Showing posts with label Baek Yebin. Show all posts

Accident - Upi Hwang [Oneshoot]

Accident - Upi Hwang [OneShoot]









Cast           : Ahn Eunjin (DIA), Choi Youngjae (GOT7).
Other Cast : Myoui Mina (Twice), Yoo Youngjae (BAP), Baek Yebin (DIA) dll
Genre        : Friendship, School-life.
Cover by    : Selin artdesign
Author       : Upi Hwang.
Lenght       : Oneshoot.








                     Warning!


     This is my First ff dengan cast YoungJae Got7's X Ahn Eunjin DIA's. Ide asli pikiran sendiri. Apabila ada kesamaan alur, tokoh, tempat, suasana, author mohon maaf, karna itu murni ketidaksengajaan.
    Typo bertebaran.... Gaje, alur kecepetan, OOC dll.....






       Happy Reading~
           (Don't like, Don't read!)       




         I Made An Accident!!





         ''Selamat pagi anak-anak,'' ucap sebuah suara menggelegar yang menginterupsi keramaian kelas.
        ''Pagi pak......'' sahut anak murid di kelas itu.
        ''Bapak punya kabar gembira untuk kalian,'' ucap Han sonsaengnim, yang langsung terdengar bisikan diantara para murid. ''Hari ini kita mendapatkan murid baru dari Mokpo, Ahn Eunjin-ssi, silahkan masuk.''
       Kemudian seorang wanita tinggi berambut hitam panjang masuk kedalam kelas. ''Silakan perkenalkan dirimu, Eunjin-ssi.''
       Eunjin tersenyum, lalu ia mulai memperkenalkan diri. ''Annyeonghaseyo, naneun Ahn Eunjin imnida. Mohon bantuannya,'' ucapnya sambil membungkukkan badan.
        Setelahnya, ia duduk dibangku yang di tunjuk oleh Han sonsaengnim. Yaitu disamping seorang wanita berambut coklat sebahu dengan poni samping, sama sepertinya.
        ''Annyeong, Ahn Eunjin imnida,'' ucapnya pada wanita itu. Gadis yang dimaksud menengok, lalu tersenyum.
       ''Annyeong, Myoui Mina imnida,'' balas gadis itu masih lengkap dengan senyum malunya.
        *Yeppeuda,* batin Eunjin.




-----------------------------



    
         ''Eunjin-ssi, kau mau ke kantin?'' tanya Mina ketika ia sudah berdiri. Eunjin melihat kearah Mina, lalu mengangguk.
         ''Ne, jankanmanyo,'' ucapnya sambil memasukkan buku terakhir yang ada di atas mejanya.
      Mereka pun berjalan keluar kelas menuju kantin.



@Kantin


       ''Eunjin-ssi?''
       ''Ne Mina-chan, waeyo?'' tanya Eunjin yang baru duduk dihadapan Mina. Eunjin melihat raut wajah Mina yang terkejut, ''Ah, bukankah kau orang Jepang, Mina-chan?'' Mina mengangguk. ''Jadi tak apa kan, jika ku menambahkan akhiran -chan pada namamu? Dan kau jangan menambahkan akhiran -ssi pada namaku, kau terlalu formal,'' oceh Eunjin.
       Mina yang mendengarnya tersenyum. ''Ne Eunjin-ah,'' ucapnya lembut.
       ''Kha, lanjutkan makanmu, Mina-chan.''
       Mina mengangguk dan kembali melanjutkan makan siangnya. Akan tetapi, pandangannya kembali teralihkan ketika ada segerombolan pria yang baru saja duduk di bangku kantin. Wajahnya berubah menjadi merona.
        Eunjin memperhatikan gerak-gerik Mina, dan menatap kearah yang dilihat Mina. ''Waeyo, Mina-chan?'' tanyanya menyadarkan Mina dari lamunannya.
        ''Ne? Ah ani,'' jawab Mina sedikit gugup. Setelahnya ia terkekeh. Eunjin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.





  ¤¤¤¤¤¤¤





            ''Youngjae-ssi, sebenarnya aku menyukaimu, tapi....... Arrrrgh.....''

         Eunjin yang baru akan masuk menghentikan langkahnya di depan pintu kelas yang agak terbuka. Hari ini ia datang terlalu pagi dan tanpa diduganya, ternyata sudah ada orang lain yang lebih dulu tiba. Ia mendengar apa yang orang itu bicarakan, dan ia pun masuk kedalamnya.
        Ia terkejut karna hanya melihat Mina seorang dengan lembaran-lembaran bola kertas yang berserakan di lantai. Ia memperhatikan Mina yang frustasi. Dan tanpa sepengetahuan Mina, Eunjin mengambil salah satu bola kertas itu. Kemudian membacanya.
        ''Suaramu yang indah selalu membuatku tenang, Youngjae-ssi. Aku menyukainya, dan bisakah aku berteman denganmu?'' ucap Eunjin.
        Mina yang mendengarnya langsung mengangkat wajahnya, dan ia terkejut kala Eunjin sedang membaca tulisan tangannya, lalu tanpa pikir panjang lagi, ia langsung mengambil bola kertas itu dari tangan Eunjin.
        ''Kau menyukainya, Mina-chan?'' tanya Eunjin. Mina menundukkan kepalanya, dan mengangguk. ''Apa dia sekelas dengan kita?'' tanyanya lagi, Mina menggeleng.
         ''Dia murid dari kelas Vokal,'' ucap Mina lemah.
         ''Aigo, kau ini pemalu sekali sih, Mina-chan! Kau tenang saja ne, akan ku bantu kau dekat dengannya.....''
        Mina menatap tak percaya diri Eunjin. Lalu ia menggeleng, ''Tidak usah Eunjin-ah, aku.....''
          ''Sudah, aku sudah bilang aku akan membantumu! Jadi kau tenang saja,'' potong Eunjin sambil tersenyum. Mina yang melihat itu pun ikut tersenyum.






