Showing posts with label Lee Areum. Show all posts

Waiting For You (Part 3) - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 3) - Upi Hwang [Chapter]







Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung, Kim Yugyeom (GOT7),Lee Areum.

Cameo      : Jung JinWoon (2AM), Park Jiyeon (T-Ara).

Genre        : School-life.

Cover by    : Valeida Kim's Art

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 3

Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?








       Keheningan terjadi setelahnya, sampai mereka tiba di kedai kopi. Sungmin membuka pintunya, ia akan masuk namun bersamaan dengan itu, ia bertatapan langsung dengan seorang gadis yang tadi menjadi bahan obrolan mereka, sedang berjalan keluar.
       ''Neo......'' ucap mereka, Sungmin dan gadis itu bersamaan. Gadis itu menatap Sungmin tak percaya, begitu juga Sungmin. Sedangkan yang lainnya hanya terbengong.
        ''Apa kau menguntitku, Sungmin-ssi?'' tanya gadis itu, gadis yang tidak lain adalah Mina. Ya, mereka berpapasan saat Mina akan keluar dan Sungmin akan masuk. ''Aku tak per......''
         ''Dengar Mina-ssi, aku hanya ikut teman-temanku ke tempat ini!'' potong Sungmin sengit. ''Lagipula, apa kau itu seorang artis hingga aku harus mengikutimu kemanapun?'' tanya Sungmin dengan nada dinginnya.
           ''Kau.''
           ''Ah sudah ne, Sungmin-ah,'' ucap Minhyun yang sudah tersadar. Ia  maju dan memegang pundak Sungmin, lalu menariknya untuk masuk ke kedai, diikuti oleh Yugyeom. ''Mina-ssi, kau jangan salah paham ne,'' ucap Minhyun saat ia sudah berada di hadapan sang gadis. ''Aku yang mengajak mereka.'' Menunjuk Sungmin dan Yugyeom bergantian. ''Kesini. Jadi uri Sungmin tidak ada niat menguntitmu. Percayalah dia ini adalah orang yang paling malas dengan hal seperti itu!'' jelasnya kemudian sambil menunjuk diri Sungmin.
        Setelah mengatakan hal itu, ia, Sungmin dan Yugyeom berlalu dari hadapan Mina dan Minyoung yang masih terdiam bingung. Mina menarik nafas sebelum akhirnya ia melangkah keluar dari kedai itu.

.
.
.
.
.

        ''Hei sudahlah tak usah cemberut seperti itu!'' ucap Minhyun yang bosan melihat sahabat terbaiknya itu hanya diam sambil menggerutu tidak jelas.
       ''Ne hyung. Mungkin tadi dia tidak bermaksud bicara seperti itu. Mina-ssi, dia orang yang baik sebenarnya!'' ucap Yugyeom membela. Yang langsung mendapatkan tatapan lekat dari Sungmin dan Minhyun.
       ''Darimana kau tau dia orang yang baik?'' tanya Sungmin yang mendapat anggukan dari Minhyun.
        ''Kami satu ekstrakulikuler hyung. Dia bahkan mengajari hobae-hobae dengan sangat baik dan sabar, bahkan hobae yang tidak bisa menari sekalipun. Ia tak pernah marah dan mengeluh. Dia selalu tersenyum, walaupun ia terlihat lelah,'' jelas Yugyeom.
        ''Berarti kau selalu memperhatikannya?'' tanya Sungmin masih tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Yugyeom menggeleng cepat.
        ''Bukan seperti itu juga hyung, banyak temanku yang mengatakan hal itu!'' Sungmin dan Minhyun mengangguk mendengar alasan Yugyeom yang cukup masuk akal menurut mereka.
         ''Araseo,'' ucap Sungmin setelahnya ia meminum kopinya yang telah dingin.







 *****+++*****






       Minyoung terus mengekor Mina yang sedari keluar kedai diam tak bicara. Sebenarnya ia tak nyaman dengan suasana seperti ini, tapi ia juga tak punya cukup keberanian untuk berbicara lebih dulu. Hingga tanpa ia kehendaki, kakinya terkilir saat high heels yang ia pakai menyangkut di lubang selokan. ''Aww,'' jeritnya.
        Mina yang mendengar jeritan itu langsung menengok. Dan saat itu ia melihat seorang Minyoung yang sedang terduduk sambil memegangi pergelangan kakinya yang terkilir. Mina berjongkok untuk membantu Minyoung berdiri. ''Mianhae, apa kau bisa berjalan?'' tanya Mina khawatir.
        ''I don't know, tapi akan kuusahakan,'' ucap Minyoung terdengar tulus. Mina mengangguk, lalu ia memapah Minyoung.
        Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil berwarna merah cerah berhenti di dekat mereka. Mina dan Minyoung menatap lekat mobil itu, hingga kaca mobil terbuka dan terlihatlah pemilik mobil.
       Seorang wanita cantik dengan rambut pirang pendek sebahu, memakai kacamata hitam besar dengan permen karet di mulutnya. Mina mengerutkan keningnya.
       ''Ada apa? Kenapa dengan kakimu?'' tanya gadis itu. Mina yang mendengarnya langsung membungkukkan badan dan meminta maaf.
       ''Jiyeon sonsaengnim.''
       Gadis yang dipanggil Jiyeon itu menengok kearah Mina, lalu ia membuka kacamatanya dan tersenyum menatap Mina. ''Ne, Mina-ssi. Ada apa dengan kaki temanmu itu?'' tanya Jiyeon lagi.
        ''Ah ini, kakinya terkilir saat high heels -nya menginjak lubang,'' jelas Mina.
        ''Araseo, kajja naiklah! Aku akan mengantar kalian. Kebetulan aku akan ke sekolah hari ini. Mina mengangguk lalu ia menuntun Minyoung memasuki mobil gurunya itu. ''Kau itu, jika tidak bisa memakai high heels, tak usah memakainya,'' saran Jiyeon yang mulutnya masih lengkap mengunyah permen karet. ''Kau murid baru?''
        ''Ne, Song Minyoung imnida, pindahan dari UK,'' jawab Minyoung lengkap dengan senyumannya.
        Jiyeon mengangguk sambil masih tetap fokus menyetir. ''Pantas aku tak pernah melihatmu!''
       Setelah mengatakan hal itu tak ada lagi pembicaraan. Baik Jiyeon, Mina maupun Minyoung, tak ada satupun dari mereka yang membuka mulut. Sampai mobil itu berhenti di pinggir jalan. Jiyeon nampak berbinar. Ia membuka jendela mobilnya kemudian melongokkan wajahnya. Jiyeon nampak mengobrol dengan orang yang menghampirinya.
       ''Ouh, bukankah itu Jinwoon sonsaengnim?'' gumam Mina.
       ''Siapa?'' tanya Minyoung.
       ''Hush,'' ucap Mina sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya agar Minyoung tidak berisik. Minyoung mengangguk.
       Dan tanpa mereka duga, ternyata dua insan itu saling berciuman tepat di hadapan Mina dan Minyoung. Mereka berduapun mengalihkan pandangannya kearah lain.
       ''Ne, aku tunggu kau!'' ucap Jiyeon. Setelahnya ia melanjutkan kembali perjalanannya. Saat ia melihat ke spion belakang, dia sedikit membulatkan matanya menyadari bahwa ia lupa. ''Maafkan aku,'' ucapnya sambil tersenyum.
        Mina dan Minyoung hanya mengangguk kaku. ''Ehmm ano Jiyeon sonsaengnim.''
       ''Ne Mina-ya, waeyo?'' tanya Jiyeon santai.
        ''Bukankah tadi Jinwoon sonsaengnim?'' tanyanya hati-hati. Jiyeon mengangguk. ''Ah jadi benar kalian.......''
        ''Jangan beritahu siapa-siapa ne?'' potong Jiyeon. Mina dan Minyoung mengangguk lagi.

