Showing posts with label Han Nayeon. Show all posts

Evil & Angel (Part 2) [End] - Upi Hwang [TwoShoot]

Evil  & Angel (Part 2) [End] - Upi Hwang [TwoShoot]





Cast             : Han Hyo Joo, Lee Seung Gi, Go Ahra.
Other Cast : Han Nayeon, Kim Seok Jin dll
Author       : Upi Hwang
Cover by    : Blue Design
Genre         : Fantasy, Romance and Hurt.
Lenght       : TwoShoot.




Part 2



            # I want always with you, we walk together. #





     Nayeon sedang menonton tv dengan bosan, terlihat dengan gerakan jarinya yang selalu memindahkan channel tv.
     Wajahnya sering kali berpaling memandang kearah jam yang tergantung di dinding. Raut wajahnya menjadi khawatir ketika waktu menunjukkan pukul 23.45 Kst.
     Nayeon gusar, karna sang kakak belum juga pulang, ditambah lagi dengan tidak adanya kabar dari sang kakak. Nayeon yang frustasi karna sang kaka tak memberinya kabar, menelpon Seok Jin. Teman sekaligus kekasihnya.
     ''Yoboseyo,'' terdengar suara mengantuk dari sambungan telpon.
      ''Jin-ah, cepatlah kemari, kumohon!'' pinta Nayeon dengan nada panik.
     ''Hei Nayeon-ah, wae?'' tanya Seok Jin mencoba untuk menenangkan Nayeon.
     ''Eonni Hyo Joo eonni belum kembali, dan ponselnya tidak bisa ku hubungi, aku takut Jin-ah.'' jawab  Nayeon gemetar.
      ''Ne, kau tenang dulu ne, aku akan kesana.'' ucap Seok Jin.
  Tuuuts tuuuuts tuuuuuts, sambungan terputus.


      Seok Jin segera bergegas dan ketika ia melewati kamar Lee Seung Gi, ia hanya menengok karna kamar itu sepi.
    ''Seung Gi hyung belum pulang?'' gumam Seok Jin. Sebenarnya ia penasaran, namun karna ia teringat akan sosok Nayeon yang khawatir, ia tidak memperdulikan keberadaan hyungnya saat ini.

    Hanya Lima belas menit waktu  bagi Seok Jin mengendarai motornya menuju kerumah Nayeon. Karna ia mengendarai dengan kecepatan penuh.
    ''Nayeon-ah,'' teriaknya menghampiri Nayeon yang sedang mondar-mandir didepan tv, bahkan sekarang tv itu terabaikan oleh pemiliknya.
     Nayeon melihat Seok Jin yang sedang berjalan mendekat menuju kearahnya.
    ''Jin-ah, aku takut eonni dalam bahaya,'' ucap Nayeon lirih.
     ''Hei, Nayeon-ah, berhentilah berfikiran yang tidak-tidak! Dan tenanglah.'' ucap Seok Jin sambil memegang kedua pundak Nayeon, ia mencoba membuat Nayeon tenang.
     ''Tapi,,,''
     ''Ssssst.......'' sela Seok Jin.


      Selamat malam pemirsa,
   Pihak Kepolisian seoul mengabarkan, bahwa ada seorang wanita tua melihat seorang mayat berjenis kelamin wanita, tengah mengapung di aliran sungai Han.


    Deg-  sebuah berita yang mampu membuat Nayeon dan Seok Jin menegang seketika. Nayeon dan Seok Jin langsung mengalihkan pandangan kearah tv.
    ''Jin-ah, itu bukan eonni ku kan?'' tanya Nayeon saat terlihat para polisi itu mengangkat seorang Jenazah yang mengenakan pakaian yang sama persis dengan Hyo Joo saat Hyo Joo pergi tadi pagi.
    ''Nayeon-ah, kau tenang saja ne, itu bukan Hyo Joo noona!'' ucap Seok Jin mencoba menguatkan dan meyakinkan Nayeon, walaupun ia sendiri juga sedikit ragu. Tak lama berselang, ponsel Nayeon berdering.

     I'll be back, neon dashi nareul chajeul geoya
    Geuttae dashi naega ol geoya
    Geu nugu do neoreul naboda sarang hal sun.

 Tanpa menunggu lam, Nayeon langsung mengangkatnya.
     ''Yoboseyo, Han Nayeon imnida.''
     ''Yoboseyo, Nayeon-ssi. Disini kantor polisi Seoul, ingin memberitahukan bahwa Han Hyo Joo-ssi sudah dinyatakan meninggal dunia,,,,,,,,,''
Deg, Nayeon sudah tak sanggup mendengar penjelasan sang polisi, tanpa fikir panjang lagi ia langsung berlari keluar.
      Nayeon dan Seok Jin langsung pergi ke kantor polisi untuk memastikan bahwa jenazah yang mereka temukan itu Han Hyo Joo apa bukan. Tak butuh waktu lama bagi Seok Jin untuk sampai di kantor polisi, karna selain dengan kecepatan penuh, suasana jalanan pun agak sepi.

      Nayeon berjalan mendahului Seok Jin menuju keruang otopsi. Saat masuk disana, berdiri beberapa polisi dan seorang dokter yang baru saja selesai melakukan otopsi, sepertinya.
    Salah seorang polisi berjalan memdejat kearah Nayeon, sambil memberikan sebuah tas. Tas yang Nayeon ketahui adalah milik kakaknya. Nayeon mengambilnya dengan tangan yang bergetar, namun belum sempat Nayeon mengambilnya, tas itu sudah diambil oleh Seok Jin.
     ''Khamsamnida,'' ucapnya sambil menundukkan kepala. Sang polisi tersenyum simpul dan mempersilahkan mereka melihat jenazah yang berada dihadapan mereka saat ini. Dengan gerakan lambat, kaki itu melangkah mendekat kearah wanita yang tergelak tak berdaya, dan tangan itu membuka kain yang menutupi wajah jenazah itu.
       Setelah kain itu terbuka, terlihatlah wanita yang wajahnya sudah tak diketahui. Nayeon menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ia menggeleng mencoba menepis bahwa yang ada di depannya saat in adalah jenazah dari sang kakak.
       Akan tetapi, semakin ia mencoba, semua fakta akan menunjukkan benar itu adalah kakaknya. Karna tak sanggup menerima semuanya, Nayeon pun jatuh pingsan. Seok Jin segera membawa Nayeon menjauhi tempat itu.





    @Busan,

       ''Enghh,'' erang seseorang.
      '' Ouh kau sudah sadar?'' tanya seorang nenek yang melihat wanita yang dirawatnya sudah membuka matanya.
       ''Aku dimana halmeoni?'' tanya wanita itu mencoba duduk. ''Aaawwww,'' runtihnya sa,bil memegang kepalanya yang diperban. Sang nenek yang melihat itu, langsung membantu wanita itu untuk duduk.
      ''Kau di rumahku nak, aku menemukanmu dipinggir pelabuhan dengan darah yang terus mengalir di keningmu.'' jelas sang nenek.
      Jadi aku masih hidup? Jiwaku tidak tersegel? Kenapa? Dan kenapa bisa nenek ini yang menemukanku? Batin wanita itu.
      ''Lalu nenek siapa?'' tanya wanita itu,
      ''Aku Kim Si Yeon, orang - orang biasa memanggilku nenek Kim.'' wanita itu hanya mengangguk. ''Lalu siapa namamu nak?'' tanya balik nenek Kim. Wanita itu hanya terdiam membisu, dia tidak tau harus memberitahu atau tidak. ''Akh nenek baru ingat! Namamu Han Hyo Joo,''
        Wanita itu menatap bingung pada sang nenek, kenapa nenek Kim bisa mengetahuinya? Tanyanya dalam hati.
     ''Bagaimana halmeoni bisa yakin jika itu namaku? Padahal aku sendiri tidak tau namaku?'' tanya wanita yang bernama Hyo Joo itu berbohong. Ya, dia memutuskan berbohong, karna ia tidak mau membuat orang lain tau akan asal-usul dirinya. Nenek Kim tersenyum, ia mengambil sesuatu di nakas yang berada disamping tempat tidur Hyo Joo saat ini dan memberikannya.
      ''Ini, aku menemukannya dikantong coatmu.'' ucapnya, Hyo Joo mengambil benda itu, sebuah saputangan dengan bordir Han Hyo Joo, itu bordiran tangan milik adiknya.
       Tidak salah lagi, ini bordiran pertama adiknya, Han Nayeon. Hyo Joo menatap saputangan itu, lalu ia menangis.