 ¤¤¤¤¤¤¤






          ''Baek Yebin-ssi?'' Gadis berponi depan itu menengok.
          ''Ne, waeyo?'' tanya Yebin dengan suara nyaringnya.
          ''Hemm apa kau mengenal Youngjae-ssi?''
         Yebin mengerutkan keningnya, belum sempat ia menjawab. Ada seorang lelaki yang tiba-tiba datang dan menginterupsi pembicaraan mereka.
          ''Ada apa? Kenapa kau mencariku?'' ucapnya. ''Dan kau siapa nona?'' tanyanya.
         ''Ah, naneun Ahn Eunjin, murid kelas dance.''  Youngjae menganggukkan kepalanya. ''Aku hanya ingin bilang, temanku ada yang ingin bicara denganmu,'' jelas Eunjin.
        Yebin yang merasa diabaikan hanya mendengus. ''Ya sudah Eunjin-ssi, aku permisi dulu.'' Eunjin mengangguk.
           ''Gomaweo ne, Yebin-ssi.'' Eunjin menatap Youngjae yang tampak sedang berfikir.
            ''Maaf tapi aku tidak suka bicara pada orang yang tidak ku kenal!''
        Eunjin mengerutkan keningnya. *Omo, seperti inikah, pria yang disukai oleh Mina-chan? Heoh, sombong sekali!* batin Eunjin.
         ''Ouh ayolah Youngjae-ssi, jebal. Temui temanku dan bicara padanya,'' ucap Eunjin memohon. Youngjae menatap Eunjin lekat,
          ''Shirreo!''
          ''Yak.......''
          ''Tapi kalau denganmu, akan ku pertimbangkan!'' potong Youngjae sambil tersenyum. Eunjin membulatkan matanya yang tak terlalu kecil itu.
           ''Mm..mwo?''
           ''Sudah ne, aku pergi dulu.... Jaa,'' ucap Youngjae sambil mengusap lembut kepala Eunjin. Eunjin tak percaya akan hal itu. *Aku membuat kesalahan sungguh! Jeongmal mianhae Mina-chan....* batin Eunjin lirih.





      ¤¤¤¤¤¤¤






         Pagi ini suasana sangat berbeda dari biasanya, Eunjin sangat murung. Mina yang melihatnya mengerutkan kening ''Waeyo?'' tanya Mina.
        ''Ne? Ah Mina-chan...'' jawab Eunjin kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ''Gwaenchana Mina-chan,'' lanjutnya.
        ''Kau yakin?'' tanya Mina. Eunjin mengangguk.
      Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Mereka duduk ditempat mereka masing-masing. Dan pelajaranpun sudah dimulai.




Jam istirahat.


         ''Hei,''
        Eunjin tersedak dengan minuman kaleng yang sedang diminumnya. ''Yak, neo......'' teriak Eunjin marah, tapi ketika ia melihat siapa orang itu, ia langsung memalingkan kepalanya.
          ''Katanya kau mau bicara denganku, katakanlah....'' tapi Eunjin tak menghiraukannya. ''Ouh ayolah Eunjin-ah....'' panggilnya menggoda.
          ''Yak berhentilah bertingkah bodoh, Youngjae-ssi!'' Eunjin menengok dan bertepatan dengan itu ia melihat Youngjae yang sedang tersenyum manis padanya.  *Manisnya* batin Eunjin. Eunjin yang menyadari apa yang baru saja ia fikirkan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan fikiran tersebut.
          ''Waeyo?'' tanya Youngjae dengan wajah polosnya.
          ''Apa?''
          ''Wajahmu merah tuh!'' ucap Youngjae sambil menunjuk ke wajah Eunjin. Eunjin membulatkan matanya mendengar hal itu. Lalu ia menutupi kedua pipinya.
          ''Tak usah berbohong!'' elaknya, lalu ia bangkit dan pergi meninggalkan Youngjae yang masih terduduk di bangku kantin.

          ''Tidak, tidak aku tidak boleh menyukainya! Aku sudah membuat kesalahan, jadi aku tak mau memperparahnya lagi dengan menyukai pria itu!'' gumam Eunjin penuh tekad.
           ''Nuguseyo, Eunjin-ah?''
          Eunjin terkejut ketika ada yang mendengar gumamannya. Dan Eunjin lebih terkejut lagi ketika mengetahui siapa orang itu.
           ''Mmi..... Mina-chan?'' ucapnya sedikit memekik.
           ''Wae? Apa kau sakit Eunjin-ah?'' tanya Mina sedikit khawatir, itu terlihat di wajahnya. Eunjin menggeleng cepat. *Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku jujur padanya? Arrrrgggghhhh.* batin Eunjin menjerit.






¤¤¤¤¤¤¤





             ''Hei,'' Eunjin memutar bola matanya malas ketika mendengar panggilan seseorang. ''Hei, kenapa?'' tanyanya. Namun Eunjin tak jua menghiraukan. ''Apa kau marah padaku?'' tanyanya lagi. ''Kau marah yah? Hei aku hanya bercanda kemarin.''
           Eunjin geram dan ia menengok, namun naas, posisi wajahnya dan orang itu sangat dekat, hanya tinggal beberapa senti sebelum akhirnya bibir mereka bersentuhan. ''Yak menjauhlah dariku, Youngjae-ssi,'' ucap Eunjin sambil memalingkan wajahnya kearah lain. Ia tidak sanggup jika harus menatap wajah Youngjae dari jarak sedekat ini.
          ''Yak, kau jahat sekali Eunjin-ah,'' ucap Youngjae dengan nada sedikit merajuk. ''Tapi aku suka dengan sikapmu!'' lanjutnya dengan nada yang seratus delapan puluh derajat berbeda, ia mengacak-acak rambut Eunjin yang sedang di kuncir dua.
            ''Yak........''
            ''Kau manis,'' potong Youngjae. Wajah Eunjin memerah sempurna. Youngjae yang menyadari hal itu hanya terkekeh, ia tidak mau mengatakan hal yang sama seperti kemarin, atau dia akan didiamkan oleh Eunjin.
           ''Berhentilah menggodaku!'' kesal Eunjin.
           ''Hehehehe.'' Youngjae hanya nyengir yang menampilkan sederet giginya yang rapih. ''Joah,'' bisik Youngjae saat Eunjin baru meminum air putihnya, alhasil Eunjin berhasil mengeluarkan kembali airnya.
           ''Yak......'' Eunjin melihat Youngjae yang tersenyum manis padanya, hingga matanya terpejam. Sesaat rasa asing itu menyergap hati Eunjin. *Bolehkah aku menyukaimu, Youngjae-ssi?* batin Eunjin. Ia menatap lirih diri Youngjae yang masih tersenyum untuknya. *Haruskah aku mengkhianati temanku?* lanjutnya. *I made an accident! Mina-chan, mianhae.* batinnya mengakhiri






 ¤¤¤¤¤¤¤






         Semalaman suntuk Eunjin terus memikirkan apa yang akan ia lakukan pada Mina, haruskah ia jujur atau ia tetap menyembunyikannya? Tapi sepertinya ia akan jujur, tak peduli apa anggapan Mina terhadap dirinya, yang terpenting ia sudah jujur. Itulah yang ia fikirkan.

