Showing posts with label Ahn Eunjin. Show all posts

Accident - Upi Hwang [Oneshoot]

Accident - Upi Hwang [OneShoot]









Cast           : Ahn Eunjin (DIA), Choi Youngjae (GOT7).
Other Cast : Myoui Mina (Twice), Yoo Youngjae (BAP), Baek Yebin (DIA) dll
Genre        : Friendship, School-life.
Cover by    : Selin artdesign
Author       : Upi Hwang.
Lenght       : Oneshoot.








                     Warning!


     This is my First ff dengan cast YoungJae Got7's X Ahn Eunjin DIA's. Ide asli pikiran sendiri. Apabila ada kesamaan alur, tokoh, tempat, suasana, author mohon maaf, karna itu murni ketidaksengajaan.
    Typo bertebaran.... Gaje, alur kecepetan, OOC dll.....






       Happy Reading~
           (Don't like, Don't read!)       




         I Made An Accident!!





         ''Selamat pagi anak-anak,'' ucap sebuah suara menggelegar yang menginterupsi keramaian kelas.
        ''Pagi pak......'' sahut anak murid di kelas itu.
        ''Bapak punya kabar gembira untuk kalian,'' ucap Han sonsaengnim, yang langsung terdengar bisikan diantara para murid. ''Hari ini kita mendapatkan murid baru dari Mokpo, Ahn Eunjin-ssi, silahkan masuk.''
       Kemudian seorang wanita tinggi berambut hitam panjang masuk kedalam kelas. ''Silakan perkenalkan dirimu, Eunjin-ssi.''
       Eunjin tersenyum, lalu ia mulai memperkenalkan diri. ''Annyeonghaseyo, naneun Ahn Eunjin imnida. Mohon bantuannya,'' ucapnya sambil membungkukkan badan.
        Setelahnya, ia duduk dibangku yang di tunjuk oleh Han sonsaengnim. Yaitu disamping seorang wanita berambut coklat sebahu dengan poni samping, sama sepertinya.
        ''Annyeong, Ahn Eunjin imnida,'' ucapnya pada wanita itu. Gadis yang dimaksud menengok, lalu tersenyum.
       ''Annyeong, Myoui Mina imnida,'' balas gadis itu masih lengkap dengan senyum malunya.
        *Yeppeuda,* batin Eunjin.




-----------------------------



    
         ''Eunjin-ssi, kau mau ke kantin?'' tanya Mina ketika ia sudah berdiri. Eunjin melihat kearah Mina, lalu mengangguk.
         ''Ne, jankanmanyo,'' ucapnya sambil memasukkan buku terakhir yang ada di atas mejanya.
      Mereka pun berjalan keluar kelas menuju kantin.



@Kantin


       ''Eunjin-ssi?''
       ''Ne Mina-chan, waeyo?'' tanya Eunjin yang baru duduk dihadapan Mina. Eunjin melihat raut wajah Mina yang terkejut, ''Ah, bukankah kau orang Jepang, Mina-chan?'' Mina mengangguk. ''Jadi tak apa kan, jika ku menambahkan akhiran -chan pada namamu? Dan kau jangan menambahkan akhiran -ssi pada namaku, kau terlalu formal,'' oceh Eunjin.
       Mina yang mendengarnya tersenyum. ''Ne Eunjin-ah,'' ucapnya lembut.
       ''Kha, lanjutkan makanmu, Mina-chan.''
       Mina mengangguk dan kembali melanjutkan makan siangnya. Akan tetapi, pandangannya kembali teralihkan ketika ada segerombolan pria yang baru saja duduk di bangku kantin. Wajahnya berubah menjadi merona.
        Eunjin memperhatikan gerak-gerik Mina, dan menatap kearah yang dilihat Mina. ''Waeyo, Mina-chan?'' tanyanya menyadarkan Mina dari lamunannya.
        ''Ne? Ah ani,'' jawab Mina sedikit gugup. Setelahnya ia terkekeh. Eunjin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.





  ¤¤¤¤¤¤¤





            ''Youngjae-ssi, sebenarnya aku menyukaimu, tapi....... Arrrrgh.....''