    Dua hari setelahnya,


   Pemakamanpun dilaksanakan.
  Nayeon mengenakan Hanbok hitam dengan pita putih di rambutnya, yang dikepang.
   Disampingnya berdiri Seok Jin, yang mengenakan pakaian yang senada. Ia terus memegangi pundak Nayeon, ia selalu mendampingi Nayeon.
    Suasana berduka menyelimuti ruangan itu. Nayeon, matanya bengkak akibat ia terus saja menangis. Badannya kurus, karna sudah dua hari ini ia tidak makan.
    Sorenya, jenazahpun diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir. Sedikit demi sedikit, orang-orang yang mengantar jenazah pulang, hingga hanya menyisahkan Nayeon dan Seok Jin saja disana.
    ''Eonni.......''
    ''Sudahlah Nayeon-ah, kajja kita pulang.'' ajak Seok Jin. Nayeon yang sudah lelah, hanya bisa mengangguk.


_________________________________________


     ''Darimana saja kau hyung, selama dua hari ini?'' tanya Seok Jin, ketika ia melihat Seung Gi baru menampakkan batang hidungnya. Seung Gi diam saja. ''Sudah kuduga!'' ucap Seok Jin dengan nada dingin terdengar disana. Lalu ia berjalan melewati Seung Gi dengan membawa sebuah koper dan tas ransel.
     ''Mau kemana kau?'' tanya Seung Gi yang melihat barang bawaan Seok Jin.
    ''Aku mau pergi ke rumah Nayeon dan tinggal disana! Aku juga akan melindunginya, aku akan melindungi wanita yang kucintai!'' ucap Seok Jin datar namun menusuk. Setelahnya ia berlalu dari sana.
    Kalimat terakhir Seok Jin terus saja terngiang dikepala Seung Gi. Seung Gi mengambil hadiah yang diberikan Hyo Joo untuknya.
    Ia menatap wajahnya yang terlukis indah di kanvas yang dibalut bingkai itu, setelahnya ia menangis, ''Mianhae,'' gumamnya berkali-kali


 ____________________


    Telah lama hari itu berlalu, tepatnya sudah enam bulan berlalu, Seung Gi sudah berubah, tak  ada lagi senyum hangat diwajahnya. Tak ada lagi senyum kesan ramah didirinya.
    Seok Jin sekarang sudah tidak terlalu marah pada Seung Gi. Apalagi melihat keadaan Seung Gi sekarang. Nayeon juga menyuruh Seok Jin untuk tinggal lagi bersama Seung Gi, namun Seok Jin menolak, dengan alasan tidak bisa meninggalkan Nayeon sendirian.
    Seung Gi tak mempermasalahkan hal itu, yang asal Seok Jin masih mau berbicara padanya saja itu sudah cukup, itulah yang ia pikirkan.
    Dan sekarang ini mereka bertiga sedang berada dikedai Samgyeopsal.
    ''Oppa, liburan musim panas ini, oppa mau kemana?'' tanya Nayeon sambil memperhatikan Seung Gi dan Seok Jin memanggang daging.
    ''Sepertinya aku akan ke Busan.'' ucap Seung Gi.
    ''Kenapa ke Busan hyung?'' tanya Seok Jin yang mendapat anggukan dari Nayeon. Seung Gi hanya mengangkat bahunya.
    ''Kapan kau akan berangkat oppa?''
    ''Mungkin besok!'' jawab Seung Gi santai. Seok Jin dan Nayeon hanya mengangguk.



 ____________________



      Seung Gi Pov.

    Hari ini aku berada di Busan untuk beberapa hari kedepan. Entah mengapa dari sekian banyak tempat, aku hanya ingin ke tempat ini.
    Sesampainya aku di pelabuhan, ku langsung melangkahkan kakiku menyusuri pantai dengan ransel tersampir di pundak kananku. Kaki ku terus berjalan, hingga ku melihat seorang gadis berjalan cukup jauh didepanku. Seorang gadis dengan dress biru laut selututnya. Rambutnya yang panjang tergerai dan bergerak menutupi siluet wajahnya yang cantik.
    Saat ku perhatikan lagi, wajahnya seperti gadis yang mampu mengisi hatiku. Yah dia adalah Han Hyo Joo, tapi apakah itu mungkin?


   Seung Gi Pov end.


      Gadis itu menengok kearah Seung Gi, ketika Seung Gi tak menyadarinya. Dan mata gadis itu membulat sempurna ketika melihat Seung Gi.
    ''Omona,'' pekiknya tertahan, ia benar - benar terkejut, saat itu ia menyadari bahwa Seung Gi melihat kearahnya, dan ia pun langsung mengalihkan pandangannya, dan berjalan menjauhi tempat itu menuju keramaian dan berbaur disana.
    Seung Gi mencoba mengejar gadis itu, namun nihil, karna sang gadis sudah menghilang dari penglihatannya. Akhirnya Seung Gi pun menutuskan untuk kembali ke penginapan yang akan ia tinggali untuk beberapa hari kedepan.
    ''Mianhae Seung Gi-ah!'' ucap gadis itu yang tak lain adalah Han Hyo Joo.
 Yah entah mengapa setelah penyegelan itu, Hyo Joo tidak meninggal, walaupun pada saat itu tubuhnya berubah menjadi kupu-kupu kecil, tapi ia tidak meninggal.
    Ia malah terdampar di Busan, dan entah takdir apa yang sudah direncanakan oleh sang Maha Kuasa, yang jelas ia mengetahui bahwa ia dipertemukan kembali dengan Angelnya, di pulau ini, Busan.
    Dan ia bersyukur bisa menghindari Seung Gi.



   Malam hari di penginapan, Seung Gi tak bisa memejamkan matanya. Pikirannya selalu tertuju pada gadis yang tadi ia lihat di pelabuhan.
   ''Aku yakin tadi itu dia!'' ucap Seung Gi masih dengan posisi tidur - tidurannya. ''Tapi kenapa ia menghindariku?'' tanyanya selanjutnya. ''Aaarrrrrrrgh,'' teriaknya frustasi, karna tak jua mendapat jawaban setelah lama berfikir. Waktu yang terus berjalan membuatnya mengantuk, sebelum ia benar-benar memejamkan matanya.


    Mata yang terpejam itu mengerjap berkali-kali ketika sinar mentari memasuki kamarnya. Matanya yang terbuka menatap sosok yang kini berada didepannya. Sosok seorang gadis dengan dress putih panjangnya, rambutnya tergerai.
    ''Hyo Joo-ah?'' tanya pemilik sang mata dengan nada yang sangat membutuhkan keyakinan. Gadis itu mengangguk.
    ''Ne Seung Gi-ah, apa kabar?'' ucap Hyo Joo lengkap dengan senyuman indahnya. Seung Gi terkekeh mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Hyo Joo.
    Hyo Joo yang melihat itu, memanyunkan bibirnya dan ia mendengus. ''Yak Seung Gi-ah jangan tertawa!''
    ''Hahahaha, mianhae Hyo Joo-ah, jeongmal,'' ucap Seung Gi sambil memegangi perutnya yang mulai sakit karna tertawa.
      ''Aku baik. Hei ada apa denganmu? Kenapa kau berbeda sekali hari ini?'' ucap Seung Gi masih terus memperhatikan Hyo Joo.
    Hyo Joo tersenyum.
    ''Aku ingin berjalan bersamamu, di pantai sore ini Seung Gi-ah,'' ucapnya.



