnya. Namun ia segera mengenyahkan dan kembali fokus mendengarkan Youngjae melanjutkan perkataannya. ''Aku sangat menyukainya atau bahkan sekarang aku mencintainya.''
      Mina menahan nafas ketika mendengar Youngjae melanjutkan setiap katanya.
      ''Siapakah gadis yang beruntung itu? Apa ia salah satu murid di sini?'' tanya si penyiar radio.
       Terdengar suara kekehan, sebelum akhirnya suara Youngjae terdengar kembali. ''Ne, dan dia sekelas denganku!''
       Mina tercekat mendengar kalimat itu. ''Dia adalah, Myoui Mina.'' Mina terduduk lemas saat mendengar pengakuan itu. Ia menyadari semua mata memandangnya dengan pandangan tak percaya.
        ''Mina-chan, saranghae. And would you be my girlfriend?''





*****+ TBC +*****




23 Juli 2016

Waiting For You (Part 6) - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 6) - Upi Hwang [Chapter]







Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung.

Cameo      : Park Hyomin (T-Ara), Ham Eunjung (T-Ara), Eli Kim (U-Kiss), Ok Taecyeon (2PM).

Genre        : School-life.

Cover by    : Reniart

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 6


Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?






       Sungmin memasuki kelas dengan mata yang memerah dan duduk santai di belakang Mina. Tak memperhatikan Mina yang menatapnya khawatir. ''Waeyo, Sungmin oppa?'' tanyanya. Sungmin yang sedang mengucek matanya, menghentikan kegiatannya itu lalu menatap Mina. Ia menggeleng.
       ''Hanya kurang tidur,'' ucapnya pelan. Tapi ucapan itu tak terdengar karna Mina mengalihkan perhatiannya pada pintu ketika anak murid gadis pada berteriak histeris di hari yang masih pagi ini. Ia masih lekat menatap ke arah pintu sampai Youngjae masuk, dan menatap Mina dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan. Marahkah? Rindukah? Bersalahkah? Mina segera menggelengkan kepalanya. *Memangnya dia siapa? I Don't care!* batinnya. Kemudian ia kembali menengok ke belakangnya.
        ''Ouh oppa, tadi kau bicara apa?''
        Sungmin mengerucutkan bibirnya. ''Tidak jadi!''
        Mina terperanjat mendengar nada suara Sungmin yang terdengar marah? ''Ouh, apa kau marah?'' Sungmin diam tak menjawab. ''Ayolah, kau marah hanya karna aku tak mendengarmu, oppa? Oppa.....'' Mina merengek saat memanggil Sungmin. Tapi saat Sungmin akan menjawab, semua perhatian teralihkan kembali kepada orang yang baru datang. Yaitu Hyomin sonsaengnim.
       ''Heoh, Hyomin sonsaengnim lagi?'' bisik seseorang yang berada di depan Mina.
       Hyomin sonsaengnim, ia tersenyum kepada semua murid. ''Ada apa dengan wajah murung kalian? Bukankah kemarin kalian sangat bahagia ketika aku mengajar?'' tanyanya masih dengan senyum killer -nya. ''Kalian menyedihkan!'' lanjutnya dengan nada yang mengejek. Semua murid menelan ludahnya dengan paksa.
       Setelah mengatakan itu, ia pun memulai pelajarannya. Dan rasanya dua jam pelajaran Hyomin sonsaengnim itu terasa dua belas jam pelajaran. Sangat lama! Mina menghembuskan nafas lega saat guru sexi itu menghilang di balik pintu, digantikan oleh guru baru yang entah siapa namanya. Guru itu sama tingginya dengan Hyomin sonsaengnim. Hanya saja wajahnya terlihat lebih ayu, tapi tidak tau dengan cara mengajar dan sifatnya. Siapa tau ternyata dia lebih killer  dari Hyomin.