.
.
.
.

        Mereka sampai di asrama. ''Khamsamnida Jiyeon sonsaengnim,'' ucap Mina sambil membungkukkan badan. Jiyeon mengangguk.
        ''Ne, ne. Segeralah obati kakimu,'' ucapnya sebelum meninggalkan Mina dan Minyoung.
       Minapun memapah Minyoung yang kakinya masih terkilir untuk masuk. Dan ia mengalami kesulitan saat mau membuka pintu masuk, kebetulan saat itu Sungmin juga baru akan masuk. Alhasil Mina dan Minyoung masuk terlebih dahulu dengan pintu yang masih ditahan oleh Sungmin.
       ''Khamsamnida,'' ucap Mina, walau bagaimanapun kali ini ia merasa terbantu. Mereka akan meninggalkan Sungmin, tapi Sungmin mencegahnya. ''Ada apa lagi?''
        ''Apa kakinya terkilir?'' tanya Sungmin cuek. Mina dan Minyoung mengangguk. ''Dudukkan!''
         ''Mwo?'' Sungmin menatap lekat Mina sebelum akhirnya ia mendudukkan Minyoung. Sungmin berjongkok, lalu ia mulai memijit kaki Minyoung terlihat sedikit kasar.
        Mina memperhatikannya, ia sedikit khawatir, apalagi Minyoung yang terus menahan sakit. Hingga, '''Arrrrrgh,''
        ''Yak apa yang kau lakukan!'' pekik Mina. Ia khawatir dengan teriakan Minyoung. Karna sebelumnya terdengar suara seperti tulang yang patah.
        Sungmin menatap Minyoung. ''Bagaimana, apa sudah tidak sakit?'' tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Mina. Minyoung mencoba menggerakkannya dan benar, sudah tidak sakit sekarang.
        Minyoung mengangguk cepat dan tersenyum, ''thanks.'' Sungmin hanya mengangguk sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.
        Mina menatap kepergiannya. *Apa dia marah padaku?* batinnya karna sikapnya sekarang berbeda dari beberapa hari pertama mereka kenal. Kemudian Mina menatap Minyoung masih khawatir. ''Kau sudah tidak apa-apa?''
         Minyoung mengangguk. ''Ne, ini sudah kembali seperti semula!'' ucapnya. Mina mengangguk.
       ''Ya sudah, lebih baik kita istirahat saja!'' ajak Mina sambil membantu Minyoung berdiri. Minyoung berdiri, lalu mereka pergi ke kamar mereka.








 *****+++*****








         Hari ini sudah dua jam pelajaran kosong. Mina menengok ke belakangnya, tidak ada Sungmin disana, sejak jam pertama. Ia merasa bersalah karna ucapannya beberapa hari lalu pada pria itu, apalagi setelah ia menolong Minyoung.
         ''Ada apa?'' tanya Jihyo khawatir saat teman sekamarnya itu terlihat sedih. Mina mengangkat wajahnya dan menatap Jihyo. ''Apa ada yang mengganggu pikiranmu?'' tanyanya lagi. Ya, dia tidak tau masalah apa yang sedang terjadi, karna dua hari ini ia pulang ke rumah, bahkan baju yang kemarin ia bawa ke rumah juga ia bawa ke sekolah dan ia taruh di loker, karna dia belum sempat pulang ke asrama.
        ''Sepertinya perkataanku sudah menyakiti perasaan seseorang, Jihyo-ya,'' ucap Mina lemah. Jihyo mengerutkan keningnya.
        ''Apa kau menolak orang itu?''
        ''Yak bukan seperti itu maksudku!''
        ''Lalu?''
        ''Yah sepertinya Sungmin-ssi marah karna perkataanku yang menghinanya,'' jawab Mina. Jihyo mengangguk mengerti. Karna Mina kemarin sempat bercerita padanya.
       ''Sudahlah, jangan difikirkan! Dia tidak mungkin marah, percayalah.'' Jihyo tersenyum ketika mengatakannya. Mina mengangguk.

.
.
.
.

       Bahkan setelah jam pelajaran hari itu selesaipun Sungmin tidak masuk kelas. Itu berarti sudah dua hari ini Mina tidak melihat Sungmin. Dan saat ia sedang menuju ke asrama ia berpapasan dengan Minhyun dan Yugyeom yang sedang bercanda ria.
       ''Hemmm, Minhyun-ssi,'' ucap Mina yang mengakibatkan Minhyun dan Yugyeom menghentikan jalan mereka. Mereka menatap Mina penuh tanya. ''Aku tidak melihat Sungmin-ssi, apa terjadi sesuatu padanya?''
        ''Memangnya kenapa? Apa kau mau menghinanya lagi, seperti dua hari yang lalu?'' tanya Yugyeom dingin. Walau bagaimanapun ia juga masih kesal terhadap gadis di hadapannya saat ini. Ia saja tak berani pada Sungmin, sedangkan dia dengan entengnya menghina Sungmin.
        ''Aku,......''
        ''Dia pulang ke Busan. Ayahnya sedang sakit, jadi dia membantu ibunya mengurus rumah makan mereka untuk sementara waktu sampai ayahnya membaik!'' jelas Minhyun. Mina mengangguk.
        ''Araseo, terima kasih Minhyun-ssi,'' ucapnya sebelum meninggalkan Minhyun dan Yugyeom.
        Minhyun dan Yugyeom menatap aneh gadis yang baru saja bicara pada mereka. ''Bukankah kau mengatakan dia sangat baik?'' Yugyeom mengangguk. ''Tapi tadi kenapa nada bicaramu seperti itu?''
       ''Ah itu karna.......'' Yugyeom menggantungkan perkataannya karna ia tidak tau harus menjawab apa. Minhyun hanya menggeleng melihat Yugyeom yang kebingungan. Dalam hati ia tertawa karna sebenarnya ia tau apa alasan Yugyeom bicara sedingin itu pada Mina, itu semua karna Sungmin. Ia juga sedikit kesal dengan Mina tapi ia tidak terlalu terganggu. Toh Sungminnya saja cuek.
         Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda karna seorang Myoui Mina.