         Eunjin yang baru akan masuk menghentikan langkahnya di depan pintu kelas yang agak terbuka. Hari ini ia datang terlalu pagi dan tanpa diduganya, ternyata sudah ada orang lain yang lebih dulu tiba. Ia mendengar apa yang orang itu bicarakan, dan ia pun masuk kedalamnya.
        Ia terkejut karna hanya melihat Mina seorang dengan lembaran-lembaran bola kertas yang berserakan di lantai. Ia memperhatikan Mina yang frustasi. Dan tanpa sepengetahuan Mina, Eunjin mengambil salah satu bola kertas itu. Kemudian membacanya.
        ''Suaramu yang indah selalu membuatku tenang, Youngjae-ssi. Aku menyukainya, dan bisakah aku berteman denganmu?'' ucap Eunjin.
        Mina yang mendengarnya langsung mengangkat wajahnya, dan ia terkejut kala Eunjin sedang membaca tulisan tangannya, lalu tanpa pikir panjang lagi, ia langsung mengambil bola kertas itu dari tangan Eunjin.
        ''Kau menyukainya, Mina-chan?'' tanya Eunjin. Mina menundukkan kepalanya, dan mengangguk. ''Apa dia sekelas dengan kita?'' tanyanya lagi, Mina menggeleng.
         ''Dia murid dari kelas Vokal,'' ucap Mina lemah.
         ''Aigo, kau ini pemalu sekali sih, Mina-chan! Kau tenang saja ne, akan ku bantu kau dekat dengannya.....''
        Mina menatap tak percaya diri Eunjin. Lalu ia menggeleng, ''Tidak usah Eunjin-ah, aku.....''
          ''Sudah, aku sudah bilang aku akan membantumu! Jadi kau tenang saja,'' potong Eunjin sambil tersenyum. Mina yang melihat itu pun ikut tersenyum.






 ¤¤¤¤¤¤¤






          ''Baek Yebin-ssi?'' Gadis berponi depan itu menengok.
          ''Ne, waeyo?'' tanya Yebin dengan suara nyaringnya.
          ''Hemm apa kau mengenal Youngjae-ssi?''
         Yebin mengerutkan keningnya, belum sempat ia menjawab. Ada seorang lelaki yang tiba-tiba datang dan menginterupsi pembicaraan mereka.
          ''Ada apa? Kenapa kau mencariku?'' ucapnya. ''Dan kau siapa nona?'' tanyanya.
         ''Ah, naneun Ahn Eunjin, murid kelas dance.''  Youngjae menganggukkan kepalanya. ''Aku hanya ingin bilang, temanku ada yang ingin bicara denganmu,'' jelas Eunjin.
        Yebin yang merasa diabaikan hanya mendengus. ''Ya sudah Eunjin-ssi, aku permisi dulu.'' Eunjin mengangguk.
           ''Gomaweo ne, Yebin-ssi.'' Eunjin menatap Youngjae yang tampak sedang berfikir.
            ''Maaf tapi aku tidak suka bicara pada orang yang tidak ku kenal!''
        Eunjin mengerutkan keningnya. *Omo, seperti inikah, pria yang disukai oleh Mina-chan? Heoh, sombong sekali!* batin Eunjin.
         ''Ouh ayolah Youngjae-ssi, jebal. Temui temanku dan bicara padanya,'' ucap Eunjin memohon. Youngjae menatap Eunjin lekat,
          ''Shirreo!''
          ''Yak.......''
          ''Tapi kalau denganmu, akan ku pertimbangkan!'' potong Youngjae sambil tersenyum. Eunjin membulatkan matanya yang tak terlalu kecil itu.
           ''Mm..mwo?''
           ''Sudah ne, aku pergi dulu.... Jaa,'' ucap Youngjae sambil mengusap lembut kepala Eunjin. Eunjin tak percaya akan hal itu. *Aku membuat kesalahan sungguh! Jeongmal mianhae Mina-chan....* batin Eunjin lirih.





      ¤¤¤¤¤¤¤






         Pagi ini suasana sangat berbeda dari biasanya, Eunjin sangat murung. Mina yang melihatnya mengerutkan kening ''Waeyo?'' tanya Mina.
        ''Ne? Ah Mina-chan...'' jawab Eunjin kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ''Gwaenchana Mina-chan,'' lanjutnya.
        ''Kau yakin?'' tanya Mina. Eunjin mengangguk.
      Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Mereka duduk ditempat mereka masing-masing. Dan pelajaranpun sudah dimulai.




Jam istirahat.