    ''Hyo Joo-ah,'' teriak Seung Gi ketika ia terbangun dari tidurnya. ''Huh ternyata hanya mimpi.'' ucap Seung Gi. Ia duduk termangu. ''Tapi apa maksudnya tadi?''
   Seung Gi yang lelah, bangkit dan duduknya menuju kamar mandi. Setelah mandi ia memutuskan untuk berjalan-jalan.
    Cukup lama ia berjalan-jalan mengelilingi kota Busan ini, dan terasa pula waktu sudah menunjukkan pukul 17. 15 Kst. Ia memutuskan untuk kembali dan teringat akan mimpinya tadi malam. Hal itu membuatnya menyempatkan diri untuk singgah di pantai pertama kali ia melihat sosok Hyo Joo.
    Disinilah dia, disalah satu pantai yang terdapat di Busan. Ia mengenakan pakaian kasual, berjalan-jalan di pantai, dan waktu sudah mulai senja. Ia menundukkan wajahnya, lalu ia mengangkat wajahnya, saat itulah ia melihat gadis kemarin ditempat yang sama dengan dress yang berbeda. Seung Gi yakin itu adalah Hyo Joo, tapi karna ia takut kehilangan jejak Hyo Joo lagi, ia hanya mengikuti jalan Hyo Joo.
    Mereka berjalan beriringan. Dan tanpa sepengetahuan Hyo Joo, Seung Gi mengikutinya sampai didepan rumahnya.
    Hyo Joo yang merasa diikuti, menengok setelah ia berada di perkarangan rumahnya. Bersamaan dengan itu, Seung Gi berbalik dan menyandarkan punggungnya di tembok samping gerbang rumah Hyo Joo.
    Hyo Joo yang tak melihat apapun hanya bisa masuk kedalam rumahnya dengan hati yang penuh tanda tanya.
    Seung Gi yang bersandar pada tembok itu hanya bisa menangis, karna ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Evil yang ia segel sekaligus ia cintai, masih hidup. Dan ia bersyukur atas hal itu. Ia pun memutuskan untuk pulang setelah lama berdiam disana.


     Keesokkan paginya, entah mengapa Seung Gi sudah terbangun disaat matahari belum menampakkan wujudnya. Ia bergegas membersihkan tubuhnya. Dan entah mengapa ia ingin sekali mengunjungi pantai kemarin.
    Lalu tanpa menunggu waktu lama, ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju kesana, padahal waktu masih menunjukkan 05.30 Kst. Ia yang mengenakan jeans selutut berwarna putih dan kaos berlengan pendek dengan warna yang sama dibalut dengan kemeja lengan panjang berwarna biru laut, yang tangan bajunya di gulung hingga kesiku, itu sedang menyusuri pasir pantai yang masih sepi dari pengunjung.
    Sesekali matanya memandang ke air laut, ia melanjutkan jalannya dengan wajahnya yang tertu duk, ia menatap hamparan pasir yang sedang menjadi pijakannya sekarang.
    Dan wajah itu terangkat ketika ia menyadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikannya. Ia melihat Hyo Joo yang sedang tersenyum manis kepadanya. Hyo Joo terlihat mengenakan dress merah muda sedikit diatas lutut dengan rambut panjangnya yang tergerai.
    Seung Gi mengerjapkan matanya berkali-kali dan itu memang benar Hyo Joo, Hyo Joo yang sedang berjalan menuju kearahnya.
    Dan disinilah Hyo Joo, dihadapan Seung Gi yang sedang memeluknya. Di udara pagi yang sejuk, dihadapan air laut yang jernih dan tenang.
    ''Hyo Joo-ah,,,,'' gumam Seung Gi lirih.
    ''Ne Seung Gi-ah, ini aku.'' jawab Hyo Joo masih dengan senyuman indahnya.
    ''Ku kira kau........''
     ''Ne, aku juga mengira seperti itu,'' sela Hyo Joo, ''Tapi nyatanya tidak.'' Seung Gi mengangkat tangannya untuk memeluk tubuh yang ada didepannya saat ini.
     ''Saranghae,,,,,,,,''
     ''Nado saranghae,'' balas Hyo Joo.

    Matahari pagi dan lautan itu serta pasir ini menjadi saksi bisu kedua pasangan yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan itu.

   Pasangan yang mustahil untuk bersama, namun nyatanya mereka bersatu, setelah mereka terpisah oleh waktu. Dan dipertemukan disini, disalah satu pantai yang berada di Busan.




            .........End......

Evil & Angel (Part 1) - Upi Hwang [TwoShoot]

Evil  & Angel (Part 1) - Upi Hwang [TwoShoot]





Cast             : Han Hyo Joo, Lee Seung Gi, Go Ahra.
Other Cast : Han Nayeon, Kim Seok Jin dll
Author       : Upi Hwang
Cover by    : Blue Design
Genre         : Fantasy, Romance, Family and Hurt.
Lenght       : TwoShoot.





Part 1



 # I want always with you, we walk together. #




      ''Yak berhentilah menggangguku!'' marah namja itu,
     ''kau itu kenapa sih?'' tanya sang yeoja seksi tersebut. Namja tadi menengok dan melihat wajah sang yeoja yang cemberut.
     ''Mianhae Ahra-ah, hari ini bisa tidak, kau tidak menggangguku?''  tanya namja itu melembut. Yeoja seksi itu kembali menunjukkan wajah cerahnya.
      ''Baiklah, tadinya aku mau mengajakmu makan siang bersama, tapi sepertinya kau benar-benar sibuk Seung Gi-ah.'' ucap sang yeoja seksi yang bernama Ahra itu. Ahra meninggalkan Seung Gi yang masih sibuk dengan tugas- tugas kuliahnya.
      Setelah lama bergelut dengan tugas - tugasnya, Seung Gi pun beranjak dari bangku taman menuju kantin, saat akan masuk, 'Sudah lama aku tidak merasakan aura ini,' batin Seung Gi. Seung Gi melihat yeoja yang baru berjalan keluar. Apakah dia? Tanya Seung Gi dalam hati. Yeoja yang diperhatikan Seung Gi semakin menjauh.
     Seung Gi pun melanjutkan tujuan awalnya yaitu membeli minuman di kantin.



Waktu pun berlalu.
     Sekarang Seung Gi sudah pulang, ditengah perjalanan pulangnya, ia  melihat seorang gadis remaja sedang menangis. Seung Gi pun turun dari mobilnya.
    ''Ada apa adik manis?'' tanya Seung Gi sembari berjongkok di depan sang gadis. Gadis itu mengangkat wajahnya.
     ''Oppa, tasku di rampok!'' ucapnya.
     ''Dimana rumahmu? Biar oppa antar!'' tanya Seung Gi.
    Seung Gi mengantar sang gadis yang ternyata bernama Han Nayeon, itu pulang.
Sesampainya di rumah, Nayeon mencegah Seung Gi untuk pulang.
    Di dalam rumah, Seung Gi mengerutkan keningnya.
    ''Oppa, kau tunggulah disini! Aku akan memanggil eonniku dulu.'' ucap Nayeon Seung Gi mengangguk. Tak lama turunlah seorang yeoja. Yeppeuda, hajiman aura ini, dia bukan manusia! Ucap Seung Gi dalam hati. Sang yeoja yang turun itu tak lain adalah Han Hyo Joo kakak dari Han Nayeon, anak Desaign grafish.
       ''Ouh dia kan,,,,,,,,,,'' gumam Hyo Joo.



Flashback.

     ''Hyung, berikanlah aku uang,,,,''
     ''Yak, Jin-ah berhentilah meminta uang dariku! Atau kau kulaporkan ke Ahjumma.'' ancam orang yang di panggil Hyung,
      ''Araseo hyung, tapi pinjamkanlah bukumu......''
     Itulah suara ribut yang di dengar oleh Hyo Joo disaat Hyo Joo sedang berjalan- jalan di taman.
Hyo Joo memperhatikan namja yang dipanggil Hyung tadi, Lalu ia terkekeh.
     ''Tampan!'' ucapnya jujur. Kemudian ia mengeluarkan buku sketsa beserta pensil. Setelahnya ia menggambar wajah sang namja tanpa diketahui oleh sang namja.

   Flashback End.