 *****+++*****









       Sudah satu minggu berlalu, sudah selama itu pula hati Mina tak tenang karna masih memikirkan perkataannya yang terlalu menyakitkan seorang Sungmin, itulah yang selalu ia fikirkan selama satu minggu terakhir ini.
        Hari ini ia baru saja melangkah keluar dari toko buku. Ia habis membeli beberapa buku termasuk buku fiksi di dalamnya. Ia memeriksa bukunya kembali, takut-takut ada yang tertinggal atau kurang. Dan saat ia mengangkat wajahnya, seorang pria tinggi dengan topi hitam menutupi wajahnya, dan sweater coklat berkerah panjang hingga menutupi mulutnya itu melewati Mina. Mina terpaku melihat sosok itu, ia mengenal sosok yang baru saja melewatinya. Ya dia mengenal pria itu, dialah pria yang mengajarkannya bahasa korea sewaktu di jepang dulu. Tetangganya, teman kecilnya, seseorang yang selalu ditunggunya. Seseorang yang sudah berhasil mengisi hatinya selama bertahun-tahun.
       Tanpa menunggu lama, ia langsung mengejar orang itu. Dan ternyata bukan hanya dia yang mengejarnya, karna di belakangnya sudah banyak gadis-gadis yang berlarian kearah pria itu.
       ''Young.....'' ucapnya tertahan.
       ''Youngjae oppa,'' teriak gadis-gadis yang mengejar itu. Salah satu dari gerombolannya tanpa menyadari telah mendorong tubuh Mina. Mina hampir saja jatuh ke belakang, terbentur tiang listrik yang ada di jalan itu jika saja tak ada orang yang menarik tangannya. Sehingga Mina masih kokoh berdiri dengan tangannya yang masih di pegang oleh orang itu.
       Orang itu menatap datar Mina. Sedangkan Mina, ia menatap orang itu masih dengan keterkejutannya. Orang itu melepaskan pegangannya, lalu ia memandang kearah lain.
         ''Khamsamnida Su......,'' Mina tercekat ketika ingin mengatakan nama sang penolong.








 *****+ TBC +*****








 04 Juli 2016

Waiting For You (Part 2) - Upi Hwang [Chapter]



Waiting For You (Part 2) - Upi Hwang [Chapter]




 
Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung, Kim Yugyeom (GOT7), Lee Areum.

Genre        : School-life.

Cover by    : Valeida Kim's Art

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 2

Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?






       Mina membuka pintunya dan menatap orang yang baru saja membuat suara di pintunya itu. ''Hallo,'' ucapnya sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajah Mina, namun Mina hanya diam melamun.
      Orang itu mengerutkan keningnya, hingga suara Jihyo menginterupsi. ''Mina-ya,nuguya?''
       ''Ah ige,........'' Mina memperhatikan sekali lagi orang itu. ''Apa kau Song Minyoung-ssi?'' tanya Mina hati-hati.
       Orang itu mengangguk, ''Ne, Thats right,'' jawab orang itu dengan bahasa inggris yang fasih. ''Hemm, I'm sorry.'' Mina menatap Minyoung bingung.
        ''Wae?''
        ''I cant speak korean with fluently, so please teach me. Sunbaenim?'' ucap Minyoung dengan suara khasnya. Mina tersenyum mendengarnya.
       ''Pasti, kajja masuk. Ku bantu kau membawakan kopermu.''
       ''Thank you,''
        Jihyo yang baru keluar dari kamar mandi melihat siapa yang datang, ''ouh apa kau Song Minyoung-ssi?'' terkanya. Minyoung mengangguk.
        ''Hallo, i'm Song Minyoung. Nice to meet you,'' ucap Minyoung sambil mengulurkan tangannya. Jihyo menyambut uluran tangan itu.
         ''Annyeong, Park Jihyo imnida.''
         ''And you, who are you?'' tanya Minyoung pada Mina yang baru saja menaruh koper Minyoung di sudut kamar. Mina menengok.
        ''Ah ne, aku lupa. Annyeong, Myoui Mina imnida..,'' ucap Mina sambil tersenyum manis.
         ''You're Japaness?'' Mina menganggukkan kepalanya. ''Wow, and your korean language its good. Its so amazing.'' Minyoung berdecak kagum atas kemampuan bahasa korea Mina yang baik. Sedangkan yang dipuji hanya bisa menampilkan sederet giginya yang rapih.
       Mina menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ''Ah, kau terlalu berlebihan Minyoung-ssi,'' ucap Mina merendah.






*****+++*****






         ''Hei bocah!''
         ''Ne sunbaenim, ada apa?''
         Minhyun yang baru selesai mandi, memperhatikan Sungmin yang menatap lekat Yugyeom. Sedangkan yang ditatap hanya menampilkan mimik ketakutan. Minhyun terkekeh, lalu ia duduk di samping Sungmin. ''Sudahlah, Sungmin-ah, kau membuatnya takut,'' ucap Minhyun sambil merangkul pundak Sungmin.
         Sungmin menatap Minhyun sekilas sebelum kembali menatap Yugyeom lekat. ''Kenapa kau takut padaku?''
        ''Ne? Ah... ano,,,,'' Yugyeom gugup setengah mati.
        ''Tuh kan, dia takut padamu!''
        ''Cih.'' Sungmin berdecih. ''Aku takkan menerkammu, jadi santai saja!'' ucap Sungmin sambil berlalu ke kamar mandi.
        Yugyeom menatap kepergian hyung barunya itu. Minhyun mengikuti arah pandangan Yugyeom. Setelahnya ia menggeleng.
        ''Sepertinya kau benar-benar takut padanya.'' Minhyun berdiri. ''Sudahlah, kajja lebih baik kita pergi mencari makan saja,'' ajak Minhyun.
        ''Tapi bagaimana dengan Sungmin sunbae?'' tanya Yugyeom.
        ''Kau mengkhawatirkannya? Tenang saja, dia akan mencari makan sendiri jika ia lapar.''  Setelahnya Minhyun menyeret Yugyeom keluar kamar di dalam rangkulannya.