         ''Hei,''
        Eunjin tersedak dengan minuman kaleng yang sedang diminumnya. ''Yak, neo......'' teriak Eunjin marah, tapi ketika ia melihat siapa orang itu, ia langsung memalingkan kepalanya.
          ''Katanya kau mau bicara denganku, katakanlah....'' tapi Eunjin tak menghiraukannya. ''Ouh ayolah Eunjin-ah....'' panggilnya menggoda.
          ''Yak berhentilah bertingkah bodoh, Youngjae-ssi!'' Eunjin menengok dan bertepatan dengan itu ia melihat Youngjae yang sedang tersenyum manis padanya.  *Manisnya* batin Eunjin. Eunjin yang menyadari apa yang baru saja ia fikirkan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan fikiran tersebut.
          ''Waeyo?'' tanya Youngjae dengan wajah polosnya.
          ''Apa?''
          ''Wajahmu merah tuh!'' ucap Youngjae sambil menunjuk ke wajah Eunjin. Eunjin membulatkan matanya mendengar hal itu. Lalu ia menutupi kedua pipinya.
          ''Tak usah berbohong!'' elaknya, lalu ia bangkit dan pergi meninggalkan Youngjae yang masih terduduk di bangku kantin.

          ''Tidak, tidak aku tidak boleh menyukainya! Aku sudah membuat kesalahan, jadi aku tak mau memperparahnya lagi dengan menyukai pria itu!'' gumam Eunjin penuh tekad.
           ''Nuguseyo, Eunjin-ah?''
          Eunjin terkejut ketika ada yang mendengar gumamannya. Dan Eunjin lebih terkejut lagi ketika mengetahui siapa orang itu.
           ''Mmi..... Mina-chan?'' ucapnya sedikit memekik.
           ''Wae? Apa kau sakit Eunjin-ah?'' tanya Mina sedikit khawatir, itu terlihat di wajahnya. Eunjin menggeleng cepat. *Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku jujur padanya? Arrrrgggghhhh.* batin Eunjin menjerit.






¤¤¤¤¤¤¤





             ''Hei,'' Eunjin memutar bola matanya malas ketika mendengar panggilan seseorang. ''Hei, kenapa?'' tanyanya. Namun Eunjin tak jua menghiraukan. ''Apa kau marah padaku?'' tanyanya lagi. ''Kau marah yah? Hei aku hanya bercanda kemarin.''
           Eunjin geram dan ia menengok, namun naas, posisi wajahnya dan orang itu sangat dekat, hanya tinggal beberapa senti sebelum akhirnya bibir mereka bersentuhan. ''Yak menjauhlah dariku, Youngjae-ssi,'' ucap Eunjin sambil memalingkan wajahnya kearah lain. Ia tidak sanggup jika harus menatap wajah Youngjae dari jarak sedekat ini.
          ''Yak, kau jahat sekali Eunjin-ah,'' ucap Youngjae dengan nada sedikit merajuk. ''Tapi aku suka dengan sikapmu!'' lanjutnya dengan nada yang seratus delapan puluh derajat berbeda, ia mengacak-acak rambut Eunjin yang sedang di kuncir dua.
            ''Yak........''
            ''Kau manis,'' potong Youngjae. Wajah Eunjin memerah sempurna. Youngjae yang menyadari hal itu hanya terkekeh, ia tidak mau mengatakan hal yang sama seperti kemarin, atau dia akan didiamkan oleh Eunjin.
           ''Berhentilah menggodaku!'' kesal Eunjin.
           ''Hehehehe.'' Youngjae hanya nyengir yang menampilkan sederet giginya yang rapih. ''Joah,'' bisik Youngjae saat Eunjin baru meminum air putihnya, alhasil Eunjin berhasil mengeluarkan kembali airnya.
           ''Yak......'' Eunjin melihat Youngjae yang tersenyum manis padanya, hingga matanya terpejam. Sesaat rasa asing itu menyergap hati Eunjin. *Bolehkah aku menyukaimu, Youngjae-ssi?* batin Eunjin. Ia menatap lirih diri Youngjae yang masih tersenyum untuknya. *Haruskah aku mengkhianati temanku?* lanjutnya. *I made an accident! Mina-chan, mianhae.* batinnya mengakhiri






 ¤¤¤¤¤¤¤






         Semalaman suntuk Eunjin terus memikirkan apa yang akan ia lakukan pada Mina, haruskah ia jujur atau ia tetap menyembunyikannya? Tapi sepertinya ia akan jujur, tak peduli apa anggapan Mina terhadap dirinya, yang terpenting ia sudah jujur. Itulah yang ia fikirkan.