       Guru itu menampilkan senyumannya, yang membuat wajahnya semakin bak malaikat yang diturunkan untuk menggantikan devil berwajah malaikat, Hyomin sonsaengnim. ''Hallo, i'm Ham Eunjung.'' Ia memperhatikan seluruh kelas hingga matanya melihat ke arah Mina. Mina yang menyadari itu langsung terduduk tegak. Ia takut membuat kesalahan. Dan setelahnya ia hanya melihat Eunjung sonsaengnim terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
       ''Aku guru bahasa inggris sementara kalian, jadi mohon kerja samanya.'' Eunjung akan memulai pelajarannya jika saja salah satu tangan murid di kelas itu tidak terangkat. ''Ne, waeyo?''
      ''Memangnya Eli sonsaengnim kenapa?''
      ''Ne, memangnya ada apa dengan Eli sonsaengnim?'' tanya Jihyo kali ini. Eunjung tersenyum sebelum menjawabnya.
      ''Eli sonsaengnim sedang mempersiapkan kepindahannya ke California bersama istri dan putra pertamanya, jadi dia akan sangat jarang berada di kelas.'' sebuah jawaban yang membuat sebagian gadis menunduk lesu. Karna apa? Itu semua karna mereka akan kehilangan salah satu guru tertampan di sekolah itu.
      Mina yang melihat ekspresi murung Jihyo hanya bisa tersenyum geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. ''Baiklah, kita mulai saja pelajaran hari ini dengan mengisi buku paket kalian halaman 105.'' Semua murid langsung bergegas ketika mendengar itu. Dan bagi sebagian siswa yang tidak menyukai pelajaran itu hanya mendengus sambil mencoret-coret buku mereka.
      Eunjung mulai mengelilingi kelas sambil memperhatikan. Hingga ia terpaku di samping Sungmin.
      Mina yang melihat Eunjung sonsaengnim berhenti di belakangnya, langsung menengok dan membulatkan matanya ketika ia melihat Sungmin yang sedang tertidur pulas dengan tangan sebagai bantal. Lalu dengan segera ia mengguncangkan tubuh pria itu agar segera bangun, wajahnya berubah menjadi kalut.
       Eunjung tersenyum melihat tingkah Mina. ''Sudah Mina-ssi, biar aku saja yang membangunkannya. Kau lanjutkan lagi saja mengerjakan soalnya.''
        Mina mengangguk, ''ne Eunjung sonsaengnim.'' Mina membalikkan badannya dan mengisi kembali lembar-lembar bukunya.
       Eunjung mengguncangkan tubuh Sungmin, hingga pria itu mengerang dan mengerjapkan matanya. Dan saat matanya yang sipit membuka sedikit, ia melihat seorang gadis dewasa dengan rambut yang kemerahan sedang mengguncangkan tubuhnya. ''Noona?'' ucapnya sambil mengucek matanya.
       Semua murid di kelas itu membulatkan matanya, termasuk Mina. Namun bukannya omelan yang didapat Sungmin karna sudah tertidur selama pelajaran dan memanggil guru mereka dengan tidak sopan, tapi malah sebuah senyuman terukir di bibir Eunjung sonsaengnim. ''Seharusnya aku memarahimu karna tidur di kelasku dan memanggilku, noona. Tapi karna ini hari pertamaku mengajar, maka kau ku maafkan!''
       Sungmin yang mendengar itu langsung terduduk tegak. Ia memperhatikan Eunjung sebelum beralih ke Mina. Ia melihat raut khawatir di wajah cantik Mina. Setelahnya ia sadar, bahwa wanita yang tadi dipanggilnya noona, sekarang adalah gurunya dan sekarang ia sedang berada di kelasnya. Sungmin memejamkan matanya, lalu menundukkan kepalanya. ''Jeoseonghamnida.''
        Eunjung mengangguk. ''Sudah kalian lanjutkan lagi ne, aku akan keluar sebentar.'' Setelah mengucapkan itu, Eunjung sonsaengnim terlihat keluar, entah ke mana.