             ''Mina-chan.....''
             ''Ne, wae Eunjin-ah?''
             ''Mianhae, jeongmal mianhae,'' gumam Eunjin. Mina menatap Eunjin lekat. Kemudian Eunjin mengangkat wajahnya dan memegang kedua lengan Mina. ''Maaf, karna sepertinya aku menyukai Choi Youngjae-ssi!'' ucap Eunjin sedikit lantang, memang suasana kelas mereka sedang sepi, karna yang lain sedang pergi ke kantin.
          Mina membulatkan matanya, ia tercengang dengan pengakuan sahabatnya ini.
           ''Eunjin-ah, aku.......''
           ''Jadi, yang selama ini ingin kau katakan adalah hal ini, Eunjin-ah?'' potong Youngjae yang tiba-tiba saja masuk, entah sejak kapan.
            ''Young..... Jae-ssi? Neo.....'' Eunjin tak percaya dengan apa yang dilihatnya, seorang Choi Youngjae mendengar semua pengakuannya.
          Lalu Youngjae berjalan kearah Eunjin dan Mina, hingga ia berdiri dihadapan Eunjin. ''Aigo, kau manis sekali, Eunjin-ah. Kenapa tidak kau katakan langsung padaku?'' tanya Youngjae menggoda, ia juga mengusap lembut kepala Eunjin. Eunjin hanya memalingkan kepalanya menatap Mina kembali.
            ''Mina-chan....,'' ucap Eunjin lirih. Ia berharap Mina akan memarahinya, namun ia salah, ia malah mendapati Mina sedang tersenyum padanya.
           ''Chukkaeyo Eunjin-ah, aku ikut senang mendengarnya.'' Eunjin membulatkan matanya.
           ''Tapi Mina-chan, itu berarti aku sudah menyakitimu?'' tanya Eunjin masih dengan ketidakpercayaannya. Mina mengerutkan keningnya, ia menatap Youngjae yang sedang menatapnya, lalu ia kembali menatap Eunjin.
            ''Apa maksudmu? Kau jatuh cinta, itu baik bukan?'' tanya Mina.
            ''Tapi aku menyukai pria yang kau sukai Mina-chan, dan itu pasti menyakiti hatimu!'' jelas Eunjin lirih.
          Mina dan Youngjae saling menatap ketika mereka mendengar penjelasan Eunjin. Dan sedetik kemudian, mereka malah tertawa terbahak-bahak. ''Waeyo?'' tanya Eunjin bingung.
            ''Kau lucu Eunjin-ah,'' ucap Youngjae masih dengan tawanya.
             ''Jadi itu yang membuatmu selalu murung Eunjin-ah?'' tanya Mina yang sudah bisa mengontrol tertawanya. Eunjin mengangguk. ''Aigo, kau lucu sekali. Youngjae yang kusuka bukan Choi Youngjae-ssi, tapi Yoo Youngjae,'' jelas Mina. Eunjin mengerutkan keningnya.
             ''Ne, di kelas vokal ada Youngjae selain aku Eunjin-ah, yaitu Yoo Youngjae-ssi yang pendiam. Ku akui dia memang banyak disukai oleh gadis-gadis, tapi aku juga banyak yang menyukai!'' narsis Youngjae, Eunjin mendengus karnanya. ''Tapi mereka tidak seberuntung dirimu, Eunjin-ah.''
             ''Kenapa seperti itu?'' tanya Eunjin polos. Youngjae mendekatkan wajahnya ke wajah Eunjin, lalu ia membisikkan sesuatu.
             ''Karna hanya kau yang mampu memikat hatiku,'' bisiknya.
         Blush.... Wajah Eunjin memerah seketika.
             ''Ekhem.'' suara Mina menginterupsi keromantisan Youngjae dan Eunjin. ''Aku permisi, kalian lanjutkan lagi saja kencan kalian.'' setelahnya Mina berjalan keluar kelas menuju kantin, karna ia sedikit haus.
           Youngjae menatap Eunjin lekat, ''Wae?'' tanya Eunjin jutek. Youngjae tersenyum mendengarnya.
            ''Kau cantik, Eunjin-ah.'' lagi dan lagi, wajah Eunjin sukses dibuat memerah oleh seorang Choi Youngjae. Ia pun memalingkan wajahnya, agar Youngjae tak melihat wajahnya yang memerah. Namun terlambat, karna Youngjae sudah melihatnya sedari tadi. Youngjae pun mengusap lembut rambut Eunjin yang tergerai.




        @Kantin,



            ''Ouh.'' Mina menengok kearah kotak minuman. Ia terkejut saat minuman yang dipilihnya belum juga keluar dari kotak itu, padahal ia sudah memasukkan uang recehnya. Ia pun berjongkok dan memasukkan tangannya kedalam kotak itu dan merabanya, namun nihil.
          Saat sedang sibuk mencari, ada sepasang kaki yang menghalangi Mina, dan sepertinya ia juga ingin membeli minum. Mina mendongak untuk melihat orang itu dan betapa terkejutnya ketika ia mengetahui siapa orang itu. Ia pun terduduk lemas didepan mesin minuman.
          Mina memperhatikan gerak-gerik orang itu. Pria itu menendang mesin minuman tersebut, lalu merogohkan tangannya kedalam kotak, dan mengeluarkan sekaleng minuman, kemudian ia memberikannya pada Mina.
          ''Ige,'' ucapnya saat Mina tak jua mengambil minumannya.
          ''Ah? Ne, gomaweo Youngjae-ssi,'' ucap Mina tergagap. Orang yang dipanggil Youngjae tersenyum.
           ''Sepertinya mesin ini sudah mulai rusak!'' gerutunya. Setelahnya Youngjae berdiri dan meninggalkan Mina yang masih terduduk lemas. Wajahnya sekarang sudah memerah sempurna.
             ''Ah aku tidak bisa bernafas!'' gumamnya.






           ¤¤¤¤¤¤¤






          ''Yak Youngjae-ya, berhentilah berjalan aku lelah!'' teriak Eunjin mengeluh. Ia sangat lelah karna di kencan pertama mereka, Youngjae hanya mengajaknya berjalan-jalan mengitari taman tanpa ada tujuan yang jelas.
         Youngjae menengok kebelakang, dan melihat Eunjin sedang berjongkok dengan memijit-mijit kakinya yang terasa pegal. Lalu ia berjalan kearahnya, dan berjongkok dihadapan Eunjin. ''Apa kau lelah?'' Eunjin mengangguk. ''Ini semua salahmu karna mengabaikanku sebelum-sebelumnya.''
           ''Yak! Dengar yah, aku tau aku membuat sebuah kesalahan. Aku menyembunyikan perasaanku dan melarangmu untuk mendekatiku, karna ku kira kau itu orang yang dimaksud sahabatku. Aku tidak mau membuatnya menangis, jadi.......''
           -Cup- ucapan Eunjin mengambang di udara ketika bibir mungil itu dicium oleh Youngjae. Eunjin membulatkan matanya. Setelahnya Youngjae menghentikan ciuman singkat itu dan tersenyum menatap Eunjin.
           ''Berhentilah mengeluh, itu merepotkan!'' ucapnya masih dengan senyumannya.  Eunjin akan marah, akan tetapi ia melihat tangan Youngjae terulur untuk membantunya berdiri. ''Kajja, bukankah kau haus?'' tanyanya. Eunjin yang mendengar nada lembut itu mengangguk dan menyambut uluran tangan Youngjae.
           ''Kajja....,'' jawabnya riang.
           Mereka pun menyusuri taman dengan tangan yang saling berpegangan dan senyum merekah di wajah mereka.
          ''Saranghae,'' bisik Youngjae
          ''Nado saranghae, Youngjae-ya.....'' bisik Eunjin riang. Youngjae semakin mengeratkan genggamannya ditangan Eunjin.