             ''Mina-chan.....''
             ''Ne, wae Eunjin-ah?''
             ''Mianhae, jeongmal mianhae,'' gumam Eunjin. Mina menatap Eunjin lekat. Kemudian Eunjin mengangkat wajahnya dan memegang kedua lengan Mina. ''Maaf, karna sepertinya aku menyukai Choi Youngjae-ssi!'' ucap Eunjin sedikit lantang, memang suasana kelas mereka sedang sepi, karna yang lain sedang pergi ke kantin.
          Mina membulatkan matanya, ia tercengang dengan pengakuan sahabatnya ini.
           ''Eunjin-ah, aku.......''
           ''Jadi, yang selama ini ingin kau katakan adalah hal ini, Eunjin-ah?'' potong Youngjae yang tiba-tiba saja masuk, entah sejak kapan.
            ''Young..... Jae-ssi? Neo.....'' Eunjin tak percaya dengan apa yang dilihatnya, seorang Choi Youngjae mendengar semua pengakuannya.
          Lalu Youngjae berjalan kearah Eunjin dan Mina, hingga ia berdiri dihadapan Eunjin. ''Aigo, kau manis sekali, Eunjin-ah. Kenapa tidak kau katakan langsung padaku?'' tanya Youngjae menggoda, ia juga mengusap lembut kepala Eunjin. Eunjin hanya memalingkan kepalanya menatap Mina kembali.
            ''Mina-chan....,'' ucap Eunjin lirih. Ia berharap Mina akan memarahinya, namun ia salah, ia malah mendapati Mina sedang tersenyum padanya.
           ''Chukkaeyo Eunjin-ah, aku ikut senang mendengarnya.'' Eunjin membulatkan matanya.
           ''Tapi Mina-chan, itu berarti aku sudah menyakitimu?'' tanya Eunjin masih dengan ketidakpercayaannya. Mina mengerutkan keningnya, ia menatap Youngjae yang sedang menatapnya, lalu ia kembali menatap Eunjin.
            ''Apa maksudmu? Kau jatuh cinta, itu baik bukan?'' tanya Mina.
            ''Tapi aku menyukai pria yang kau sukai Mina-chan, dan itu pasti menyakiti hatimu!'' jelas Eunjin lirih.
          Mina dan Youngjae saling menatap ketika mereka mendengar penjelasan Eunjin. Dan sedetik kemudian, mereka malah tertawa terbahak-bahak. ''Waeyo?'' tanya Eunjin bingung.
            ''Kau lucu Eunjin-ah,'' ucap Youngjae masih dengan tawanya.
             ''Jadi itu yang membuatmu selalu murung Eunjin-ah?'' tanya Mina yang sudah bisa mengontrol tertawanya. Eunjin mengangguk. ''Aigo, kau lucu sekali. Youngjae yang kusuka bukan Choi Youngjae-ssi, tapi Yoo Youngjae,'' jelas Mina. Eunjin mengerutkan keningnya.
             ''Ne, di kelas vokal ada Youngjae selain aku Eunjin-ah, yaitu Yoo Youngjae-ssi yang pendiam. Ku akui dia memang banyak disukai oleh gadis-gadis, tapi aku juga banyak yang menyukai!'' narsis Youngjae, Eunjin mendengus karnanya. ''Tapi mereka tidak seberuntung dirimu, Eunjin-ah.''
             ''Kenapa seperti itu?'' tanya Eunjin polos. Youngjae mendekatkan wajahnya ke wajah Eunjin, lalu ia membisikkan sesuatu.
             ''Karna hanya kau yang mampu memikat hatiku,'' bisiknya.
         Blush.... Wajah Eunjin memerah seketika.
             ''Ekhem.'' suara Mina menginterupsi keromantisan Youngjae dan Eunjin. ''Aku permisi, kalian lanjutkan lagi saja kencan kalian.'' setelahnya Mina berjalan keluar kelas menuju kantin, karna ia sedikit haus.
           Youngjae menatap Eunjin lekat, ''Wae?'' tanya Eunjin jutek. Youngjae tersenyum mendengarnya.
            ''Kau cantik, Eunjin-ah.'' lagi dan lagi, wajah Eunjin sukses dibuat memerah oleh seorang Choi Youngjae. Ia pun memalingkan wajahnya, agar Youngjae tak melihat wajahnya yang memerah. Namun terlambat, karna Youngjae sudah melihatnya sedari tadi. Youngjae pun mengusap lembut rambut Eunjin yang tergerai.