.
.
.

       ''Ige.'' Sungmin memberikan sekaleng minuman untuk Mina. Mina menerimanya dan tersenyum.
      ''Gomaweo, oppa.'' Sungmin mengangguk, lalu ia duduk di samping Mina. Jihyo dan Minhyun memperhatikan gerak-gerik itu, sehingga Minhyun dan Jihyo mendengus.
       ''Kau tau, melihat kedekatan kalian sekarang ini, membuatku merasa seperti sahabat yang terbuang,'' ujar Jihyo blak-blak'an. Perkataan yang mendapat anggukan dari Minhyun.
       ''Aigo, itu tidak benar Jihyo-ya,'' ucap Mina.
       ''Ne, ne araseo!'' ucap Jihyo masih terlihat kesal. Minhyun terkekeh melihat Jihyo yang cemberut.
       Lalu Mina kembali menatap Sungmin. ''Waeyo?'' tanya Sungmin yang merasa ditatap. Mina menggeleng sambil mengangkat sebelah alisnya.
        ''Ani, hanya saja. Kenapa tadi kau bisa memanggil Eunjung sonsaengnim, dengan panggilan noona? Dia bukan noonamu, kan?'' tanya Mina.
        Sungmin meminum minumannya, kemudian ia menggeleng. ''Aku hanya pernah bertemu dengannya, kemarin lusa.'' Ia meminum kembali minumannya. ''Dia tersesat di jalan, jadi aku menemaninya mencari alamat yang dia tuju. Dan apa kalian tau ke mana aku mengantarnya?'' Mina, Jihyo, dan Minhyun menggeleng.
       ''Kau belum memberitahu kami, jadi mana mungkin kami tau!'' ucap Minhyun sedikit kesal dengan tingkah sahabatnya itu.
       ''Aku mengantarnya ke rumah Taecyeon sonsaengnim!'' bisik Sungmin. ''Tapi jangan tanya padaku kenapa ia pergi ke sana, karna aku juga tidak tau!'' ucap Sungmin cepat, karna ia yakin pasti akan ada pertanyaan dari salah satu temannya itu.







*****+++*****







        Mina menyusuri jalan seorang diri, di tangannya tergantung sebuah plastik putih dengan beberapa buku di dalamnya. Saat ia sedang berjalan, ia menengok ke dalam kantong plastik belanjaannya, memastikan tidak ada yang kurang ataupun tertinggal.
      Kemudian ia mengangkat wajahnya dan seperti dejavu, Mina melihat Youngjae yang sedang berdiri di hadapannya di seberang jalan, tersenyum manis padanya dengan syal yang menutupi sebagian wajahnya. Tapi meskipun begitu, ia bisa mengetahui bahwa orang itu sedang tersenyum, terbukti dari kerutan di sekitar matanya dan matanya yang menyipit, mengikuti sebuah lengkung senyuman.
       Mina ingin sekali rasanya tersenyum balik kepada pria itu, tapi mengingat pertemuan mereka dulu di koridor sekolah, membuat Mina tersadar bahwa ia bukanlah Youngjae yang selama ini ia tunggu.
       Lalu ia membalikkan badannya, memunggungi pria itu dan di saat itu pula ia melihat Sungmin yang sedang berjalan ke arahnya, sambil melempar senyum. Ia membulatkan matanya kala melihat Sungmin hanya mengenakan kaos lengan panjang dan sweater rajut yang tidak terlalu tebal, padahal cuaca sedang sangat dingin di pertengahan musim dingin tahun ini.
        ''Sedang apa di situ?'' tanya Sungmin saat sudah sampai di depan Mina. Kemudian matanya teralihkan pada kantong plastik yang sedang dibawa Mina. ''Dari toko buku? Kenapa tak mengajak!'' ucap Sungmin setengah memekik. Mina memutar bola matanya malas, lalu ia melepaskan syal rajut yang tersampir di lehernya.
       Dan tanpa izin Sungmin, ia melilitkan syal itu di leher Sungmin. Sungmin membulatkan matanya, rona merah muncul di pipinya, bukan karna dingin! Tapi karna suatu perasaan yang tiba-tiba saja terasa aneh di hatinya. Bahkan ia menahan nafas saat Mina melilitkan syal itu di lehernya.
       Mina selesai memasang syal itu, dan merapihkannya. Kemudian ia menatap Sungmin dengan senyum bangga di bibirnya. ''Nah, kalau seperti ini kan sudah hangat!'' ucapnya. ''Lain kali, perhatikan pakaianmu, jangan langsung bertanya!'' ujarnya kemudian. Sungmin merengut ketika Mina menceramahinya.
        Mina yang melihat wajah cemberut Sungmin, terkikik. ''Yak berhentilah tertawa!'' ucap Sungmin dengan nada suara seperti orang ngambek. Mina mengangguk masih mencoba untuk tidak tertawa, lalu ia menggandeng tangan Sungmin dan mengajak pria itu pergi dari sana. Karna cuaca yang semakin dingin.
        Youngjae yang masih berdiam diri di seberang jalan, hanya bisa melihat kemesraan itu dan menggeram.