-The End-






Your Voice - Upi Hwang [OneShoot]

Your Voice - Upi Hwang [OneShoot]








Cast           : Baek Yebin, Kim Nam Joon aka Rap Monster.
Other cast : Baek Yerin, Park Jimin. Dll
Genre        : School-life, Friendship, family.
Cover by    : Adeladin Art @adeladin.wordpress.com
Author       : Upi Hwang
Lenght       : OneShoot.


   Warning!
  Ini fanfic murni fikiran author, dan jujur ini adalah fanfic pertama author dengan cast mereka, jadi jika banyak yang tidak sesuai author mohon maaf. Dan mungkin selama membaca, typo banyak bertebaran di fanfic ini.





Happy Reading~~


    Suasana jalan kota Seoul malam ini cukup sepi, dikarnakan waktu sudah hampir menjelang tengah malam. Dan didalam salah satu bis kota Seoul, hanya terdapat dua orang penumpang saja yang tersisa. Yaitu satu seorang pria tinggi yang berlesung pipi. Dan satu lagi seorang wanita mungil, sebenarnya ia bisa dibilang tidak pendek namun tidak juga tinggi.
   Gadis itu terlihat mengenakan kupluk berwarna merah dan sepasang earphone ditelinganya.
    Pria itu, pria yang memakai hoodie hitam, ia akan turun, namun ia berhenti ketika berada disamping gadis itu. *Heoh bukan tipeku! Dia tidak tinggi!* ucap pria itu dalam hati. Ia akan berjalan, namun terhenti kembali ketika ia mendengar gadis itu menggumamkan sebuah lagu.
    ''Eoh, suaranya.......''
    ''Hei nak, cepatlah jika kau ingin turun!'' ucap supir bis menyadarkan pria itu. ''Ah paman, baiklah. Maaf membuatmu menunggu.'' pria itupun akhirnya turun.
   Jarak dari tempatnya turun ke rumahnya cukup jauh, oleh karnanya ia pun berjalan kaki. Kegiatan seperti itulah yang ia jalani setiap hari. Dia adalah Kim Nam Joon atau yang sering dipanggil Rap Monster, siswa di Seoul Art High School.
   Setelah lima menit berjalan, akhirnya ia sampai di depan rumahnya. Ia langsung membuka pintu dan masuk. Didalam sana, tak ada seorangpun yang masih terjaga, dikarnakan waktu memang sudah menjelang tengah malam. Akhirnya ia pun hanya berlalu ke kamarnya.




                            ~~~¤¤¤~~~




    ''Rap Mons hyung, jankanman!'' panggil seseorang pada Nam Joon ketika ia sedang berjalan dikoridor seorang diri. Nam Joon melihat orang yang memanggilnya, sedang berjalan kearahnya.
    ''Ouh Jimin-ah, kukira siapa.'' ucapnya santai. Dan merekapun berjalan bersama, karna kelas mereka satu arah.

------------

    ''Hei, Jimin-ah,''
    ''Ne hyung, wae?'' tanya Jimin ngos-ngos'an karna ia baru saja selesai latihan basket. Dihadapannya terlihat Nam Joon yang sedang membaca buku.
     ''Apa kau lelah?''
     ''Ne hyung, sangat lelah!''
     ''Kalau begitu berhentilah bermain basket!''
     ''Yak hyung.'' lalu Nam Joon tertawa terbahak-bahak.
    ''Aku hanya bercanda, ige.'' ucap Nam Joon sambil memberikan sebotol air putih.
    ''Gomaweo hyung,'' Nam Joon mengangguk.
     ''Jimin-ah,''
     ''Ne hyung?''
     ''Sepertinya aku menyukai seorang gadis.''
     ''Mwo? Nuguya?'' tanya Jimin terkejut atas pengakuan Nam Joon.
     ''Molla,'' jawab Nam Joon santai. ''Aku hanya melihatnya dan mendengar suaranya di bis tadi malam.''
     ''Mwo? Ouh hayolah hyung, gurauanmu tidak lucu!'' tanggap Jimin. Nam Joon mengerutkan keningnya dan menatap malam Jimin yang sedang tertawa terbahak-bahak. ''Ouh hyung, kudengar ada murid baru dikelas vokal.'' ucap Jimin yang mencoba meredakan tawanya.
      ''Lalu?''
      ''Aku ingin tau siapa dia. Mungkin saja dia kiyeon yeoja dan bisa masuk kriteriaku.'' namun, Nam Joon memukul kepala Jimin dengan buku yang ia pegang. ''Aww hyung, sakit!''
    ''Jangan berfikir yang jorok kau!''
    ''Yak siapa yang berfikir jorok hyung?''
  Belum sempat Nam Joon menjawab, bel masuk sudah berbunyi, mereka berpisah.
Dan Jimin pun melakukan aksinya, sekarang ia sedang berada didekat kelas vokal.
    ''Hei, apa kau murid baru itu, ahgassi?'' tanyanya pada seorang gadis yang baru saja melewatinya. Gadis itu berhenti dan menatap polos wajah Jimin.
    ''Waeyo?'' ucap sang gadis dengan suara khasnya, yaitu suara yang tipis dan sedikit melengking. Jimin tertegun mendengar suara gadis itu. *Heoh, apa wanita ini seyakin itu masuk kelas vokal, dengan suara seperti itu?* batin Jim bertanya-tanya.
     ''A... Aniyo, hemm lalu apa benar kau yang bernama Baek Ye.....rin?'' tanya Jimin sedikit berfikir.
     ''Ani, naneun..........''
    ''Apa yang kau lakukan dengan sepupu kecilku heoh, Jimin-ssi?'' tanya sebuah suara yang menyebabkan Jimin dan gadis itu menengok.
    ''Ouh, Yerin-ah,'' ucap gadis itu.
   Gadis yang dipanggil Yerin berhenti disamping gadis tadi, ia menatap Jimin penuh selidik.
     ''Dia Baek Yebin, sepupu kecilku, bukan Baek Yerin. Baek Yerin na-ya!'' ucap Yerin jutek. Jimin menelan paksa ludahnya.
    ''Aa.... Araseo, neo Baek Yerin-ssi kurigo neo Baek Yebin-ssi?'' ucap Jimin sedikit takut sambil menunjuk Yerin dan Yebin bergantian.
     ''Yebin-ah, kha kita masuk........'' ajak Yerin. Yebin mengangguk. Dua gadis berbeda tinggi itupun berlalu meninggalkan Jimin.
     ''Heoh, dasar dua gadis aneh!'' gumam Jimin.


@Kelas Vokal.