        @Kantin,



            ''Ouh.'' Mina menengok kearah kotak minuman. Ia terkejut saat minuman yang dipilihnya belum juga keluar dari kotak itu, padahal ia sudah memasukkan uang recehnya. Ia pun berjongkok dan memasukkan tangannya kedalam kotak itu dan merabanya, namun nihil.
          Saat sedang sibuk mencari, ada sepasang kaki yang menghalangi Mina, dan sepertinya ia juga ingin membeli minum. Mina mendongak untuk melihat orang itu dan betapa terkejutnya ketika ia mengetahui siapa orang itu. Ia pun terduduk lemas didepan mesin minuman.
          Mina memperhatikan gerak-gerik orang itu. Pria itu menendang mesin minuman tersebut, lalu merogohkan tangannya kedalam kotak, dan mengeluarkan sekaleng minuman, kemudian ia memberikannya pada Mina.
          ''Ige,'' ucapnya saat Mina tak jua mengambil minumannya.
          ''Ah? Ne, gomaweo Youngjae-ssi,'' ucap Mina tergagap. Orang yang dipanggil Youngjae tersenyum.
           ''Sepertinya mesin ini sudah mulai rusak!'' gerutunya. Setelahnya Youngjae berdiri dan meninggalkan Mina yang masih terduduk lemas. Wajahnya sekarang sudah memerah sempurna.
             ''Ah aku tidak bisa bernafas!'' gumamnya.






           ¤¤¤¤¤¤¤






          ''Yak Youngjae-ya, berhentilah berjalan aku lelah!'' teriak Eunjin mengeluh. Ia sangat lelah karna di kencan pertama mereka, Youngjae hanya mengajaknya berjalan-jalan mengitari taman tanpa ada tujuan yang jelas.
         Youngjae menengok kebelakang, dan melihat Eunjin sedang berjongkok dengan memijit-mijit kakinya yang terasa pegal. Lalu ia berjalan kearahnya, dan berjongkok dihadapan Eunjin. ''Apa kau lelah?'' Eunjin mengangguk. ''Ini semua salahmu karna mengabaikanku sebelum-sebelumnya.''
           ''Yak! Dengar yah, aku tau aku membuat sebuah kesalahan. Aku menyembunyikan perasaanku dan melarangmu untuk mendekatiku, karna ku kira kau itu orang yang dimaksud sahabatku. Aku tidak mau membuatnya menangis, jadi.......''
           -Cup- ucapan Eunjin mengambang di udara ketika bibir mungil itu dicium oleh Youngjae. Eunjin membulatkan matanya. Setelahnya Youngjae menghentikan ciuman singkat itu dan tersenyum menatap Eunjin.
           ''Berhentilah mengeluh, itu merepotkan!'' ucapnya masih dengan senyumannya.  Eunjin akan marah, akan tetapi ia melihat tangan Youngjae terulur untuk membantunya berdiri. ''Kajja, bukankah kau haus?'' tanyanya. Eunjin yang mendengar nada lembut itu mengangguk dan menyambut uluran tangan Youngjae.
           ''Kajja....,'' jawabnya riang.
           Mereka pun menyusuri taman dengan tangan yang saling berpegangan dan senyum merekah di wajah mereka.
          ''Saranghae,'' bisik Youngjae
          ''Nado saranghae, Youngjae-ya.....'' bisik Eunjin riang. Youngjae semakin mengeratkan genggamannya ditangan Eunjin.








-The End-






FIRST SIGHT - UPI HWANG [ONESHOOT]



First Sight- Upi Hwang [OneShoot]



Cast           : Shannon William. Bambam
Other Cast : Got7, Kim Dani, Ahn Eunjin
Cameo       : Ok Taecyeon, Nichkhun Horvejkul.
Cover by    : Catastrophe Art
Genre         : School-life, Friendship.
Author       : Upi Hwang.
Lenght       : Oneshoot





    

Can you love me?
Can you love me?
Yeoja maeum da sobakhaeseo
Saranghae hanmadie
Modeungeol dajuge doeneungeol
So will you love me?



   Shannon, wanita cantik itu tidak sengaja menabrak pria ketika ia sedang mendengarkan musik di trotoar jalan,  itu terlihat dari earphone putih yang ia pakai.
   Pria yang sedang bercanda ria dengan teman-temannya sekaligus pria yang ditabrak itu berhenti, dan menatap Shannon. Begitupun sebaliknya.
    Shannon membungkukkan badan dan kepalanya. ''I'm sorry sir,'' ucapnya dengan bahasa inggris yang fasih.
    ''Yeah, i'm all right.'' jawab pria itu sambil tersenyum, bertepatan dengan itu, Shannon mengangkat kepalanya dan melihat senyuman itu. Nae joaheyo,,,,,  batinnya.
     Setelah mengucapkan hal itu, pria tadi pun melanjutkan jalannya karna teman-temannya sudah jauh berada didepan. Dan Shannon juga melanjutkan jalannya kembali.