*****+++*****






       Minyoung sedang membereskan barang-barangnya, dibantu oleh Mina. Sedangkan Jihyo, ia sedang pulang ke rumahnya. Karna hari ini dan besok mereka libur.
       Saat sedang membereskan, tanpa sengaja Minyoung menjatuhkan sebuah buku bersampul merah muda love dari atas nakas.          ''Oh My God,'' ucapnya sambil berjongkok untuk membereskan kembali buku yang terjatuh itu. Akan tetapi, ia menatap sebuah foto yang terlempar dari buku tersebut. ''Ouh, bukankah ini Youngjae sunbaenim?'' tanyanya sambil berdiri. Mina yang mendengar nama Youngjae disebut, langsung menatap Minyoung dan mengambil foto dan buku yang sedang dipegang Minyoung.
        ''Kau mengenalnya?'' tanya Mina masih dengan keterkejutannya. Minyoung mengangguk.
        ''Yeah, i know him. He is my senior.'' Minyoung memperhatikan wajah Mina yang tertunduk, raut wajahnya menampilkan kesedihan yang mendalam. ''Sorry, aku tidak sengaja,'' ucap Minyoung menyesal.
        Mina mengangkat wajahnya dan tersenyum. ''Gwaenchana.'' Setelahnya Mina kembali melanjutkan beres-beresnya.







*****+++*****






        Keadaan kantin cukup ramai, terbukti dari bangku-bangku yang terlihat penuh. ''Heoh, makanan macam apa ini!'' gerutu Sungmin. Yugyeom yang sedang mengunyah, menghentikan kegiatannya dan menatap Sungmin takut.
       ''Mianhae Sunbaenim.'' Sungmin menatapnya lalu menunjuk Yugyeom dengan sendok yang sedang ia pegang.
       ''Hei kenapa kau yang meminta maaf?'' tanyanya sambil mengerutkan keningnya, lalu ia melanjutkan makannya.
        ''Tentu saja dia yang minta maaf,'' ucap Minhyun yang baru datang sambil membawa tiga minuman kaleng. ''Karna Yugyeom yang memilihkan makanan itu untukmu,'' lanjutnya. Yugyeom semakin menenggelamkan wajahnya.
        ''Sudahlah, tidak apa-apa. Aku akan memakannya! Jadi kau tak usah takut padaku,'' ucap Sungmin masih dengan nada malasnya. Yugyeom mengangkat kepalanya menatap Sungmin.
       ''Benarkah? Kalau sunbae tidak suka, akan aku pesankan yang lain,'' tawar Yugyeom. Yugyeom akan bangkit namun dicegah oleh Sungmin.
       ''Yak aku sudah bilang aku akan memakannya, kenapa kau malah mau menggantinya? Kalau kau punya banyak uang, lebih baik kau berikan pada yang tak mampu!'' ucap Sungmin sedikit kesal pada adik kelasnya itu.
        ''Wow,'' gumam Minhyun. Yugyeom menatap tak percaya, ternyata orang yang selama ini ia takuti, mempunyai hati yang baik.
        ''Sunbaenim,'' gumamnya.
        ''Hyung, panggil aku hyung! Aku mendengar kau memanggil Minhyun dengan sebutan hyung,'' ucap Sungmin sedikit menggerutu. ''Jangan karna tubuhmu yang besar, kau tidak mau memanggilku,,,,,,,''
         ''Hyung,'' potong Yugyeom. ''Sungmin hyung,'' ucapnya lagi. Sungmin menatap Yugyeom sebelum kembali memakan makanannya. Minhyun hanya bisa berdecak kagum.


         ''Excuse me.''
         ''Minyoung-ah,''
      Ketiga pria itu menengok kearah suara ribut yang baru saja terjadi. Mereka membulatkan matanya. Sedangkan Minyoung sedang tersenyum dan orang yang sedang dipegangnya hanya memalingkan mukanya. ''Boleh kami duduk disini?'' tanya Minyoung sambil menunjuk bangku kosong. Ketiga pria yang masih terkejut itu hanya menganggukkan kepala mereka.
       Minyoung mendudukkan dirinya dan orang yang tadi bersamanya. ''Yak Minyoung-ah,'' gumam orang itu. Minyoung menatap orang itu.
        ''Why, Mina-ya?'' tanya Minyoung bingung.

        Sungmin yang sudah tersadar langsung melanjutkan kembali makannya. ''Santai saja,'' ucapnya.
        Bukan hanya Mina dan Minyoung yang menatap Sungmin, tetapi Minhyun dan Yugyeom juga sama. ''Wae?'' tanya Sungmin yang merasa diperhatikan.
         ''Apa kami mengganggu?'' tanya Minyoung sedikit takut. Sungmin menatap Minyoung malas.
        ''Cepat makan makanan kalian, jika kalian tidak berniat memakannya seharusnya kalian tak usah membelinya!'' ucap Sungmin tanpa membalas pertanyaan Minyoung. ''Buang-buang uang saja!'' lanjutnya. Mina tercengang mendengar kalimat terakhir Sungmin.
       ''Cih.'' Mina berdecih. Semuanya yang berada di meja itu menengok ke arah Mina. ''Aku tidak menyangka ternyata kau mengerti arti membuang-buang uang!'' ucap Mina sinis.          ''Ada apa denganmu Mina-ssi?'' tanya Minhyun tak percaya. ''Kau tidak tau siapa Sungmin itu, jadi tak usah bicara yang tidak-tidak!'' ucap Sungmin tak terima.
        ''Sudahlah, kenapa kalian jadi bertengkar?'' tanya Sungmin malas. Lalu ia menatap Mina yang sedang menatapnya. ''Dengar ne Mina-san. Dari pada kau mengatakan hal tak berguna seperti tadi, lebih baik kau perhatikan saja dirimu.'' Sungmin mengusap rambut Mina, lalu ia berdiri dan menundukkan kepalanya, tepat di depan telinga Mina. ''Menangis seorang diri di taman, cih. Apa kau sedang mencari perhatian?'' bisiknya. Mina membulatkan matanya.
       Setelah membisikkan itu, Sungmin pergi dari sana, diikuti oleh Minhyun dan Yugyeom.
        Mina masih mematung, bahkan setelah Sungmin dan teman-temannya pergi entah kemana. Minyoung yang melihatnya menjadi khawatir.
         ''Are you okay, Mina-ya?'' tanyanya sambil memegang bahu Mina. Mina menengok dan menatap Minyoung dengan tatapan kosong. Setelahnya ia menggeleng, dan menghapus airmata yang tiba-tiba saja jatuh di pipinya. Minyoung yang melihatnya hanya bisa memeluk gadis yang baru saja menjadi temannya itu.