     ''Yerin-ah...........''
     ''Ne, Yebin-ah waeyo?'' tanya Yerin ketika ia baru saja duduk.
     ''Tadi itu siapa?''
     ''Ah itu, dia itu Park Jimin. Dia terkenal suka mempermainkan wanita-wanita imut.'' jelas Yerin, lalu ia memperhatikan Yebin. Yebin yang merasa diperhatikan menjadi tidak nyaman.
     ''Yak waeyo?'' tanyanya jutek.
     ''Aigo, aigo. Kenapa kau bisa seimut ini? Kau terlalu imut untuk jadi sepupuku!'' ucap Yerin sambil tersenyum mengejek. Tapi Yebin tak menanggapi perkataan Yerin. Hari ini ia terlalu malas untuk meladeni sepupunya itu.




                            ~~~¤¤¤~~~




    ''Yak Yebin-ah, neo eodiseo?'' tanya seseorang dengan nada kesal terdengar di sambungan telphone. ''Palliwa!''
    ''Ne, eonni jankanman.....''ucap Yebin yang langsung berlari-lari meninggalkan toko buku, setelah ia membayar buku yang ia beli. Dan saat ia sedang berlari-lari di etalase toko itu, ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria tinggi berlesung pipi. Alhasil buku yang dibawa mereka pun berjatuhan, karna pria tinggi itu juga membawa sebuah buku.
    Yebin menghela nafas kesal dan ia berjongkok untuk membereskan buku-bukunya. Begitupun pria itu *Ouh, dia memakai almamater Seoul Art High School, ternyata dia satu sekolah denganku.*  batin pria itu yang terus memperhatikan Yebin.
    Yebin mengangkat wajahnya dan menatap aneh pada pria dihadapannya saat ini. Seketika wajah pria itu menampilkan ekspresi terkejut, terbukti dengan matanya yang membulat. Yebin mengerutkan keningnya. *Mwo, dia ini, tidak mungkin. Dia gadis yang kusuka itu!* pekik pria itu dalam hati.
     ''Yak apa yang kau lihat heoh?'' ucap Yebin lantang dan nyaring. Pria yang mendengar suara Yebin langsung nge-down seketika. *Apakah benar dia gadis yang dibis malam itu? Tapi tidak mungkin, suaranya sangat berbeda seratus delapan puluh derajat!* Jerit pria itu dalam hati.
     Yebin menatap tak percaya pria itu, karna pria itu masih saja menatap dirinya lekat, ''Dasar maniak!'' ucap Yebin, lalu ia maju selangkah dan, Bugh,
     ''Aww,'' jerit pria itu, karna salah satu buku yang dipegang oleh sang gadis telak mengenai kepalanya. ''Yak kau!'' teriak pria itu namun yang diteriaki sudah berada jauh didepannya. ''Aigo, apa-apaan gadis jelek itu!'' gerutu pria itu, kemudian ia membuka kembali buku yang tadi ia sedang baca, dan sedetik kemudian ia mengetahui, bahwa bukunya tertukar dengan buku Yebin. ''Yak..............''teriak pria itu frustasi.




                            ~~~¤¤¤~~~




    ''Heoh~~'' hela nafas seseorang.
    ''Kau kenapa Yebin-ah?'' tanya gadi lain yang tidak lain adalah Baek Yerin, ia bertanya ketika melihat kondisi Yebin yang mengenaskan. Dan ia sudah melihat Yebin yang menghela nafas berkali-kali.
     ''Aku kesal sekali hari ini, eonn.'' keluh Yebin.
     ''Waeyo?''
     ''Tadi siang aku menabrak seorang pria menyebalkan!''
     ''Jinjahyo?'' tanya Yerin yang membulatkan matanya, Yebin mengangguk. ''Nuguya?''
     ''Molla,'' jawab Yebin singkat.
     ''Ya sudah, lebih baik kau tidur, ini sudah malam!'' perintah Yerin sambil bangkit dari duduknya dan meninggalkan kamar Yebin.
     ''Ne eonni, jaljayo.'' ucap Yebin, setelahnya Yerin sudah tidak berada dikamarnya. Yebin bergegas membereskan buku-bukunya yang baru ia beli tadi, dan ia terpaku pada buku yang sedikit terlihat lusuh. Ia mengerutkan keningnya. ''Mwo, buku apa ini? Aku tidak pernah membelinya!'' Yebin membulak-balikkan buku itu, kemudian ia membuka cover nya dan dihalaman pertama terdapat bacaan, Rap Monster. ''Rap Monster, apa ini nama pemiliknya? Atau nama pengarang lain buku ini?'' Yebin mengerutkan keningnya, sebelum pergi tidur.