                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



    Shannon, sekarang ia sedang berdiri didepan gerbang sekolah barunya, Seoul International Art School. Ia menutup matanya, membiarkan angin menerpa wajah dan rambutnya. Rambutnya yang tergerai berkibar tertiup angin.
   Ternyata dibelakangnya ada seseorang yang kebetulan sedang berjalan kearahnya, ia menghirup aroma alami yang tercium dari rambut Shannon. Harumnya,,,, batin orang itu. Lalu ia melihat wajah Shannon, Ah neomu yeppo,,, batinnya kemudian.
     Kemudian saat orang itu sedang asik melihat Shannon yang masih memejamkan matanya, ada yang memanggilnya.
    ''Bambam hyung,'' orang itu yang ternyata bernama Bambam mengalihkan pandangannya dari Shannon, kearah orang yang memanggilnya yang ternyata adalah Yugyeom, salah satu sahabatnya.
    ''Ne, Yugyeom-ah, wae?'' teriak Bambam sambil berjalan menuju Yugyeom meninggalkan Shannon.
    ''Kenapa kau disitu saja? Kha, Mark hyung dan JaeBeom hyung sudah menunggu.'' ucap Yugyeom. Bambam mengangguk.
    ''Araseo, kha.''
   Saat Bambam pergi, Shannon membuka matanya lalu ia melihat punggung Bambam yang semakin menjauh. Ia mengerutkan keningnya, setelahnya ia mulai memasuki halaman sekolah.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



     ''Jadi kau murid baru itu?'' tanya yeoja tinggi berambut hitam panjang, yang diketahui bernama Eunjin, Shannon mengangguk.
    ''Ah kau mengerti bahasa korea?'' tanya gadis yang berkacamata, Dani.
    ''Ne, nae eomma hanguk saram. Jadi aku mengerti dan bisa.'' ucap Shannon dengan bahasa korea yang fasih.
     ''Woaaah,'' komentar Eunjin dan Dani bersamaan. Shannon, ia hanya tersenyum melihat ekspresi dua teman barunya itu.
    Memang wajah Shannon itu terlihat western, dikarnakan ayahnya seorang British. Jadi tak heran dia lebih terlihat ke western dibanding korea. ''Ne, aku butuh bantuan kalian. Mannaseo bangapseumnida.''
    ''Ne, selamat bergabung di sekolah ini.'' ucap Dani.
    ''Ne semoga kau suka kamar nya.'' lanjut Eunjin. Shannon mengangguk sambil tersenyum yang menampilkan gigi kelincinya.




                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



   ''Bammie-ya tolong ambilkan bukuku di Eunjin-ssi,'' ucap Youngjae.
   ''Kenapa aku hyung?'' tanya Bambam.
   ''Ouh hayolah Bammie-ya, bukankah hari ini kau ada kelas dengannya.'' Bambam nampak berfikir.
   ''Aku tidak tau Eunjin mana yang kau maksud hyung,''
   ''Ouh Bammie-ya, jangan bercanda. Dia satu kelas denganmu saat pelajaran Song sonsaengnim. Ahn Eunjin.'' jelas Youngjae. Bambam, ia mengangguk.
    ''Araseo.'' ucapnya sebelum meninggalkan kamar mereka.




                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



    Sekarang Bambam sedang berada di depan pintu kamar Eunjin. Ia menarik nafasnya sambil menutup matanya, karna ini pertama kalinya ia ke asrama wanita. Saat ia sedang melakukan itu, seorang wanita berambut pirang panjang dengan poni depannya berhenti ketika melihatnya.
    Wanita yang tidak lain adalah Shannon, terpaku melihat pemandangan saat ini. Dan tepat saat ia sedang menatap Bambam lekat, Bambam membuka matanya. Bambam pun terpaku. Ia terlihat menahan nafasnya agar detak jantungnya yang tak beraturan tidak terdengar oleh Shannon. Wajah Shannon memerah sempurna.
     ''Bambam sunbaenim, apa yang kau lakukan disini?'' tanya Dani yang baru datang, suara yang sukses menyadarkan Shannon dan Bambam dari kebisuan mereka.
    ''Ah anu,,,'' Bambam terlihat mengumpat karna kegugupannya. Sedangkan Shannon hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ''Aku disuruh Youngjae hyung untuk mengambil bukunya di Eunjin-ssi.'' lanjut Bambam setelah berhasil mengatasi kegugupannya.
    ''Tapi Eunjin eonni baru saja mengembalikannya kepada Youngjae oppa.'' jawab Dani.
    ''Mwo? Jinjah?'' Dani mengangguk. Bambam terlihat sangat kesal. ''Araseo, gomaweoyo.'' ucap Bambam. Dani mengangguk. Bambam meninggalkan kamar Shannon dan Dani sambil terus menggerutu tidak jelas.
    Shannon masih terpaku didepan pintu, menatap kepergian Bambam. ''Wae eonni?'' tanya Dani, Shannon seketika sadar,
    ''Ne?''
    ''Ani, kha kita masuk.'' ucap Dani. Shannon mengangguk, dan mengekor Dani yang sudah lebih dulu berjalan kedalam kamar.