 *****+++*****






        ''Hei Sungmin-ah.''
        ''Wae Minhyun-ah?'' tanya Sungmin bosan. Ia masih kesal dengan perkataan Mina sewaktu mereka di kantin tadi.
         ''Apa kau masih kesal dengan wanita tadi? Hei aku penasaran apa yang kau katakan padanya hingga membuatnya membeku seperti itu?'' ucap Minhyun dengan bertanya diakhir kalimatnya. Ia juga sedang merangkul pundak Sungmin disisi kanan dan disisi kirinya terdapat Yugyeom.
         ''Berhentilah membicarakannya! Itu membuatku muak!''
        ''Araseo, araseo. Tapi ngomong-ngomong kita akan kemana?'' tanya Minhyun. Sungmin menghentikan jalannya. Ia berfikir sejenak.
        ''Kau benar, kita hanya berjalan sedari tadi, hemmmmm. Yugyeom-ah, apa kau ada ide mau kemana?'' tanya Sungmin pada Yugyeom. Namun yang ditanya hanya gugup. ''Yak ada apa denganmu, Yugyeom-ah?'' tanya Sungmin.
         ''Mianhae hyung,'' gumam Yugyeom sambil menundukkan kepalanya. Sungmin dan Minhyun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yugyeom.

.
.
.
.
.

       Dan disinilah mereka, setelah lelah memilih tempat yang akan mereka tuju, ruang latihan dance.
      ''Wah kau tau saja kalau aku memang sedang ingin menari!'' ucap Minhyun senang. Sungmin hanya memutar bola matanya malas.
      ''Siapa juga yang ingin tau kau itu mau menari apa tidak!'' jawab Sungmin. ''Aku kesini karna aku ingin menenangkan diri!'' lanjutnya sambil duduk di pojokkan.
       ''Heoh sudahlah!'' ucap Minhyun. ''Ouh Yugyeom-ah, bukankah kau suka menari?'' Yugyeom mengangguk. ''Mari kita menari bersama. Hemm lagu apa yang kau inginkan menjadi back song tarian kita?''
       ''Bagaimana kalau 2PM - I'll be back?'' saran Yugyeom. Minhyun mengangguk. Setelahnya musik mulai mengalun dan mereka pun mulai menari.
        Sementara yang lain sibuk menari, Sungmin malah sibuk memainkan ponselnya. Ia mendengarkan musik dari ponselnya itu dengan headset putih yang terpasang di telinganya.







 *****+++*****








         Mina terus murung selepas tadi ia dibisikkan hal itu oleh Sungmin. Ia tak habis pikir bagaimana bisa Sungmin mengetahui bahwa ia menangis menangis sewaktu di taman tempo hari. Padahal ia yakin saat itu taman sepi, tak ada orang satupun disana. Ia masih tak menyangka Sungmin bisa melihatnya.
        ''Mina-ya?'' ucap Minyoung menyadarkan Mina dari lamunannya, ia juga menatap Mina khawatir. Mina balik menatap Minyoung yang khawatir, ia tersenyum lalu menggeleng.
        ''Gwaenchana, Minyoung-ah.''
        ''Are you sure?'' Mina mengangguk.
        ''Sudah ne, apa kau mau jalan-jalan Minyoung-ah?'' Minyoung mengangguk menanggapi ajakan Mina.
        Akhirnya merekapun keluar dari asrama. Berjalan-jalan mencari udara segar untuk menenangkan pikiran Mina yang sedikit kacau sekaligus mengenalkan jalan-jalan kepada Minyoung yang baru kali ini menginjakkan kakinya di Korea. Negara nenek moyangnya. Memang karna dari kecil ia sudah terlahir di negeri Ratu Elizabeth, disana ia juga dikenal sebagai Charlene Song bukan Song Minyoung.

.
.

        ''Mau ke kedai kopi?'' tawar Mina saat mereka sudah cukup lama berjalan-jalan tanpa melakukan apapun. Minyoung menatap Mina sebentar sebelum mengangguk.
        Dan disinilah mereka, di kedai kopi Hottest. Mina duduk dan memberikan secangkir kopi kepada Minyoung. Minyoung menerimanya dan tersenyum. ''Thanks.'' Mina mengangguk.
        Mereka menatap keluar kedai, memperhatikan orang yang berlalu lalang, karna sekarang mereka sedang duduk di dekat jendela yang menghadap jalan raya.
        ''Mina-ya?'' panggil Minyoung. Mina yang sedang menatap jalan, menengok kearah Minyoung. ''Jihyo-ssi, apa dia orang yang....''
        ''Ne,'' potong Mina. ''Dia baik, tapi dia tegas. Jadi orang yang tidak mengenalnya akan mengira kalau dia itu sedikit ya err begitulah. Tapi dia baik koq,'' jelas Mina dengan senyum yang menghiasi bibirnya diakhir kalimatnya. Minyoung mengangguk.
         ''Tapi kemana dia sekarang?''
         ''Dia sedang pulang ke rumahnya.''
         Setelah mengatakannya, mereka kembali terdiam dalam kebisuan. Menikmati keheningan yang ada tanpa menyadari bahwa isi cangkir mereka telah kosong.






*****+++*****






        ''Hyung-ah,'' panggil Yugyeom dengan nada yang terdengar takut. Sungmin membuka matanya dan menatap Yugyeom lekat, ia membuka sebelah headset -nya. Yugyeom yang ditatap menjadi ciut sendiri. ''Minhyun hyung mengajak kita pergi ke kedai kopi, ia sudah menunggu diluar. Apa kau ingin pergi?'' tanya Yugyeom hati-hati.
          Sungmin nampak berfikir sebelum akhirnya ia mengangguk. Mereka pun keluar dari ruang latihan untuk pergi ke kedai kopi.

.
.
.
.

          ''Sepertinya wanita itu sangat membencimu,'' ucap Minhyun memecah keheningan. Sekarang mereka sedang berjalan menuju ke kedai kopi. Sungmin dan Yugyeom menatap Minhyun yang berada ditengah mereka. Minhyun yang merasa ditatap langsung menjelaskan, ''Myoui Mina. Sepertinya dia sangat membencimu. Memangnya kesalahan apa yang sudah kau perbuat padanya hingga dia membencimu, Sungmin-ah?'' Sungmin kembali menatap ke depan. ''Bukankah kalian sekelas?''
         ''Ne,'' jawabnya lemah setelah sebelumnya ia menggeleng. ''Aku juga tidak tau, tapi sepertinya kesan pertama dirinya terhadapku itu buruk,'' jelas Sungmin santai. ''Atau mungkin karna aku mengetahui hal memalukan baginya,'' gumam Sungmin kecil. Sampai Minhyun dan Yugyeompun tak dapat mendengarnya.
         Keheningan terjadi setelahnya sampai mereka tiba di kedai kopi. Sungmin membuka pintunya, ia akan masuk namun bersamaan dengan itu, ia bertatapan langsung dengan seorang gadis yang tadi menjadi bahan obrolan mereka, sedang berjalan keluar.
          ''Neo......''