*****+++*****





       Tak terasa, pertemanan Mina-Sungmin sudah berbulan-bulan semenjak pertama kali mereka berteman di depan danau tersembunyi itu. Dan tanpa dikehendaki pula, rasa cinta itu tumbuh di hati Sungmin, apalagi saat ia melihat senyum indah milik Mina yang ditunjukkan gadis itu untuknya. Ingin sekali ia mengusap pipi Mina yang lembut dan menggenggam tangan Mina selalu. Tapi nyatanya ia tak pernah mampu untuk melakukan hal itu.
        Saat ini mereka sedang pelajaran olahraga, Sungmin melihat rambut kecoklatan Mina yang dikuncir ekor kuda, sangat kontras dengan rambutnya yang biasanya digerai.
       ''Sedang apa kau di sini, Sungmin-ssi?'' tanya sebuah suara khas seorang Taecyeon sonsaengnim, membuyarkan imajinasi Sungmin tentang Mina.
       Sungmin langsung menatap Taecyeon sonsaengnim. ''Aku menyuruhmu mengambil bola di ruang olahraga, bukan untuk duduk santai di sini!'' bentaknya.
        ''Araseo!'' ucapnya sambil berlari meninggalkan lapangan menuju ke ruang olahraga untuk mengambil bola basket, materi yang akan mereka pelajari hari ini.
        Mina yang melihat Sungmin dibentak oleh guru olahraga mereka, hanya terkikik geli. Setelahnya ia berjalan dan duduk di samping Jihyo. ''Kenapa lama sekali?'' tanya Jihyo saat ia baru saja duduk.
       ''Aku mencari kuncir rambutku yang terselip,'' jawab Mina. Jihyo mengangguk mendengar jawaban Mina.

        Tak lama kemudian, Taecyeon sonsaengnim meniup peluitnya tanda akan segera dimulainya pelajarannya. Dan memang, Sungmin sudah berada di lapangan dengan beberapa bola basket.
       Semua murid membentuk barisan. Yang putra dengan putra lainnya dan yang putri dengan putri lainnya. Dengan lima orang memanjang ke belakang.
       ''Pelajaran kita hari ini, adalah basket!'' Taecyeon menatap barisan murid-muridnya. ''Kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dan kelompok kalian akan melawan kelompok lainnya! Mengerti?''
        ''Ne mengerti!'' jawab murid-murid serempak. Setelah itu, Taecyeon sonsaengnim mulai menyebutkan siapa saja kelompoknya.