                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



     ''Dia itu orang yang baik eonn.'' ucap Dani tiba-tiba, dan seketika membuat suasana yang tenang menjadi sedikit gaduh, apalagi Eunjin yang langsung berlari menuju ke kasur Dani,
    ''Nugu?'' tanya Eunjin.
    ''Bambam sunbaenim, dia itu orang yang baik.'' ulang Dani. Dua ekspresi berbeda dilihat Dani. Shannon menampilkan ekspresi penasaran, sedangkan Eunjin menampilkan ekspresi malasnya.
     ''Kenapa kau jadi membicarakan dia...'' komentar Eunjin.
      ''Sepertinya ada yang menyukainya.'' goda Dani, wajah Shannon memerah, sedangkan Eunjin yang tidak tau apa-apa hanya mengerutkan keningnya. ''Dia itu orang Thailand, dan ia itu trainee JYP Ent, ini adalah tahun keduanya disini.'' jelas Dani.
    ''Ouh hayolah Dani berhenti membicarakan napeun namja itu!''
     ''Napeun?'' ulang Shannon. Eunjin mengangguk. ''Ne dia itu menyebalkan, dan itu sangat buruk.'' Shannon mengangguk. Lalu Eunjin mengerutkan keningnya. Ia menatap Shannon, dan terlihatlah semburat merah muda di kedua pipi Shannon, ''Omona, jangan bilang kalau kau itu.......??'' ucap Eunjin tak percaya.
     ''Ne, Shannon eonni menyukainya!'' ucap Dani.
    ''Yak, siapa yang suka siapa heoh?'' elak Shannon. Namun terlambat, karna Eunjin dan Dani sudah mulai menggodanya.




                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



    ''Youngjae-ya,''
    ''Ne, Jinyoung hyung, wae?'' tanya Youngjae yang masih tidak mengalihkan pandangannya. Sekarang mereka sedang berada di aula asrama. Disana juga terdapat seorang Mark Tuan dan Jackson Wang yang sedang bermain catur, dan masih banyak siswa lainnya.
    ''Dimana Bambam?'' tanya Jinyoung.
    ''Dia sedang di kamar, bersama Yugyeom,'' jawab Youngjae tanpa melihat Jinyoung. Jinyoung yang sudah selesai urusannya dengan Youngjae langsung pergi meninggalkan Youngjae di aula. Ia pergi menuju kamar Bambam dan Yugyeom.
    Ia langsung masuk, ketika menyadari pintu tidak dikunci. Lalu terlihat seorang Bambam yang sedang tidur-tiduran dikasurnya. Yugyeom? Iyah tidak terlihat didalam kamar itu, entah dimana dia sekarang ini. ''Bammie-ya,'' rajuk Jinyoung. Bambam sedikit terkejut, terbukti dengan menengoknya ia kearah panggilan. Namun setelahnya ia kembali keposisi awalnya.
    ''Ne hyung, waeyo?''
    ''Niatnya aku ingin mengajakmu ke Queens kafe malam ini,'' Jinyoung melihat jamnya. ''Tapi sepertinya kau sedang tidak mau keluar.'' lanjutnya. Bambam yang mendengar jawaban Jinyoung, langsung terduduk tegas.
      ''Ani hyung, kha kita pergi.'' ucapnya. Jinyoung, dia hanya tersenyum melihat tingkah Bambam. Mereka pergi ke Queens kafe.



    @Queens kafe.


    ''Eunjin eonni, apa tidak apa-apa, jika kita pergi malam-malam seperti ini?'' tanya orang itu.
    ''Ne Shannon-ah, tidak apa-apa, besok hari sabtu jadi kita bisa datang lebih siang untuk memulai pelajaran.'' jelas Eunjin. Lalu Eunjin menarik lengan Shannon agar cepat masuk ke dalam kafe, karna keadaan diluar cukup dingin di akhir tahun ini.
     ''Ah dinginnya,'' komentar Eunjin saat mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.