*****+TBC+*****





02 Juli 2016

Waiting For You (Part 1) - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 1) - Upi Hwang [Chapter]









Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung, Kim Yugyeom (GOT7), Lee Areum.

Cameo      : Jung JinWoon (2AM).

Genre        : School-life.

Cover by    : Valeida Kim's Art

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









  Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









 Part 1

 Happy Reading!
 (Don't Like, don't read!)






 Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?




        Myoui Mina ia melangkahkan kakinya cepat memasuki gedung Hanlim Multi Art High School. Ia memasuki gedung itu dengan penuh keyakinan bahwa hari ini ia akan bertemu dengannya lagi, itulah yang ia fikirkan selama menjalani hidupnya.

        Mina menatap pengumuman yang terdapat di Mading sekolah. Itu adalah pembagian kelas, Mina dengan cepat mencari namanya. Dimanakah gerangan ia akan berada. Mina memperhatikan satu-persatu nama yang tercetak di mading itu. Hingga ia menemukan namanya di kelas 3-3.
       ''Mina-ya,'' panggil seseorang.  Mina, ia menengok, lalu ia tersenyum ketika mengetahui siapa yang memanggilnya.
       ''Jihyo-ya.'' Masih dengan senyumannya. ''Aku melihat kita satu kelas kali ini, Jihyo-ya,'' ucapnya.
       ''Jinjahyo?'' Mina mengangguk, lalu Jihyo menatap mading mencari namanya dan memang benar ia sekelas dengan Mina. Teman satu asramanya itu.
        Merekapun berjalan menjauhi mading, menuju ke kelas baru mereka. Dengan diiringi senyuman, mereka terus melangkah. Hingga ada yang menghadang mereka.
        ''Jeoseonghamnida, bisakah kau menyingkir dari jalan kami?'' tanya Mina sopan. Pria yang menghalangi jalan Mina dan Jihyo menengok dan menatap lekat Mina dan Jihyo secara bergantian.
        ''Jika aku tidak mau, bagaimana?'' tanya pria itu menantang.
        Mina mengerutkan keningnya, sedangkan Jihyo hanya menatap malas pria yang saat ini ada dihadapannya. ''Yak Choi Sungmin-ssi, menyingkirlah!'' ucap Jihyo dingin dan tegas. Mina dan pria yang bernama Sungmin itu menelan ludahnya dengan paksa.
         ''Araseo, araseo. Kenapa kau dingin sekali padaku, Jihyo-ssi,'' gerutu Sungmin sambil menyingkir dari jalan Mina dan Jihyo.

        ''Kau mengenalnya, Jihyo-ya?'' sebuah pertanyaan yang mendapat anggukan dari Jihyo.
        ''Dia teman sekelasku saat kelas dua,'' jawab Jihyo sambil duduk dibangkunya yang ia pilih ke empat dari depan kedua dari pintu masuk, dan kedua dari belakang. Mina duduk disampingnya, didekat pintu masuk.
        Mina mengangguk mendengarkan penjelasan Jihyo. ''Dan sekarang kalian sekelas lagi,'' gumam Mina sambil terkekeh. ''Pasti menyebalkan berteman dengan orang seperti dia,'' lanjutnya.
        ''Ouh itu terlalu menyakitkan nona,'' komentar seseorang yang baru duduk di bangku di belakang Mina.
        Mina dan Jihyo langsung menengok ke belakang dan menatap orang itu dengan tatapan terkejut.
         ''Kau.....'' pekik Mina dan Jihyo bersamaan.
        ''Ne, Choi Sungmin imnida,'' ucap orang itu sambil mengulurkan tangannya, namun uluran tangan itu hanya dibiarkan saja oleh Mina. ''Aigo, kau sama dinginnya dengan Jihyo-ssi,'' lanjutnya sebelum duduk dengan tenang. Karna Mina dan Jihyo sudah kembali menatap ke depan.

.
.
.
.
.

       Choi Sungmin, dia terkenal dengan rappernya dan kejahilannya tapi dibalik itu semua tak ada yang mengetahui bahwa Sungmin adalah seorang yang baik hati. Ia akan menolong siapapun yang tertindas, seperti pahlawan-pahlawan dalam manga jepang. Tak ada yang percaya akan hal itu, kecuali teman terdekatnya, yaitu Hwang Minhyun.
       ''Hei, mianhae, aku telat!'' ucap Minhyun sambil nyengir tanpa dosa. Sungmin menatap Minhyun malas.
        ''Sudahlah, kau jadi tidak ke toko buku?'' tanya Sungmin dengan malasnya karna ia sudah menunggu di pinggir jalan seperti saat ini sudah dari satu jam yang lalu.
       ''Tentu saja, aku tidak mau dimarahi Jinwoon sonsaengnim hanya karna tidak membawa buku yang dimintanya,'' jawab Minhyun sambil merangkul Sungmin. Mereka meninggalkan tempat itu dan pergi menuju ke toko buku.
       Sesampainya mereka di toko buku, wajah Sungmin masih terlihat bosan. Minhyun yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. ''Ouh ayolah Sungmin-ah,,,, jangan marah lagi ne?'' ucap Minhyun sambil merajuk.
       Sungmin menatap pria itu. ''Sudahlah, kau membuatku pusing!'' ucapnya sebelum meninggalkan Minhyun, ke sudut toko buku. Saat sedang melihat-lihat, ia tertarik pada sebuah buku. Ia mengambilnya, tapi di hadapannya ternyata ada juga seorang yang ingin mengambil buku tersebut.
        Sungmin mengerutkan keningnya. Lalu ia menarik lebih keras buku itu, namun karna orang itu juga tak mau kehilangan buku tersebut, akhirnya terjadilah tarik-menarik antara Sungmin dan orang yang ada di hadapannya. Sungmin yang jengah, melepaskan pegangannya pada buku itu bertepatan dengan itu, orang itu menarik buku tersebut lebih keras. Hingga terdengarlah suara jatuhan.
        Sungmin membulatkan matanya, lalu ia melihat orang yang terjatuh dengan tidak elitnya. Ia melihat seorang gadis yang mengenakan jeans putih panjangnya dan kaos merah berlengan pendek itu sedang terduduk sambil mengaduh kesakitan, di tangannya terdapat buku yang tadi ia dan gadis itu perebutkan.
         ''Nona, gwaenchana?'' tanya Sungmin sambil mendekat kearah gadis itu, ia juga mengulurkan tangannya guna membantu sang gadis berdiri.
         Gadis itu menengok. Dan didetik itu juga, baik Sungmin maupun gadis itu saling terkejut. ''Neo....'' ucap mereka bersamaan.
         ''Jadi kau yang menyebabkan ku terjatuh, Sungmin-ssi?'' tanya sang gadis sedikit kesal. Ia mencoba menahan amarahnya.
         Sungmin hanya menatap malas gadis itu, tangannya yang terulur juga sudah ia tarik kembali dan ia masukkan ke dalam saku celananya. ''Dengar ne Mina-ssi, kau yang menariknya jadi itu bukan salahku!'' ucap Sungmin setenang mungkin. Ia tak mau disalahkan, karna menurutnya itu bukanlah kesalahannya.
         ''Yak kau,,,,,,'' Mina akan marah, akan tetapi ia mengurungkannya. ''Araseo, gomen ne!'' lanjutnya sambil meninggalkan tempat itu menuju ke kasir untuk membayar buku yang sudah berhasil membuatnya jatuh.
         ''Gadis aneh!'' gumam Sungmin sambil menatap punggung Mina yang semakin menjauh.
         Minhyun yang mendengar suara kegaduhan dari arah Sungmin, langsung melihatnya. ''Ada apa?'' tanyanya seraya berjalan mendekat kearah Sungmin.
        Sungmin menengok, dan menggeleng. Kemudian ia mengambil buku asal dan membayarnya, begitu juga Minhyun. Sepertinya ia sudah menemukan buku yang sedang dicarinya.