       ''Hyo Joo eonni, perkenalkan ini Lee Seung Gi oppa, dia yang menolongku.'' ujar Nayeon kepada Hyo Joo. ''Dan Oppa, ini eonniku, Han Hyo Joo. Cantikkan?'' ucap Nayeon sambil menyengir. Seung Gi mengangguk. Nayeon meninggalkan mereka berdua, cukup lama terdiam.
      ''Kau, sebenarnya siapa kau?'' tanya Seung Gi dingin, Hyo Joo menatap Seung Gi dengan tatapan sedikit terkejut namun tetap tenang.
     ''Kau merasakannya bukan?'' tanya balik  Hyo Joo sambil tersenyum miris.
       ''Lalu sampai kapan kau mau bertahan? Cepatlah pergi dan jangan ganggu para manusia!'' jawab Seung Gi masih dengan nada yang sama, dingin. Hyo Joo menatap Seung Gi tak percaya.
       ''Aku akan pergi, tapi tidak sekarang!'' jawab Hyo Joo tegas, ia berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya, namun ketika ia berada di tengah anak tangga, ia menghentikan jalannya dan kembali menghadap kearah Seung Gi. ''Kau tenang saja, ketika hari itu tiba, aku akan menyerahkan diriku kepadamu, karna aku ingin kau menjadi Angel yang menyegelku!''  ucap nya. ''Ah satu lagi, kuharap saat hari itu tiba, kau mempunyai pisau itu.'' lanjutnya sebelum benar- benar menghilang.
    Tak lama bel berbunyi dan masuklah seseorang yang tak lain adalah Seok Jin, teman dekat Nayeon. Bersamaan dengan itu, Nayeon muncul dari arah dapur membawa tiga cangkir minuman.
      ''Nayeon-ah, gwaenchana?'' tanya Seok Jin
      ''Yak Jin-ah, berhentilah seperti ini. Aku tidak apa-apa!''

      Seung Gi melihat pertengkaran kecil yang terjadi di depannya saat ini. Seok Jin menengok.
     ''Hyung, kau sedang apa disini?'' tanya Seok Jin pada Seung Gi.
     ''Kau sendiri sedang apa disini?'' tanya balik Seung Gi, ''Ah aku mengerti, Nayeon itu pasti pacarmu kan?'' terka Seung Gi. Nayeon hanya melongo melihat keakraban mereka berdua.
      ''Ah ngomong-ngomong, dimana Hyo Joo eonni?'' tanya Nayeon.
     ''Ouh eonnimu, masuk ke kamarnya.'' jawab Seung Gi.
     ''Yak Hyung, kau belum menjawab pertanyaanku!'' kesal Seok Jin.
     ''Jin-ah, Seung Gi oppa yang menolongku.'' ucap Nayeon lembut.
     '' Jeongmal?'' Nayeon mengangguk.
     ''Ah lebih baik aku pulang, sudah ada Seok Jin disini.'' Nayeon dan Seok Jin mengangguk.
     ''Ne oppa, hati-hatilah dijalan!'' ucap Nayeon.





--------------------------



          ''Sejak kapan kau mengenal mereka?'' tanya Seung Gi, ketika Seok Jin baru pulang. Memang mereka adalah saudara sepupu, sudah dua tahun mereka tinggal bersama.
     ''Sudah hampir satu tahun,'' jawab Seok Jin santai.
      ''Kenapa kau tidak memberitahunya padaku?'' tanya Seung Gi dingin.
      ''Ah, rupanya hyung sudah merasakannya,'' ucap Seok Jin dengan nada santainya. ''Hyung ku mohon jangan ganggu mereka!'' lanjutnya.
      ''Apa maksudmu?''
      ''Nayeon adalah manusia, namun sejak kecil dia sudah di rawat oleh sang kakak, yang notabennya adalah jelmaan sang Evil. Hyo Joo noona adalah orang baik hyung,'' jelas Seok Jin lirih. Hening terjadi diantara mereka sebelum,
        ''Kau benar Jin-ah, dia memang wanita yang baik, bahkan akupun menyukainya.'' jujur Seung Gi lirih, Seok Jin mengerutkan keningnya.


     Flashback


     Brugh, suara buku berjatuhan akibat tabrakan dua manusia berbeda jenis. Sang yeoja membereskan buku - bukunya yang berjatuhan.
     ''Mianhamnida.'' ucapnya menunduk, setelahnya sang yeoja berlalu, tapi tunggu, sang namja yang tak lain adalah Seung Gi, menemukan salah satu buku dari buku sang yeoja, tertinggal di jalan itu. Seung Gi mengambilnya, sebuah buku bersampul dengan ukiran Han Hyo Joo terdapat di pojok kanan bawah sampul. Seung Gi mencoba mengejar, hingga ia melihat objek yang sedang ia cari, sedang berbicara dengan seorang anak kecil yang menangis. Gadis itu tampak tersenyum dan membujuk sang anak, karna terlihat dia menyodorkan sebuah lollipop. Sang anak kecil mengambilnya dan anak itu berhenti menangis setelahnya.
     Gadis yang baik hati, itulah kesan pertama Seung Gi pada sang gadis yang bernama Han Hyo Joo itu.



     Flashback End.


      ''Lalu apa yang akan kau lakukan hyung?'' tanya Seok Jin.
      ''Entahlah, aku juga bingung.''
      ''Hyung,,,,,,,,,''

   Drrrrt, Drrrrrt, Drrrrt


  Satu pesan masuk di ponsel Seung Gi.

From  : 010-4051-XXXX

       Lee Seung Gi-ssi, ini aku Han Hyo Joo, maaf aku mengganggumu, tapi ada hal yang ingin ku bicarakan padamu. Temui aku besok di Sungai Han, pukul 14 : 00.

  Isi pesan itu yang ternyata berasal dari Hyo Joo, Seung Gi tak membalasnya.
      ''Ku harap kau melakukan hal yang terbaik hyung!'' ucap Seok Jin menyadarkan Seung Gi dari lamunannya. Perkataan itu adalah ucapan terakhir, setelahnya tak ada percakapan lagi diantara mereka di malam yang dingin di akhir tahun.




___________________




        ''Maaf aku terlambat ne, Seung Gi-ssi?'' ucap sebuah suara, Seung Gi yang menunduk, melihat seseorang yang baru datang, ialah Han Hyo Joo. Yeoja itu terlihat dengan dressnya yang dilapisi oleh coat hangatnya. Lalu Seung Gi melihat jam yang terpasang di tangan kirinya.

    14 : 10,

      ''Hanya sepuluh menit,'' tanggapan Seung Gi. Hyo Joo duduk disamping Seung Gi dan memberikan segelas kopi hangat yang tadi dibelinya sebelum pergi.
      ''Ada apa?'' tanya Seung Gi memulai percakapan. Hyo Joo menghela nafas,
      ''Tanggal sepuluh bulan Januari.''
       ''Ne?'' tanya Seung Gi bingung.
      ''Segel aku di tanggal itu, di tempat ini dan di jam yang sama saat ini!'' jelas Hyo Joo, Seung Gi membelalakkan matanya.
      ''Apa yang kau bicarakan heoh?'' tanya Seung Gi marah, ia tak tau kenapa.
      ''Sudah jelas bukan? Aku tidak akan lari, dan kuharap disaat itu, kau sudah memiliki pisau untuk menyegel Evil sepertiku!'' ujar Hyo Joo tanpa menghiraukan raut wajah tak percaya Seung Gi.
      ''Kurasa kau sudah jelas bukan?'' tanya Hyo Joo sebelum pergi meninggalkan Seung Gi seorang diri.


..............................



     ''Sayang sekali, padahal ku kira, aku bisa selalu bersamamu, dan kita bisa berjalan bersama,'' gumam Hyo Joo menatap sebuah sketsa wajah Seung Gi yang pernah ia gambar.






        Waktu pun terus berjalan, malam ini adalah malam tahun baru, Hyo Joo dan Nayeon merayakannya di halaman belakang rumah mereka, Seok Jin juga ikut  bergabung bersama mereka.
       Sedangkan Seung Gi, ia merayakannya dengan Go Ahra, temannya yang menyimpan rasa untuknya.