                            ~~~¤¤¤~~~




   Udara pagi ini begitu menusuk tulang. ''Heoh, kenapa dingin sekali.....''keluh seseorang yang lebih tinggi dari wanita yang berada disampingnya, wanita yang sedang fokus membaca bukunya. Gadis itu memperhatikan gadis yang berada disampingnya. ''Apa yang kau baca Yebin-ah?'' tanyanya.
     ''Entahlah Yerin-ah,''
     ''Aigo......'' ucap Yerin menggeleng-geleng.
     ''Ah Yerin eonni,,,'' *Ouh aigo, kenapa sepupu kecilku ini labil sekali!* batin Yerin. *Kadang memanggilku eonni tapi kadang tidak!'' lanjut batinnya.
      ''Wae?'' tanya Yerin malas.
      ''Apa Rap Monster itu sebuah nama? Atau suatu benda?'' tanya Yebin tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya. Lalu Yerin, ia menghentikan langkahnya dan menatap Yebin.
      ''Rap Mons...... Ter?'' tanyanya mengulang, Yebin menganggul. ''Aku rasa............'' belum sempat Yerin menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri mereka.
     ''Hei, yeoja imut, ada apa kalian memanggil nama hyungku?'' ucap orang itu memotong perkataan Yerin. Yebin dan Yerin menengok kearah orang itu. Yerin yang melihat orang itu langsung menampilkan wajah bosan.
    ''Nuguya?'' tanya Yebin menatap pria itu.
    ''Kau tidak mengenalku nona? Kita mengobrol kemarin!''
    ''Apa kau orang yang sangat penting hingga aku harus mengenalmu?'' tanya Yebin dingin. Orang itu menatap tak percaya diri Yebin.
     ''Yak Park Jimin-ssi, berhentilah mengganggu sepupu kecilku ini!'' ucap Yerin akhirnya membuka mulut. Jimin, ia menatap Yerin.
     ''Yak nona, dengar yah, aku tidak mau mengganggu sepupu kecilmu itu. Tapi, tadi aku mendengar kalian membicarakan hyungku!'' ucap Jimin mulai emosi.
     ''Sudahlah eonni, kha kita pergi!'' potong Yebin sebelum Yerin membuka kembali suaranya. Yerin menatap Yebin dan Jimin bergantian sebelum akhirnya ia mengangguk. Mereka meninggalkan Jimin seorang diri, namun belum lima langkah,
     ''Yak kau napeun yeoja! Berhenti kau!'' teriak seseorang yang langsung berjalan menuju kearah Yebin dan Yerin. Dua gadis itu, mau tidak mau merekapun membalikan badan, dan ketika mereka mengetahui orang itu, Yebin dan Jimin membulatkan matanya, sedangkan Yerin, ia hanya menampilkan wajah bingung.
     ''Hyung, kau kenal mereka?'' tanya Jimin, namun bukannya menjawab, orang itu malah terus berjalan mendekat kehadapan Yebin.
     ''Neo........'' Yebin menunjuk orang itu sambil mengerutkan keningnya.
     ''Ne, berikan bukuku, napeun yeoja!'' Yebin yang mendengar orang itu memanggilnya napeun yeoja, sudah mulai mengeluarkan sudut siku-siku di keningnya.
     ''Mwo? Napeun yeoja?'' tanyanya tak percaya, orang itu mengangguk.
     ''Ne, neo napeun yeoja-ya,'' ulang orang itu.
    ''Yak kau, dasar Rap Monster maniak!''teriak Yebin lantang, ia sudah terlampau kesal. Orang itu, orang yang tak lain adalah Rap Monster mengerutkan keningnya.
    ''Yak berhentilah memanggilku maniak!''
    ''Waeyo? Kau saja........''
    ''Cepatlah, berikan bukuku. Palliwa!'' potong Rap Monster tak sabar. Ia tidak mau jika harus berlama-lama dihadapan wanita ini, setidaknya itulah yang ia fikirkan.
    Yebin terkekeh, ia menghela nafas mencoba mengatur emosinya. ''Araseoyo, ige.'' ucap Yebin sambil menyodorkan buku yang sedang dibacanya tadi. Rap Monster menatap sekilas Yebin, sebelum ia mengambil paksa bukunya dari genggaman Yebin.
    ''Gomaweoyo, gadis manis.'' ucap Rap Monster sambil mengusap-usap rambut Yebin.
    ''Yak, jauhkan tanganmu tuan!'' elak Yebin, ia membenarkan poninya. ''Sekarang kembalikan bukuku!'' pinta Yebin.
    ''Ah, aku hampir lupa, ige.'' ucap Rap Monster sambil menyodorkan bukunya, akan tetapi ia menjauhkan buku itu dari jangkauan Yebin, disaat wanita itu akan mengambilnya ia malah membenturkan buku itu ke kening Yebin. Cukup keras hingga,
     ''Aww, apoyo,'' rintih Yebin memegangi keningnya. Dan disaat itu jua, buku itu terjatuh dilantai. Yebin akan marah, namun,
    ''Jimin-ah, kenapa kau masih disitu, kajja!'' ajak Rap Monster.
    ''Ne? Ah ne hyung, kajja.'' jawab Jimin kikuk.
    ''Neo..... Dasar kau maniak!'' teriak Yebin, lalu -Bugh- Buku yang terjatuh dilantai itu melayang tepat mengenai kepala Rap Monster. ''Kajja, Yerin-ah,'' ucap Yebin meninggalkan tempat itu, dibelakangnya mengekor seorang Baek Yerin.




                            ~~~¤¤¤~~~



     ''Ouh ayolah ada apa denganmu, sepupu kecilku?'' Yebin yang mendengar akan panggilan itu, langsung memberikan deathglare kepada Yerin.
     ''Yak kau Yerin-ah,'' ucap Yebin, serak. ''Berhentilah memanggilku -sepupu kecilku- Bahkan tinggi kita hanya berbeda satu senti saja. Dan berhentilah menyuruhku memanggilmu -eonni- karna umur kita hanya terpaut satu bulan!'' teriak Yebin kesal.
     ''Araseoyo,......'' ucap Yerin mengalah, ia tau sekarang ini suasana hati Yebin sedang tidak baik. Ia pergi setelah mengatakan hal itu. Kemudian terdengarlah isak tangis.




                            ~~~¤¤¤~~~




     ''Huwa,,,,,, dasar kau napeun namja-ya. Napeun, napeun, napeun! Arrrrrgh.'' teriak Yebin dari dalam kamar.
     ''Yak Yebin-ah, apa kau sudah selesai?''
     ''Ne, Yerin-ah, jankanman.'' teriak Yebin lagi.


---------------------


      ''Ouh,''
      ''Waeyo?'' tanya Yebin malas ketika ia melihat ekspresi terkejut pada Yerin.
     ''Aniyo, hanya saja kenapa kau memakai kacamata ini?'' tanya Yerin sambil menunjuk kacamata kotak besar yang dipakai Yebin sekarang.
     ''Ini untuk menutupi mataku yang kacau.'' ucap Yebin datar.
     ''Aku tau, tapi matamu terlihat lebih besar!''
     ''Aku tidak peduli, kha, palliwa!'' ucap Yebin.




                            ~~~¤¤¤~~~




     ''Yak Yebin-ah, kumohon lepaskan kacamata itu, jebalyo.'' rengek Yerin ketika mereka sudah berada didalam kelas.
     ''Yak, ada apa denganmu heoh?''
     ''Mereka semua terus saja memperhatikanmu dan ini membuatku terganggu.'' pekik Yerin frustasi.
    ''Biarkan saja,'' tanggapan Yebin santai.
Tak lama setelah kedatangan mereka, Han Sonsaengnim datang. Suasana kelas yang tadi ramai, hening seketika.
    ''Annyeong,'' ucap Han Sonsaengnim singkat. ''Kalian pasti tau bukan, jika sekolah kita akan mengadakan pentas seni?'' murid seni vokal mengangguk. ''Dan tahun ini ada project spesial yang akan dilakukan oleh salah satu siswa kelas vokal dan siswa kelas vokal rapp, dan siswa yang terpilih itu adalah Baek Yebin dari kelas Vokal. Dan Kim Nam Joon dari kelas vokal rapp.'' ucap Han sonsaengnim yang langsung mendapatkan tepuk tangan yang meriah, ''Baek Yebin?''
     ''Naneun...!''
     ''Ige,'' ucap Han sonsaengnim memberikan selembar kertas yang berisi lirik. Yebin mengambilnya, lalu ia melihat judul kertas itu. -Be Warmed- ''Bekerja keraslah!'' Yebin mengangguk.


Jam Istirahat.

@kelas Vokal Rapp.