*****+++*****






        Dilain tempat, ternyata Mina terus saja mencibir pria yang baru saja menyebabkan dirinya terjatuh. Ia masih berjalan kaki, hingga ia melihat papan iklan di jalan yang memperlihatkan seorang pria tampan dengan suaranya yang indah. Mina menatap pria itu sendu. ''Oppa,'' gumamnya. ''I'll waiting for you.'' Ia berjalan menjauh, meninggalkan tempat itu.

.
.
.
.
.
.
.

         ''Tadaima,'' ucapnya saat baru masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat Jihyo yang sedang berlatih vokal.
       ''Okaeri,'' jawab Jihyo singkat sebelum melanjutkan kembali kegiatannya yang sempat tertunda.
         Myoui Mina, orang jepang yang mendapat beasiswa penuh di Hanlim Multi Art High School dibidang menari. Memang, Mina sangat pandai menari, apalagi ballet. Tapi bukan hanya bakatnya saja yang jadi faktor beasiswa diberikan padanya. Itu juga karna kepintarannya. Bahkan saat pertama menginjakkan kakinya disini, Jihyo mengira Mina itu orang asli Korea, karna bahasa korea Mina yang sangat bagus. Jihyo sedikit mengerti bahasa jepang juga karna ia diajarkan oleh Mina.
         ''Arrrgh,'' teriak Mina sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur. Jihyo yang mendengarnya langsung menatap Mina, terkejut. Karna baru kali ini ia melihat Mina berteriak seperti itu.
        ''Ada apa Mina-ya?'' tanya Jihyo dengan tatapan khawatir. Mina melihatnya, lalu ia menggeleng.
       ''Mianhae mengganggu latihanmu, Jihyo-ya. Kau lanjutkan saja latihanmu, aku mau keluar sebentar,'' ujarnya seraya bangun dan memakai sepatu kets -nya.
        Jihyo menatap khawatir Mina yang baru saja beranjak dari kamar mereka. ''Mina-ya,'' gumamnya.

.
.
.

        Mina berjalan ke kantin untuk membeli minuman dingin di mesin minuman. Lalu ia melanjutkan jalannya ke taman. Ia duduk di salah satu bangku panjang yang terdapat di taman tersebut. Ia menghela nafasnya berat, entah untuk yang keberapa kalinya hari itu. Ia menatap hamparan rumput yang luas, setelahnya ia menatap langit. ''Youngjae oppa, bogoshippeo,'' gumamnya sambil meminum minuman kalengnya yang sudah tinggal setengah.
       Bukan hanya Mina yang sedang ada di taman itu, ternyata ada seorang lagi yang sedang memperhatikan Mina. Seseorang yang duduk di balik pohon besar yang terdapat di taman itu dengan buku di tangannya. Orang itu menatap Mina lekat, ia sudah memperhatikan Mina sedari Mina pertama kali datang ke taman ini. Karna orang itu sudah lebih dulu berada di tempat itu.
         Ia terus memperhatikan Mina hingga ia melihat gadis itu meneteskan sebutir air mata. Entah mengapa melihat hal itu membuat hatinya terasa sakit. Ia memegang dada bagian kirinya yang terasa sakit itu. ''Sebenernya ada apa denganku?'' gumamnya bertanya, ''kenapa hatiku sakit melihatnya menangis?'' lanjutnya.









 *****+++*****







         ''Hari ini, akan ada penambahan penghuni kamar bagi beberapa siswa-siswi. Dan ada perubahan teman sekamar juga,'' ucap Areum sunbaenim. ''Park Jihyo, Myoui Mina, kalian akan mendapat teman baru yang akan datang besok. Dia adalah Song Minyoung.'' Mina dan Jihyo mengangguk.
        ''Dan Choi Sungmin, Hwang Minhyun. Kalian akan sekamar dengan Kim Yugyeom,'' lanjutnya.
        Sungmin mengerutkan keningnya. Lalu ia mengangkat tangannya. Areum melihat itu, dan bukan hanya Areum yang melihatnya, tapi juga seluruh mata memandang kearah Sungmin. ''Ne, ada apa Sungmin-ssi?'' tanyanya.
        ''Kenapa harus di kamar kami?'' tanya Sungmin tak terima dengan penambahan orang di kamar mereka. Areum mengerutkan keningnya.
        ''Jadi kau keberatan dengan penambahan ini, Sungmin-ssi?'' Sungmin mengangguk malas. ''Sayang sekali, kalau kau keberatan, kau bisa tidur dilain tempat. Sungmin-ssi,'' komentar Areum dingin. Mendengar suaranya yang dingin dan menusuk, membuat hampir semua murid Hanlim Multi Art High School menelan ludahnya paksa.
       ''Ada lagi yang ingin ditanyakan?'' tanya Areum menatap semua murid. Mereka diam dan menunduk, namun lagi dan lagi tangan Sungmin terangkat. Minhyun yang melihatnya langsung mencoba menarik turun tangan Sungmin, namun terlambat karna Areum sudah melihatnya. ''Apa lagi?'' tanya Areum kesal sekaligus bosan.
       ''Bisakah aku kembali ke kamarku?'' tanya Sungmin malas. Semua orang menatapnya kembali. Tapi yang ditatap malah pergi begitu saja. Minhyun yang melihatnya menghela nafas, lalu ia membungkukkan badannya sebelum pergi menyusul Sungmin yang sudah berjalan lebih dulu.