       Malam ini dengan keberaniannya, Ahra menyatakan cintanya pada Seung Gi yang sudah ia pendam selama hampir tiga tahun. Namun,
      ''Mianhae Ahra-ah, aku tidak bisa.'' tolak Seung Gi halus.
      ''Tapi kenapa Seung Gi-ah?'' tanya Ahra yang sudah berkaca-kaca.
      ''Aku hanya menganggapmu sebagai adikku.'' ucap Seung Gi lembut.
      ''Araseo,'' ujar Ahra sebelum ia meninggalkan Seung Gi begitu saja. Ia tak sanggup jika harus berlama-lama disamping pria itu.
      ''Mianhae Ahra-ah, aku sudah menyukai wanita lain.'' gumam Seung Gi saat Ahra sudah tak terlihat.



     2  Januari,


    Seung Gi  pov,


   Hari ini ku melihat Hyo Joo sedang di perpustakaan umum, kulihat ia memilih sebuah buku. Rasanya ingin sekali ku mendekat tapi,,,,,,
    Ya Tuhan, kenapa pada saat itu kuharus merasakan perasaan ini? Kenapa waktu itu ku tidak menyadari auranya? ucap batinku lirih.
   Aku memegang dada sebelah kiriku yang sekarang merasa sakit. ''Kenapa ku harus memilih diantara dua pilihan yang  tidak bisa ku pilih?'' gumamku.
    Setelah cukup lama memilih, akhirnya kumelihat dia keluar dari perpustakaan ini. Dan ketika berada diluar, ku melihat seorang nenek menabraknya,
     ''Maafkan aku, nona.'' ucap sang nenek lirih,
     ''Ne halmeoni, gwaenchana.'' ucap Hyo Joo. Itulah percakapan singkat yang kudengar dari mereka. Setelah sang nenek pergi, ku lihat dia melihat kearahku, akan tetapi kenapa pandangannya menyiratkan kesedihan? Tak lama kemudian ku lihat kristal bening jatuh di pipinya, lalu ia pergi meninggalkan tempat itu. Sebenarnya ada apa dengannya?


    Seung Gi pov End.



     Hari - hari terus berjalan, Seung Gi tak pernah melihat Hyo Joo lagi selepas dari perpustakaan itu. Dan kini genap empat hari setelah hari itu.
     Hari ini tak sengaja Seung Gi melihat Hyo Joo baru saja keluar dari toko boneka.
    ''Nayeon-ah, Nayeon-ah, Hei Nayeon-ah bangun! Jangan tidur terus. Cepatlah kekasihmu sudah menunggu!'' ucap Hyo Joo sambil berjalan. Seung Gi memperhatikan Hyo Joo yang terus berbicara pada boneka berukuran sedikit besar yang sekarang sedang di pegang oleh Hyo Joo.
       Seung Gi berjalan mengikuti Hyo Joo, rasanya sangat damai bagi kesudanya, tidak ada aura yang memisahkan mereka selama ini. Lalu Hyo Joo memutuskan berhenti disebuah bangku yang terdapat di taman yang ia lewati. Ia duduk di bangku, setelahnya ada angin lembut menerpa wajah dan rambutnya, yang membuat Seung Gi terpana melihatnya. Wajah Hyo Joo sangat tenang.



        24 : 00 kst,

    ''Nayeon-ah, saengil chukkaeyo!'' ucap Hyo Joo membangunkan Nayeon dari tidurnya. Nayeon membuka matanya lalu ia melihat,
    ''Ah Hyo Joo eonni, Jin-ah,''
     ''Saengil chukkaeyo,'' ucap Seok Jin.
   Nayeon, Seok Jin, dan Hyo Joo merayakan ulang tahun Nayeon secara sederhana.



__________________



   Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tak terasa sekarang sudah tanggal dimana perjanjian itu akan di laksanakan.  Yak, hari ini adalah tanggal sepuluh Januari.
    Hyo Joo sudah menunggu Seung Gi ditempat yang sudah dijanjikan. Akan tetapi Hyo Joo datang sepuluh menit lebih awal. Sekarang suasana disana sangat sepi.
     Seung Gi datang sepuluh menit setelah jam yang sudah di janjikan. Ia datang dengan hati yang dilema, ingin sekali rasanya ia tak datang, namun ia sudah terlanjur datang dengan sebuah pisau tersembunyi dibalik tangan kanannya.
     ''Hei, kau terlambat sepuluh menit!'' ucap Hyo Joo lembut, ia juga tersenyum ketika Seung Gi sudah berada di dekatnya, lalu Hyo Joo memeluk Seung Gi.
     Seung Gi tertegun dengan perlakuan Hyo Joo. Ia juga seakan terbius, sampai ia tidak menyadari pisau itu, pisau penyegel itu sudah menancap dengan indah disisi perut bagian kiri Hyo Joo. Kemudian Hyo Joo menjauhkan dirinya dari diri Seung Gi, pisau itupun terjatuh.
     ''Seung Gi-ah, kau tau, aku selalu berharap bisa bersamamu. Kita berjalan bersama dan bergandengan tangan. Tapi itu tidak mungkin bukan?'' ucap Hyo Joo terkekeh. ''Seung Gi-ah, cintailah nona Go itu, tadi ia berada disini, tapi aku membuatnya menangis dengan memelukmu. Maafkan aku, karna itu adalah jalan terbaik agar ia tidak tau siapa aku. Ah sebelum aku pergi, aku memiliki hadiah untukmu di tasku, ambillah! Dan Seung Gi-ah, tolong jaga Nayeonku.'' lanjut Hyo Joo dengan senyum yang masih mengembang dibibir manisnya.
        ''Hyo Joo-ah aku, aku juga berharap seperti itu, dan kita, kita bisa hidup bersama selamanya karna aku,,, saranghae!'' ucap Seung Gi sambil mencoba memegang tangan Hyo Joo. Namun terlambat, Hyo Joo sudah berubah menjadi kupu - kupu kecil yang berpencar.
        ''Gomaweo!'' ucap Hyo Joo sebelum ia benar-benar menghilang.


       Seung Gi melihat hadiah yang di berikan Hyo Joo untuknya, yaitu sebuah bingkai yang terdapat sketsa wajahnya. Di pinggir bingkai terdapat pahatan HHJ.
Seung Gi menangis melihatnya.
        ''Hyo Joo-ah,,,, '' gumamnya lirih.







     TBC

Love Me Again - Upi Hwang [Oneshoot]

Love Me Again - Upi Hwang [Oneshoot]

Cast           : Kim Seok Jin (Jin), Han Nayeon (Hanna), Noh Lee young (Lilli)
Other cast : Ahn Sohee, Shannon William , Risma Song (OC), Sandeul, Baro. dll.
Genre        : Friendship, Romance and Hurt
Author       : Upi Hwang.
Lenght      : OneShoot

Summary   :  Seok Jin menyukai Nayeon, akan tetapi Nayeon tak menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya benih - benih asmara tumbuh di hati Nayeon. Dan disaat Nayeon sudah mulai menyukai Seok Jin, Nayeon tidak tau seperti apa perasaan Seok Jin sekarang. Sementara itu Lee Young, yang notabennya adalah salah satu teman dekat Nayeon, juga menyukai Seok Jin.






       #I Love you, so please Love me again!.#






     Di salah satu sekolah menengah di Korea selatan, terdapat murid - murid yang tergabung dalam D'Lovers, ialah sebuah kumpulan Lima orang gadis yang terdiri dari Han Nayeon atau yang biasa di panggil Hanna, Noh Lee Young atau Lilli, Shannon William si pendiam, Ahn Sohee si ratu genit dan Risma Song si gokil.

      Mereka sudah berteman selama dua tahun dalam menempuh pendidikan di sekolah tercinta, dan kini memasuki tahun ke-3 mereka berteman.

     Di dalam perjalanannya, mereka juga mengalami apa yang namanya jatuh cinta, namun Nayeon yang kurang peka baru menyadari bahwa dia menyukai namja yang dulu pernah menyukainya ialah Kim Seok Jin atau teman - temannya memanggilnya Jin.


@Kantin.