     ''Ouh, Baek Yebin-ssi, sedang apa kau disini?'' tanya seseorang yang tak lain adalah Park Jimin, Yebin menengok.
     ''Apa kau siswa kelas vokal rapp?'' Jimin menggeleng,
     ''Aku hanya sedang main disini.'' Namun Yebin tak mendengar ujaran Jimin. Ia malah bertanya pada orang yang berada didepannya.
      ''Permisi, apa ada Kim Nam Joon-ssi?'' tanyanya. Akan tetapi belum sempat orang itu menjawab ada suara dibelakang Yebin.
     ''Na-ya, ada apa?'' Yebin menengok dan membulatkan matanya ketika mengetahui siapa orangnya.
     ''Neo, bukankah kau Rap Monster, tapi kenapa......?''
     ''Ne, Rap Monster nama panggilanku. Sebenarnya ada apa?'' tanya Nam Joon aka Rap Monster, sekarang ia sedang duduk diatas bangku dengan kaki menyilang, Yebin, ia menghela nafasnya sebelum,
     ''Ige, Han sonsaengnim memberikannya padamu!'' ucap Yebin memberikan selembar kertas.
     ''Be Warmed?'' Yebin mengangguk.
     ''Ne, itu project kelas vokal dan vokal rapp untuk pentas seni tahun ini!'' jelas Yebin. ''Dan kau disuruh ketempat latihan setelah pulang sekolah!''
   Setelah mengucapkan itu, Yebin pergi meninggalkan kelas itu.
      ''Heoh, sombong sekali yeoja imut itu!'' ucap Jimin, tapi yang diajak bicara hanya diam memperhatikan kepergian Yebin.




                            ~~~¤¤¤~~~



   @Ruang latihan.

   Kriett

  Semua pandangan tertuju pada pintu masuk, ketika mereka mendengar suara pintu terbuka.
   ''Nam Joon-ssi, kenapa kau baru datang eoh?''
   ''Jeoseonghamnida Kim sonsaengnim.'' ucap pria berlesung pipi itu. Kim sonsaengnim mengangguk.
    ''Araseo, cepatlah kesini Nam Joon-ssi, partnermu sudah menunggumu sedari tadi!''
    ''Memangnya siapa partnerku, sonsaengnim?'' Kim sonsaengnim menunjuk gadis dengan poni depan dan rambut kepang duanya. Seorang gadis yang sedang berlatih pernafasan, seorang gadis yang lebih pendek darinya, seorang gadis yang selalu hadir dikehidupannya selama beberapa hari kebelakang ini. Seorang gadis yang tidak lain adalah Baek Yebin. Kim Nam Joon, ia membulatkan matanya, ''Sonsaengnim?''
     ''Ne?''
     ''Jadi dia itu partnerku kali ini?'' tanya Nam Joon tak percaya. Kim sonsaengnim mengangguk.
     ''Ne, waeyo?''
     ''Aa,,,,, aniyo. Sonsaengnim.'' ucap Nam Joon lemah, ia tak percaya dan tak mengerti kenapa harus seorang Baek Yebin yang terpilih? Apakah suara nyaringnya itu sangat bagus hingga tak ada yang mengalahkan? Atau para guru itu terpaksa memilih gadis ini? Memikirkan hal itu membuat lirik yang sudah dihapal Kim Nam Joon, hilang seketika.
     Ia berjalan menuju kearah Yebin, dan ketika ia berada dihadapan gadis itu, ia masih memperhatikan Yebin dengan tatapan tak percaya. Yebin, ia melihat hal itu, namun Kali ini ia hanya cuek.
     ''Kajja, kita mulai latihannya, Yebin-ssi. Nam Joon-ssi.'' ucap Kim sonsaengnim.
     ''Ne, sonsaengnim.'' setelah mengatakan itu, alunan musik mulai terdengar. Kim Nam Joon, ia tertegun ketika mendengar suara Yebin yang mulai menyanyikan lirik demi lirik. Lalu ia menatap Yebin lekat. *Suara ini, ini suara gadis itu!* batinnya *Jadi ini benar kau, gadis bis misteriusku?* lanjutnya.
     ''Wae Rap Monster-ssi? Kenapa kau terus menatapku seperti itu?'' tanya Yebin setelah mereka selesai latihan. Nam Joon yang mendapat pertanyaan itu hanya bisa tersenyum kikuk, sebelum
      ''Ne? Siapa yang kau maksud eoh? Na-ya? Its impossible!'' elak Nam Joon, sebuah elakkan yang terlihat sia-sia dimata Yebin.
      ''Araseo!'' ucap Yebin malas sebelum pergi meninggalkan Nam Joon sendiri diruang latihan.






                            ~~~¤¤¤~~~



    Hari demi haripun sudah berlalu dengan cepat, dan sekarang Nam Joon yakin jika gadis bis misteriusnya itu adalah Baek Yebin. Karna ketika ia mendengar suara Yebin bernyanyi, itu sama persis seperti suara gadis bis misteriusnya. Hubungan merekapun mulai membaik.
    Hari ini adalah hari terakhir mereka latihan bersama, sebelum pentas seni itu dilaksanakan. Dan karna hari ini adalah hari terakhir, merekapun pulang lebih lama dari hari-hari biasanya.
     Nam Joon, baru saja menginjakkan kakinya di halte bis ketika bis itu baru saja datang dan berhenti. Nam Joon baru akan masuk ketika ia melihat Baek Yebin dengan kupluk merahnya memasuki bis. *Ternyata memang itu kau!* batin Nam Joon tersenyum.
     Nam Joon berjalan kearah Yebin, lalu ia berdiri disamping tempat duduk gadis itu. Yebin menengok sekilas sebelum ia memasang earphone putihnya dan kembali sibuk dengan musiknya.
     Kemudian, tanpa diduga-duga, Nam Joon berjongkok dihadapan Yebin, ia memegang tangan Yebin, hal itu membuat Yebin terkejut dan ia membuka salah satu earphonenya. Ia menatap bingung diri Nam Joon.
     ''Rap Monster-ssi, wae..........?''
     ''I Love you, from first i listened your voice in the bis.'' Potong Nam Joon, Yebin tercengang mendengarnya, ia juga membulatkan matanya yang bulat. ''So, will you be my girlfriend, Yebin-ssi?'' tanya Nam Joon, sebuah pertanyaan yang benar-benar membuat Yebin mati kutu.
      ''Nae................. ''
      ''Terima, terima, terima!'' begitulah ucapan yang terdengar dari penumpang bis itu. Yebin memperhatikan semua penumpang dengan malu.
      ''Nae,,,,,,,,'' Nam Joon menatap Yebin lekat ''Aku tidak bisa menjawabnya sekarang, Rap Monster-ssi. Can you give me a time?'' ucap dan tanya Yebin. Nam Joon yang mendapat jawaban seperti itu mengangguk lemah.
      ''Araseo,''






                            ~~~¤¤¤~~~





     Hari ini adalah pentas seni yang sudah ditunggu-tunggu oleh siswa Seoul Art High School. Dan sekarang giliran penampilan Baek Yebin dan Kim Nam Joon. Sekarang Yebin menggunakan gaun putih berukatnya yang sangat cocok ditubuhnya.
   Mereka mulai bernyanyi.