. 
.
.

       Di dalam kamar, Sungmin langsung membaringkan tubuhnya ke kasur dengan sebelah tangan yang menutup kedua matanya. ''Yak ada apa, Sungmin-ah?'' tanya Minhyun ketika ia baru saja masuk. Tak ada jawaban. ''Yugyeom-ssi, dia orang yang menyenangkan jadi kau tenang.....''
        ''Aku tidak peduli!'' potong Sungmin tanpa melihat kearah Minhyun. Minhyun menghela nafasnya berat sebelum ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
       Minhyun membukanya, ternyata dia adalah Kim Yugyeom dengan koper dan buku-bukunya. ''Maafkan aku sunbaenim, aku.....''
       ''Masuklah!'' ucap Minhyun memotong perkataan Yugyeom yang terlihat takut, ia juga membantu Yugyeom membawa koper, lalu ia menaruhnya di sudut kamar.
        Yugyeom masuk dan melihat Sungmin yang sedang tertidur dengan tangan yang menutupi matanya. ''Sungmin sunbae maafkan aku,'' gumamnya.
        ''Berhentilah bergumam dan tidurlah!'' komentar Sungmin masih dengan posisi yang sama. Yugyeom membulatkan matanya kala mendengar ucapan Sungmin. Ia tidak menyangka Sungmin akan mendengar gumamannya.
         ''Ah sudahlah, biarkan dia Yugyeom-ah, kau tidurlah!'' ucap Minhyun sambil mendorong Yugyeom untuk ke kasurnya. ''Dia memang seperti itu, jadi kau tak usah khawatir!'' lanjut Minhyun sambil naik ke kasur nya yang berada di atas kasur Yugyeom.










*****+++*****







        ''Heoh, apa-apaan pria itu?'' ucap Mina masih tak percaya dengan apa yang terjadi di aula asrama tadi. ''Bisa-bisanya dia membantah perkataan Areum sunbaenim,'' gerutunya.
         ''Yah begitulah dia, Choi Sungmin,'' ucap Jihyo sambil berjalan naik ke kasurnya. ''Sudah malam, lebih baik kita tidur.'' Mina mengangguk.  Kemudian mereka tertidur.





.
.
.
.

        Tok tok tok,


       Mina membuka pintunya dan menatap orang yang baru saja membuat suara di pintunya itu. ''Hallo,'' ucapnya sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajah Mina, namun Mina hanya diam melamun.
      Orang itu mengerutkan keningnya, hingga suara Jihyo menginterupsi. ''Mina-ya, nuguya?''
       ''Ah ige,........''



          


 *****+ TBC +*****





27 Juni 2016



Powered by Blogger.

Translate

Labels

15& 2AM 2NE1 2PM 5Dolls 9Muses After School Ahn Eunjin Ahn Seo Hyun Ahn Sohee auliasyalwa B.A.P B1A4 Bae Sun Mi Bae Suzy Baek A Yeon Baek Azizah Baek Yebin Baek Yerin Bambam Baro Bestie Big Bang Boyfriend Brothership BTOB BTS Byun Baekhyun Cha Hyun Rin Chapter Cho Kyuhyun Choi Hanny Choi Seung Hyun Choi Seungri Choi Siwon Choi Sungmin Choi Youngjae Cholict Click-B CNBLUE Comedy D.O Davichi DAY6 DIA Do Kyung Soo Donghyun Drama Eunhyuk EXO EXO-K EXO-M F.T. Island Fafiter Challenge Family FANFICTION Fantasy Friendship GFriend Girls' Generation Go Ahra GOT7 Ham Eunjung Han Hye Sun Han Hyo Joo Han Hyori Han Nayeon Hurt Hwang Chansung Hwang Minhyun Im Yoona Jang Geun Suk Jang Wooyoung Jenny Jeon Boram Jia Jinyoung Joo Ji Hoon Jr Jung Ho Seok Jung Il Woo Jung Jinwoon Jung Min Joo Jung Yerin Jung Yong Hwa Juniel Kaeun Kang Hye Ri Kang Hyo Rya Kang Min Hyuk Kang Yo Ra Kang Young Hyun Khunpimook Bhuwakul Kim Bum Kim Dani Kim Hanny Kim Hanny/Choi Hanny Kim Ji Ah Kim Jong In Kim Jong Woon Kim Min Jung Kim Nam Gil Kim Nam Joon Kim Nana Kim Naya Kim Seok Jin Kim So Eun Kim Soo Hyun Kim Sookyu Kim Wonpil Kim Woo Bin Kim Yugyeom Kris Wu Krystal Jung Lee Areum Lee Donghae Lee Hae Na Lee Hyo Jin Lee Hyo Ra Lee Hyukjae Lee Jae In Lee Jang Woo Lee Ji Eun Lee Jong Suk Lee Junho Lee Keina Lee Keumjo Lee Min Ho Lee Qri Lee Seung Gi Lee Sungmin Lee Sunny Lee Yo Won Married-life MellyTaenggo MeloDrama Min Yoon Gi Mistery Myoui Mina Na Haeryung Nam Gyuri Nichkhun Horvejkul Noh Lee Young NU'EST OC Oh Ha Ni Oh Jong Hyuk Ok Taecyeon OneShoot Park Chan Yeol Park Hyomin Park Jae Hyung Park Ji Eun Park Jihyo Park Jimin Park Jiyeon Park Keyla Park Se-young Park Shin Hye Park Soyeon Park Sungjin Park Yeon Jung Rap Monster Risma Song Romance Romantic Roy Kim Ryewook Sandara Park Sandeul School-life SeoHyun Sequel Shannon William Song Minyoung Sowon SPEED Sung Hyun Jae Super Junior T-Ara The Ark Tiffany Hwang Tiramisuu Latté TOP Trilogi Twice TwoShoot U-Kiss Upi Hwang V Wonder Girls Yaoi Yesung Yoo Youngjae Yook Sung Jae Yoon Dowoon Yoon Eun Hye Young K Yuna Kim