        ''Wae Hanna-ah?'' tanya seseorang yang tak berponi ialah Sohee, Nayeon yang sedang melamun sadar seketika, dan menengok kearah Sohee. Sekarang mereka memang sedang berdua, karna ketiga temannya sedah berpisah. Shannon dan Risma sedang ke toilet, sedangkan Lee Young, entah kemana. Nayeon hanya menggeleng. ''Pasti karna KSJ kan?'' terka Shannon.

         ''Kau tau Sohee, aku menyesal karna terlambat menyadari perasaan ini.'' ujar Nayeon sedih.


     Flashback

      ''Hanna-ah, mau kah kau pulang bareng denganku?'' tanya Seok Jin yang tak sengaja berpapasan dengan Nayeon di depan gerbang sekolah. Nayeon yang memang sedang menunggu teman - temannya hanya menatap bingung terhadap Seok Jin. Nayeon yang melihat teman - temannya sudah mendekat hanya menggeleng. ''Kau yakin?'' tanya Seok Jin meyakinkan. Nayeon hanya mengangguk dan tersenyum. Dengan berat hati Seok Jin pun meninggalkan Nayeon sendiri di depan gerbang sekolah.

      Nayeon menatap punggung Seok Jin yang mulai menjauh. Nayeon hanya bisa mengangkat bahunya melihat tingkah laku aneh Seok Jin. Ada apa dengan namja itu? tanyanya dalam hati.

    Flashback End.

     Sohee hanya mengangguk mendengar penuturan Nayeon. Nayeon kembali murung ketika ia mengingat kejadian masa lalunya.

     ''Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa sekarang ia juga masih mencintaimu kan Hanna-ah?'' tanya Sohee mencoba memberikan sebuah semangat dengan harapan itu.

       ''Tidak mungkin!'' jawab Nayeon frustasi.
       ''Tidak ada yang tidak mungkin Hanna-ah, kau bilang dia pernah menyapamu, dan mengajakmu pulang bersama bukan?'' ujar Sohee yang terus mencoba membuat Nayeon tak patah semangat.

      ''Tapi itu satu setengah tahun yang lalu Sohee-ah.'' ucap Nayeon lirih.
Sohee yang melihat Nayeon bersedih hanya bisa mengelus lembut pundak sang sahabat karib.

    Suasana hening seketika, cukup lama sebelum,
      ''Hei, Hei, aku ada berita nih,'' ucap Risma yang baru datang dari toilet bersama Shannon. Shannon duduk di depan Nayeon, sedangkan Risma masih tetap berdiri dengan muka hebohnya.

       ''Berhentilah mencari sensasi!'' ucap Shannon ketus, ia mengambil minuman Nayeon lalu meminumnya. Sohee yang penasaran bertanya,

      ''Ada apa?''
      ''Lilli-ah, Noh Lee Young, ternyata dia menyukai Seok Jin.'' pekik Risma histeris. Deg, seketika Nayeon merasa sesak di hati nya. Dia merasa cemburu? Dia tidak menyangka bahwa salah satu teman dekatnya ternyata juga menyukai Pria yang ia sukai, padahal jelas Lee Young mengetahui bahwa Nayeon menyukai Seok Jin. Tapi,

      ''Hanna-ah, kau tenang saja ne.'' ucap Sohee menyemangati, ia tersenyum mengatakannya. Mau tak mau Nayeon pun tersenyum.



_____________



          ''Lilli-ah, kau mau kemana?'' tanya Nayeon ketika berpapasan dengan Lee Young di koridor. Kebetulan koridor sudah mulai sepi, dan Nayeon yang baru saja kembali dari ruang guru tak sengaja berpapasan dengan Lee Young.

      Memang akhir - akhir ini hubungan persahabatan mereka agak sedikit renggang, karna sikap Lee Young yang secara terang - terangan bilang bahwa ia menyukai Seok Jin, padahal ia tau bahwa Nayeon sudah memendam rasa pada pria itu.

      ''Ke kelas Dua belas A,'' jawab Lee Young sumringah.
      ''Mau apa kau kesana?'' tanya Nayeon lagi.
      ''Bukan urusanmu!'' ujar Lee Young ketus, setelah nya ia pergi begitu saja meninggalkan Nayeon yang masih terpaku. Nayeon juga bertanya - tanya untuk apa Lee Young ke kelas Dua belas A, itukan kelasnya Seok Jin?

       Nayeon yang masih berdiri di koridor, tiba-tiba saja pundaknya ada yang menepuk, Nayeon menengok, setelahnya terlihatlah siapa yang menepuk pundaknya.

     ''Ouh Shannon-ah, wae?'' tanyanya pada orang itu. Shannon mengerutkan keningnya.
     ''Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau disini heoh?'' tanyanya datar.
     ''Ouhh, itu tadi aku.....''
     ''Sudahlah, mari kita ke kelas! Sohee sudah mencarimu tuh!'' ucap Shannon sebelum menarik lengan Nayeon menjauhi tempat itu.


   @Kelas Dua Belas A


       ''Kau sedang apa disini, Lilli-ah?'' tanya Seok Jin yang kebetulan baru akan masuk ke kelasnya.
       ''Ah Jin-ah, aku kesini hanya mau ngasih ini,'' Jawab Lee Young sambil memberikan sebuah buku bersampul coklat.

      ''Ouh ini kan buku ku, kenapa bisa ada di kamu?'' tanya Seok Jin.
     ''Hemm itu anu, tadi Baro-ssi memberikan ini padaku, menyuruhku mengembalikan padamu.'' jelas Lee Young berbohong. Seok Jin hanya mengangguk. Lalu dari dalam kelas keluarlah seorang pria,
      ''Kenapa kau hanya diluar Jin-ah?'' tanya nya pada Seok Jin, ia belum menyadari ada seorang wanita disamping pintu.

      ''Ah Sandeul-ah, ini. Lilli-ssi mengembalikan buku ku yang di pinjam oleh Baro.'' jawab Seok Jin, kemudian Sandeul melihat kesamping pintu dan ia melihat Lee Young berada disana dengan muka yang sedikit memerah? Setidaknya itulah yang dilihat oleh Sandeul. ''Ya sudah Lilli-ssi, aku masuk dulu ne, gomaweo.'' lanjutnya setelahnya ia masuk kedalam kelas, diikuti oleh Sandeul. Lee Young hanya bisa menghela nafas atas sikap cuek Seok Jin.

    Sedangkan di kelas Dua Belas F, disana ada seorang siswa yang terus-terusan mengelilingi setiap meja kelas entah untuk yang keberapa kalinya.
    ''Yak Baro-ah, berhentilah memeriksa mejaku!'' ucap Sohee kesal, karna sedari tadi Baro selalu mencari sesuatu di meja Sohee. Setidaknya dari semua meja, meja Sohee lah yang paling banyak diperiksa.

      ''Diamlah dan biarkan aku mencari!'' ucap Baro ketus.
     ''Yak apa maksudmu heoh?'' ucap Sohee dengan suara yang mulai meninggi, ''Memangnya apa yang kau cari heoh? Sehingga kau begitu mencurigaiku sebagai pelakunya?'' kali ini nada suaranya benar-benar melengking.
  Bahkan Nayeon dan Shannon yang masih beberapa langkah lagi masuk kelas, sudah mendengar teriakkan itu.

    ''Sohee-ah, sudah, sudah. Tenangkan dirimu,'' ucap Risma sambil menepuk-nepuk pelan punggung Sohee.
     ''Tapi Rismah-ah, dia nya saja yang.....'' belum selesai Sohee bicara,
     ''Ada apa?'' tanya sebuah suara yang memotong perkataan Sohee, dia adalah Nayeon, yang baru datang bersama Shannon. Terlihat wajah dua sahabat itu khawatir.
     ''Ada apa ini Baro-ssi?'' tanya Shannon
     ''Kalian tak usah membela teman kalian ini!'' ucap Baro sambil menunjuk-nunjuk Sohee. ''Dan biarkan aku mencari buku Seok Jin yang ku pinjam!'' ucap Baro sengit.

       ''Hentikan!'' ucap Nayeon namun Baro masih terus menggeledah meja Sohee, Nayeon yang geram berteriak ''Ku bilang Hentikan!'' teriaknya, sehingga membuat seisi ruangan terdiam. Nayeon mencoba menahan emosinya terbukti dengan dia menghela nafas berkali-kali.