[Baek Yebin] Kkeutnan jul arasseo
Chingudeuri malhaejwotdeon
Ibyeorui gongsik geudaeroraseo
Jeonhwal kkeonwasseo
Idaero myeochilman beotimyeon
Nan neogateun geo ijeul jul arasseo (hajiman nae anui naega)
Soksagine,
Dasi neomankeum saranghal saram
Tto eobseul georago (yeogi jeogi hemaeda)
Dasi naege
Doraol georago
Majimagil suneun eopdago
Geojitmal cheoreom
Chagapge eoreotdeon naui mam
Ne apeseon noganaerineun geol
Chuun gyeoureseo
Bomeuro gyejeori bakkwideut
Neo ttaemune noganaerineun jung
Sareureuk sareureuk
Noganaerineun jung
Sareureuk sareureuk
Geu ttaen wae geuraesseo?
Jigyeowoseo geuraenni
Animyeon naega mwonga jalmotaetdeongeoni  (namjadeuri geureotae)
Hangsang gyeote isseojugo
Jalhaejugo geureomyeon an doendae (nega joheun geol eotteokhae)
Ireon nal ullineun nega miwo
Yokhaebogo wonmanghadagado
Geojitmal cheoreom
Chagapge eoreotdeon naui mam
Ne apeseon noganaerineun geol
Chuun gyeoureseo
Bomeuro gyejeori bakkwideut
Neo ttaemune noganaerineun jung

[Rap Monster] Gone is the winter, right?
Heuneukkineun ne moseup ijen deo
Nan bogo sipji anha.
Nae maeumi geudaero
Neoege ga daheul suman itdamyeon
Ama neon altende.
Geuge malcheoreom swipji anha
Neo geureol ttaemada muneojyeo nae mam han kyeoni
Ulji ma, igeo hanaman kkok gieokhae
You're the only one, babe
It's true

[Baek Yebin] Geojitmal cheoreom
Chagapge eoreotdeon naui mam
Ne apeseon noganaerineun geol
Chuun gyeoureseo
Bomeuro gyejeori bakkwideut
Neo ttaemune noga naerineun jung
Sareureuk sareureuk
Noganaerineun jung
Sareureuk sareureuk
Naega baboraseo
Neobakke moreuneun naraseo
Geuraeseo
Dasi nongneun jung

                    (Lirik by Davichi feat Verbal Jint - Be Warmed)


    Setelah selesai, Nam Joon langsung turun meninggalkan panggung, namun sebaliknya Yebin malah tetap diam diatas panggung.
   ''Maaf sebelumnya, tapi aku disini ingin membuat pengakuan. Baek Yebin ingin membuat pengakuan kepada a good boy berlesung pipi disana,'' Nam Joon yang mendengar itu memberhentikan langkahnya dan berbalik menghadap panggung. Disana ia melihat Yebin yang sedang tersenyum kearahnya. ''Yak pria berlesung pipi, saranghae, kurigo, i will be your girlfriend.'' ucapnya.
      ''Woahh....'' ucapan kagum para penonton. ''Chukkaeyo,''
    ''Kalian, jangan tanya kapan ia menyatakan perasaannya padaku, karna itu suatu rahasia, ok!'' ucap Yebin sambil tersenyum. Lalu Yebin turun dari panggung, berlari kearah Nam Joon yang masih terbengong. ''Yak waeyo, pria berlesung pipi?'' tanya Yebin menggoda, setelahnya Nam Joon terkekeh dan sedetik kemudian Yebin sudah berada di dalam pelukannya.
      ''Woahhh.......'' sorakkan murid Seoul Art High School.
      ''Ige, mwoya?'' ucap Yerin tak percaya.
      ''Heoh ternyata Rap Mons hyung menyukai gadis imut itu!'' komentar Jimin yang berdiri disamping Yerin. Setelah mengatakan itu, Yerin dan Jimin pun tersenyum dan ikut bersorak bersama murid-murid lainnya.





                       -The End-
Powered by Blogger.

Translate

Labels

15& 2AM 2NE1 2PM 5Dolls 9Muses After School Ahn Eunjin Ahn Seo Hyun Ahn Sohee auliasyalwa B.A.P B1A4 Bae Sun Mi Bae Suzy Baek A Yeon Baek Azizah Baek Yebin Baek Yerin Bambam Baro Bestie Big Bang Boyfriend Brothership BTOB BTS Byun Baekhyun Cha Hyun Rin Chapter Cho Kyuhyun Choi Hanny Choi Seung Hyun Choi Seungri Choi Siwon Choi Sungmin Choi Youngjae Cholict Click-B CNBLUE Comedy D.O Davichi DAY6 DIA Do Kyung Soo Donghyun Drama Eunhyuk EXO EXO-K EXO-M F.T. Island Fafiter Challenge Family FANFICTION Fantasy Friendship GFriend Girls' Generation Go Ahra GOT7 Ham Eunjung Han Hye Sun Han Hyo Joo Han Hyori Han Nayeon Hurt Hwang Chansung Hwang Minhyun Im Yoona Jang Geun Suk Jang Wooyoung Jenny Jeon Boram Jia Jinyoung Joo Ji Hoon Jr Jung Ho Seok Jung Il Woo Jung Jinwoon Jung Min Joo Jung Yerin Jung Yong Hwa Juniel Kaeun Kang Hye Ri Kang Hyo Rya Kang Min Hyuk Kang Yo Ra Kang Young Hyun Khunpimook Bhuwakul Kim Bum Kim Dani Kim Hanny Kim Hanny/Choi Hanny Kim Ji Ah Kim Jong In Kim Jong Woon Kim Min Jung Kim Nam Gil Kim Nam Joon Kim Nana Kim Naya Kim Seok Jin Kim So Eun Kim Soo Hyun Kim Sookyu Kim Wonpil Kim Woo Bin Kim Yugyeom Kris Wu Krystal Jung Lee Areum Lee Donghae Lee Hae Na Lee Hyo Jin Lee Hyo Ra Lee Hyukjae Lee Jae In Lee Jang Woo Lee Ji Eun Lee Jong Suk Lee Junho Lee Keina Lee Keumjo Lee Min Ho Lee Qri Lee Seung Gi Lee Sungmin Lee Sunny Lee Yo Won Married-life MellyTaenggo MeloDrama Min Yoon Gi Mistery Myoui Mina Na Haeryung Nam Gyuri Nichkhun Horvejkul Noh Lee Young NU'EST OC Oh Ha Ni Oh Jong Hyuk Ok Taecyeon OneShoot Park Chan Yeol Park Hyomin Park Jae Hyung Park Ji Eun Park Jihyo Park Jimin Park Jiyeon Park Keyla Park Se-young Park Shin Hye Park Soyeon Park Sungjin Park Yeon Jung Rap Monster Risma Song Romance Romantic Roy Kim Ryewook Sandara Park Sandeul School-life SeoHyun Sequel Shannon William Song Minyoung Sowon SPEED Sung Hyun Jae Super Junior T-Ara The Ark Tiffany Hwang Tiramisuu Latté TOP Trilogi Twice TwoShoot U-Kiss Upi Hwang V Wonder Girls Yaoi Yesung Yoo Youngjae Yook Sung Jae Yoon Dowoon Yoon Eun Hye Young K Yuna Kim