       Setelah cukup lama menunggu, kini giliran kelompok Mina yang akan memainkan pertandingan. Mina memainkan perannya dengan baik, ia beberapa kali melakukan shooting, dan selalu masuk. Ia juga tiga kali melakukan ribbon. Dan saat ia akan melakukan lay-up, tanpa sengaja kakinya keseleo. Akhirnya ia terjatuh.
       Semua mata langsung tertuju padanya. Sungmin akan menolongnya, tapi ia kalah cepat oleh Youngjae, karna sekarang pria itu sedang menggendong Mina ke uks.
       Sungmin menatap geram pemandangan itu.








*****+ TBC +*****




19 Juli 2016


Powered by Blogger.

Translate

Labels

15& 2AM 2NE1 2PM 5Dolls 9Muses After School Ahn Eunjin Ahn Seo Hyun Ahn Sohee auliasyalwa B.A.P B1A4 Bae Sun Mi Bae Suzy Baek A Yeon Baek Azizah Baek Yebin Baek Yerin Bambam Baro Bestie Big Bang Boyfriend Brothership BTOB BTS Byun Baekhyun Cha Hyun Rin Chapter Cho Kyuhyun Choi Hanny Choi Seung Hyun Choi Seungri Choi Siwon Choi Sungmin Choi Youngjae Cholict Click-B CNBLUE Comedy D.O Davichi DAY6 DIA Do Kyung Soo Donghyun Drama Eunhyuk EXO EXO-K EXO-M F.T. Island Fafiter Challenge Family FANFICTION Fantasy Friendship GFriend Girls' Generation Go Ahra GOT7 Ham Eunjung Han Hye Sun Han Hyo Joo Han Hyori Han Nayeon Hurt Hwang Chansung Hwang Minhyun Im Yoona Jang Geun Suk Jang Wooyoung Jenny Jeon Boram Jia Jinyoung Joo Ji Hoon Jr Jung Ho Seok Jung Il Woo Jung Jinwoon Jung Min Joo Jung Yerin Jung Yong Hwa Juniel Kaeun Kang Hye Ri Kang Hyo Rya Kang Min Hyuk Kang Yo Ra Kang Young Hyun Khunpimook Bhuwakul Kim Bum Kim Dani Kim Hanny Kim Hanny/Choi Hanny Kim Ji Ah Kim Jong In Kim Jong Woon Kim Min Jung Kim Nam Gil Kim Nam Joon Kim Nana Kim Naya Kim Seok Jin Kim So Eun Kim Soo Hyun Kim Sookyu Kim Wonpil Kim Woo Bin Kim Yugyeom Kris Wu Krystal Jung Lee Areum Lee Donghae Lee Hae Na Lee Hyo Jin Lee Hyo Ra Lee Hyukjae Lee Jae In Lee Jang Woo Lee Ji Eun Lee Jong Suk Lee Junho Lee Keina Lee Keumjo Lee Min Ho Lee Qri Lee Seung Gi Lee Sungmin Lee Sunny Lee Yo Won Married-life MellyTaenggo MeloDrama Min Yoon Gi Mistery Myoui Mina Na Haeryung Nam Gyuri Nichkhun Horvejkul Noh Lee Young NU'EST OC Oh Ha Ni Oh Jong Hyuk Ok Taecyeon OneShoot Park Chan Yeol Park Hyomin Park Jae Hyung Park Ji Eun Park Jihyo Park Jimin Park Jiyeon Park Keyla Park Se-young Park Shin Hye Park Soyeon Park Sungjin Park Yeon Jung Rap Monster Risma Song Romance Romantic Roy Kim Ryewook Sandara Park Sandeul School-life SeoHyun Sequel Shannon William Song Minyoung Sowon SPEED Sung Hyun Jae Super Junior T-Ara The Ark Tiffany Hwang Tiramisuu Latté TOP Trilogi Twice TwoShoot U-Kiss Upi Hwang V Wonder Girls Yaoi Yesung Yoo Youngjae Yook Sung Jae Yoon Dowoon Yoon Eun Hye Young K Yuna Kim