       ''Apa bukunya bersampul coklat?'' tanya Nayeon lebih tenang.
       ''Ne.'' jawab Baro lantang.
       ''Mungkin sekarang bukunya sudah ada di pemiliknya!'' ucap Nayeon.
       ''Apa maksudmu Hanna-ah?'' tanya Baro tak mengerti.
      ''Ne, tadi aku melihat Lilli membawanya, dan dia bilang dia akan ke kelas Dua Belas A. Tidak salah lagi bukan?'' tanya Nayeon yang mulai kesal. Baro tak menjawab. ''Minta maaf!'' ucap Nayeon lagi. Baro mengerutkan keningnya.

      ''Yak apa yang lakukan Baro-ssi, cepat minta maaf!'' suruh Nayeon tegas. Semua yang ada disana hanya bisa terbengong, Baro menelan ludahnya, lalu mengangguk dan kemudian meminta maaf kepada Sohee.

      Tak lama kemudian, Lee Young datang, ia bingung apaa yang terjadi di kelas. Kenapa suasananya menegangkan, akan tetapi ia segera tau ketika Baro menanyakan perihal tentang buku yang Lee Young bawa. Dan terungkaplah siapa yang membawa buku itu. Ternyata yang membawanya Noh Lee Young bukan Ahn Sohee. Dan hal itu membuat rasa bersalah Baro semakin bertambah kepada Sohee.



.................................


     Dilain kesempatan, saat Nayeon sedang menuju ke ruang guru, dengan buku yang bertumpuk ditangannya. Bisa dibilang itu tidak ringan karna buku yang dibawa Nayeon sangat sangat tebal. Saat buku yang dibawanya hampir jatuh, ada sebuah tangan yang menahannya. Nayeon menengok, matanya membulat seketika.

    ''Kau mau kemana Hanna-ah? Mau kubantu?'' tawarnya, Nayeon hanya tersenyum lalu menggeleng.
    Nayeon berniat meninggalkan orang itu, namun buku yang dipegangnya sudah terlanjur diambil oleh tangan orang tadi.

    ''Yak Jin-ah, kenapa kau membawa bukunya?'' tanya Nayeon yang terkejut, padahal ia senang karna Seok Jin memperhatikannya. Akan tetapi tetap saja ia malu, karna saat ini koridor bisa dibilang tidak sepi. Banyak pasang mata yang melihat hal itu.

     ''Aku bilang akan ku bantu, bukankah ini buku-buku milik Jung Sonsaengnim?'' Nayeon mengangguk, dan Seok Jin berjalan begitu saja. Nayeon yang sudah tertinggal agak jauh, hanya berlari-lari kecil menyusul Seok Jin kemudian mereka berjalan berdampingan. Tanpa suara, sangat damai padahal dulu mereka termasuk dua orang yang sulit bersatu.

     Jin-ah masih adakah rasamu untukku? Batin Nayeon lirih. Mianhae lanjutnya. Tanpa sadar mereka sudah berada didepan meja Jung Sonsaengnim.

    ''Ouh Nayeon-ah, Seok Jin-ah, terimakasih ne, sudah membawakan buku sonsaengnim.'' ucap Jung Sonsaengnim. Nayeon dan Seok Jin mengangguk kemudian mereka keluar meninggalkan ruang guru. Masih dengan keheningan diantara mereka, mereka berjalan beriringan.

    ''Hanna-ah, aku masuk dulu ne.'' ucap Seok Jin ketika ia sudah berada di pintu kelasnya, Nayeon yang menunduk, mengangkat wajahnya lalu mengangguk dan tersenyum sebelum ia melanjutkan jalannya menuju ke kelasnya.

   Peristiwa tadi dimana Nayeon dan Seok Jin berjalan bersama menjadi tranding topic di kelas Nayeon maupun Seok Jin.

   Lee Young juga melihat hal itu. Ia melihat dengan jelas bagaimana Seok Jin menawarkan untuk membantu membawakan buku-buku yang sedang dibawa Nayeon. Ia merasa iri terhadap Nayeon, karna wanita itu bisa merebut perhatian Seok Jin sedangkan dia tidak bisa.

     ''Kau kenapa Lilli-ah?'' tanya Sohee yang melihat wajah  Lee Young cemberut.
     ''Aku tidak apa-apa!'' jawab Lee Young ketus, lalu bangkit dari duduknya. Dan keluar bersama seorang teman kelas mereka.

     ''Ouh sikap macam apa itu?'' tanya Risma yang mendengar cara bicara Lee Young ketika Sohee sudah kembali ketempat duduknya yaitu didepan Risma dan Shannon. Shannon hanya menatap tak suka terhadap Lee Young yang baru saja melewati mereka.

     ''Mungkin dia marah karna tadi aku berjalan bersama Seok Jin.'' jawab Nayeon santai sambil memberikan ketiga temannya itu masing-masing minuman kesukaannya.

    ''Gomaweo.'' ucap Shannon dan Risma
    ''Aku lihat tadi, bagaimana bisa?'' tanya Sohee mulai kepo. Nayeon hanya mengangkat bahunya, lalu meminum minuman botolnya.

    ''Dia datang begitu saja, lalu membantuku membawa buku guru menyebalkan itu!'' ucap Nayeon. Shannon, Risma dan Sohee hanya mengangguk-angguk.





___________



    Hari ini tanpa sengaja Nayeon berjalan menuju taman belakang, padahal itu adalah tempat yang paling jarang ia datangi selama tiga tahun ia belajar di sekolah tercinta ini. Dan ia melihat itu, melihat dua sosok yang sangat dikenalnya.

   Satunya adalah gadis, temannya namun berkhianat. Dan satunya lagi adalah pria yang ia cintai. Karna penasaran, Nayeon berjalan mendekat dan langsung bersembunyi dibelakang pohon besar yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat dua makhluk itu bicara. Samar -samar terdengar.

     ''Jin-ah mau kah kau menjadi kekasihku?'' Nayeon dan pria itu tertegun, Lilli menyatakan perasaannya langsung pada Seok Jin. batin Nayeon, entah mengapa air matanya turun begitu saja, saat tak mendengar jawaban dari Seok Jin. Nayeon yang merasa ada pertanda tidak baik hanya berlari dari tempat itu, dengan mata yang masih dipenuhi airmata.


       Setelah hari itu Nayeon menjauhi Lee Young dan mencoba menghilangkan rasa yang dimiliki olehnya untuk Seok Jin. Bahkan saat mereka bertatapan Nayeon membuang pandangan matanya, ia tak menjawab jika Seok Jin bertanya padanya. Ia seperti orang tuli.

     Seok Jin yang jengah dengan sikap menjauhkan diri Nayeon menarik tangan Nayeon menuju kearah belakang sekolah. Memang hari ini sekolah sepi karna hari ini mereka hanya Bimbel menjelang Ujian Negara. Sudah hampir dua minggu Nayeon menjauhinya, dulu setidaknya, Nayeon selalu menjawab jika ia bertanya tapi ini apa? Alhasil disinilah mereka berada, di taman belakang sekolah.

    Seok Jin mendudukkan Nayeon di bangku yang terdapat di taman itu. Nayeon yang tidak mengerti maksud Seok Jin membawanya kemari, memberontak. Ia mencoba berdiri namun pundaknya ditahan oleh tangan itu.

    ''Duduklah!'' perintah Seok Jin dingin  
    ''Kau kira kau siapa heoh? Bisa menyuruhku seenaknya?'' tanya Nayeon yang jengah dengan sikap dingin Seok Jin. Ia juga masih mencoba memberontak untuk berdiri, meski dua tangan itu menahannya.

     ''Kubilang duduk!'' ucap Seok Jin, kali ini suaranya terdengar tegas, Nayeon melihat perubahan raut wajah Seok Jin, dari raut wajah yang santai  hingga menegangkan saat ini. Nayeon menunduk entah mengapa ia sangat takut sekarang, padahal sebelumnya ia tidak pernah takut pada apapun. Namun kali ini? Tanpa sadar ia menangis. Seok Jin yang melihat itu tertegun lalu ia berjongkok dan mengangkat wajah Nayeon yang sedang menangis.

     ''Mianhae Hanna-ah, tapi aku terpaksa melakukan ini.'' ucap Seok Jin melembut. Nayeon hanya menggelengkan kepalanya. Seok Jin mengelus lembut pipi yang basah itu. ''Sebenarnya kau ini kenapa Hanna-ah? Kenapa kau menjauhiku?'' tanya Seok Jin masih dengan nada lembutnya.

     ''Aku. Aku.....'' suara Nayeon seperti tercekat ia tidak bisa mengatakan  Alasannya menjauhi Seok Jin.
     ''Ckckckck kau pasti salah paham saat itu,'' ucap Seok Jin sambil tertawa meremehkan, Nayeon terkejut, apakah dia mengetahui aku menguping saat itu? Batin Nayeon ''Kenapa kau kabur heoh? Aku tidak menerima Lilli, jadi kau tenang saja.'' Nayeon terkejut, benarkah? Benarkah pria ini tidak menerima Noh Lee Young? Batinnya lagi. Seok Jin yang tak jua mendapatkan respon dari gadis yang berada di depannya saat ini hanya melanjutkan kata-katanya, ''Waktu itu aku ingin mengejarmu, tapi Lilli-ssi, menahan tanganku dan dia takkan membiarkan ku pergi sebelum ku menjawab. Yasudah aku langsung saja menolaknya.'' jelas Seok Jin.

     ''Tapi Jin-ah, kau bisa menolaknya dari awal tapi kenapa kau?'' Nayeon masih ingat saat Seok Jin tak jua menjawab pertanyaan Lee Young.
    ''Ckckck sudah kuduga,'' ucap Seok Jin sambil beranjak dari jongkok nya kemudian duduk disamping Nayeon, ''Tentu saja aku terkejut, memangnya karna apa lagi? Sebagai seorang pria, pasti aku terkejut, karna ada seorang wanita yang menyatakan cintanya secara tiba-tiba.'' lalu ia mengacak-acak rambut Nayeon.

     ''Yak Jin-ah,'' ucap Nayeon sambil mengerucutkan  bibirnya, dan itu terlihat sangat imut dimata Seok Jin. Mereka sama-sama terdiam setelahnya, hening. Hanya suara hembusan angin, kicauan burung serta suara daun bergesekkan saja yang terdengar disana.

    ''Aku menyukaimu Jin-ah, jadi ku mohon cintai aku lagi.'' gumam Nayeon pelan tanpa sadar. Seok Jin yang mendengar gumaman pelan itu, langsung menengok kearah Nayeon, ia membulatkan matanya. Benarkah kau menyukai ku Nayeon-ah? Batin Seok Jin. Ia tersenyum setelahnya. Nayeon melihat senyum itu, senyuman yang terukir indah dibibir pria itu, hal itu pun membuat Nayeon ikut tersenyum. Lega rasanya Nayeon masih bisa dekat dengan Seok Jin, padahal dia kira, dia tidak akan punya kesempatan itu lagi.. Tapi??

    ''Hanna-ah,'' Nayeon menengok,
    ''Ne?''
    ''Bukankah kau mengetahui bahwa aku mencintaimu?'' Nayeon menatap Seok Jin seketika, ia terkejut Seok Jin membicarakannya langsung. ia berfikir apakah Seok Jin mendengar gumamannya tadi? Tapi ia menepisnya.

     ''Ah kau bicara apa Jin-ah?'' tanya Nayeon gugup, ia mencoba mengelak.
    ''Dan nyatanya rasa itu masih ada sampai sekarang!'' lanjut Seok Jin tanpa menghiraukan elakkan Nayeon. Seok Jin menatap dalam mata hitam milik Nayeon, Nayeon melihatnya, tak ada kebohongan disana, di mata Seok Jin.

    ''Jin-ah,'' ucap Nayeon lirih.
    ''Ne Hanna-ah, Saranghae.'' ucap Seok Jin tersenyum manis, sangat manis. Setelahnya ia memeluk Nayeon yang sudah berkaca-kaca.





    Sebuah kisah yang terpendam selama tiga tahun, meskipun satu orang mengetahui bahwa orang itu menyimpan rasa untuknya, namun ia mencoba menolak, yang pada akhirnya malah membuatnya jatuh hati pada orang itu. Sebuah penyesalan yang terbalas~~

      Sebuah akhir dimana mereka saling mengakui perasaan masing-masing. Perasaan yang tumbuh seiring waktu..



                   End ^^




   Sebelumnya ini cerita terinspirasi dari seorang temanku yg berinisial ARM, dan untuknya Thanks for all ^.^ . Tanpa kisah darimu, ide ini tidak akan selesai. Semoga akhir perjalanan kisah mu sama seperti yang ku ceritakan ^.^
Powered by Blogger.

Translate

Labels

15& 2AM 2NE1 2PM 5Dolls 9Muses After School Ahn Eunjin Ahn Seo Hyun Ahn Sohee auliasyalwa B.A.P B1A4 Bae Sun Mi Bae Suzy Baek A Yeon Baek Azizah Baek Yebin Baek Yerin Bambam Baro Bestie Big Bang Boyfriend Brothership BTOB BTS Byun Baekhyun Cha Hyun Rin Chapter Cho Kyuhyun Choi Hanny Choi Seung Hyun Choi Seungri Choi Siwon Choi Sungmin Choi Youngjae Cholict Click-B CNBLUE Comedy D.O Davichi DAY6 DIA Do Kyung Soo Donghyun Drama Eunhyuk EXO EXO-K EXO-M F.T. Island Fafiter Challenge Family FANFICTION Fantasy Friendship GFriend Girls' Generation Go Ahra GOT7 Ham Eunjung Han Hye Sun Han Hyo Joo Han Hyori Han Nayeon Hurt Hwang Chansung Hwang Minhyun Im Yoona Jang Geun Suk Jang Wooyoung Jenny Jeon Boram Jia Jinyoung Joo Ji Hoon Jr Jung Ho Seok Jung Il Woo Jung Jinwoon Jung Min Joo Jung Yerin Jung Yong Hwa Juniel Kaeun Kang Hye Ri Kang Hyo Rya Kang Min Hyuk Kang Yo Ra Kang Young Hyun Khunpimook Bhuwakul Kim Bum Kim Dani Kim Hanny Kim Hanny/Choi Hanny Kim Ji Ah Kim Jong In Kim Jong Woon Kim Min Jung Kim Nam Gil Kim Nam Joon Kim Nana Kim Naya Kim Seok Jin Kim So Eun Kim Soo Hyun Kim Sookyu Kim Wonpil Kim Woo Bin Kim Yugyeom Kris Wu Krystal Jung Lee Areum Lee Donghae Lee Hae Na Lee Hyo Jin Lee Hyo Ra Lee Hyukjae Lee Jae In Lee Jang Woo Lee Ji Eun Lee Jong Suk Lee Junho Lee Keina Lee Keumjo Lee Min Ho Lee Qri Lee Seung Gi Lee Sungmin Lee Sunny Lee Yo Won Married-life MellyTaenggo MeloDrama Min Yoon Gi Mistery Myoui Mina Na Haeryung Nam Gyuri Nichkhun Horvejkul Noh Lee Young NU'EST OC Oh Ha Ni Oh Jong Hyuk Ok Taecyeon OneShoot Park Chan Yeol Park Hyomin Park Jae Hyung Park Ji Eun Park Jihyo Park Jimin Park Jiyeon Park Keyla Park Se-young Park Shin Hye Park Soyeon Park Sungjin Park Yeon Jung Rap Monster Risma Song Romance Romantic Roy Kim Ryewook Sandara Park Sandeul School-life SeoHyun Sequel Shannon William Song Minyoung Sowon SPEED Sung Hyun Jae Super Junior T-Ara The Ark Tiffany Hwang Tiramisuu Latté TOP Trilogi Twice TwoShoot U-Kiss Upi Hwang V Wonder Girls Yaoi Yesung Yoo Youngjae Yook Sung Jae Yoon Dowoon Yoon Eun Hye Young K Yuna Kim