  Satu detik kemudian,

    ''Ouh Eunjin-ah, kau juga disini?'' tanya seseorang, Eunjin dan Shannon menengok kearah orang yang baru datang itu. ''Bolehkah kami gabung dengan kalian?'' tanyanya kemudian. Eunjin mengangguk ketika ia tau siapa dua orang yang baru datang itu. Ia tersenyum jahil ketika mengetahui siapa orang yang bersama dengan pria yang baru saja bertanya padanya. Sedangkan Shannon, ia menundukkan kepalanya ketika ia merasa diperhatikan.
    ''Ne Jinyoung oppa, duduk saja.'' ucapnya lembut.
    ''Oppa?'' ulang orang yang bersama Jinyoung itu, orang yang tak lain adalah Bambam. Eunjin menatap Bambam, lalu ia menampilkan tatapan deathglare kepada Bambam.
     ''Ne, waeyo?''
     ''Sudahlah, Bammie-ya, aku yang menyuruhnya memanggil seperti itu.'' Bambam mengangguk, lalu ia menengok kesampingnya, kebetulan ia duduk disamping Shannon. Ia melihat Shannon yang sedang mengatur pernafasannya. Jinyoung juga memperhatikan Shannon. ''Ah kau murid baru?'' tanyanya hati-hati. Shannon mengangkat kepalanya, lalu mengangguk.
     ''Ne, Shannon William imnida.'' ucapnya,
     ''Ah, Park Jinyoung imnida, dan ini, dia Bambam, dia sedikit pemalu.'' ucap Jinyoung sambil tersenyum jahil.
      ''Hyung.........'' rajuk Bambam. Namun Jinyoung hanya nyengir. Tak lama setelah percakapan, pesanan mereka datang, dua gelas coklat panas, dan dua gelas kopi americano.
    Mereka larut dalam percakapan santai, dan saat Bambam serta Shannon sibuk meminum minuman mereka, Eunjin mendekatkan bangkunya kebangku Jinyoung, kemudian ia membisikkan sesuatu. ''Oppa, bukankah mereka terlihat serasi?''
    Jinyoung melihat Bambam dan Shannon yang kebetulan sedang saling bertukar senyuman. Lalu ia mengangguk.
    ''Shannon, ia menyukai Bambam-ssi.'' jujur Eunjin. Jinyoung yang sedang minum, hampir saja tersedak kopinya ketika mendengar pengakuan itu.
     ''Mwo?''
     ''Hush,'' desis Eunjin, ia mengangguk. ''Bolehkah aku meminta sesuatu padamu oppa?''
      ''Apa?''
      ''Tolong cari tau apakah Bambam memiliki perasaan yang sama seperti sahabatku itu,'' Jinyoung nampak berfikir. ''Ayolah oppa, bukankah aku sudah kau anggap sebagai adikmu sendiri?'' desak Eunjin. Memang benar, Jinyoung selama ini sudah menganggap Eunjin sebagai adiknya sendiri, itu semua berawal dari seringnya Jinyoung membantu Eunjin jika Eunjin sedang kesulitan. Setelah cukup lama berfikir, Jinyoung akhirnya mengangguk. ''Gomaweo oppa.''
      ''Sudahlah, Kha, sudah malam, nanti kepala asrama marah jika kita pulang terlambat.'' ucap Jinyoung ketika selesai melihat jam ditangannya. Mereka mengangguk, lalu pergi meninggalkan kafe setelah sebelumnya membayar minuman mereka, kali ini Jinyoung yang membayar minumannya, termasuk minuman Shannon dan Eunjin.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



   Hari sabtu, mereka masuk ketika waktu sudah mulai siang, namun masih ada saja guru yang mengajar pagi, yaitu seperti Kang sonsaengnim, ia datang terlalu pagi untuk hari sabtu. Dan untung saja, hari ini Shannon tidak terlambat.
    Ia masuk kelas, lalu duduk di barisan ke-4 dari depan, ke-2 dari samping dekat pintu. Sepuluh menit sudah berlalu setelah dimulainya pelajaran Kang sonsaengnim, lalu pintu terbuka. Shannon masih terfokus dengan bukunya, ketika pintu itu terbuka.
    ''Yak, kenapa kau selalu terlambat dipelajaranku Bhuwakul-ssi?'' ucap Kang sonsaengnim pada pria yang baru saja datang.
     ''Jeoseonghamnida sonsaengnim,'' ucapnya menyesal.
    ''Baiklah, tapi jika kau telat lagi jangan harap untuk bisa masuk kekelasku,'' peringatan dari Kang sonsaengnim, ia hanya mengangguk. Lalu ia berjalan ke bangku kosong yang kebetulan berada di belakang Shannon, setelah Kang sonsaengnim menyuruhnya duduk.
    Ketika sampai disamping Shannon, ia melirik ah bahkan ia menengok dan memperhatikan Shannon setelahnya ia duduk dibangku paling belakang.
    ''Selalu saja terlambat!'' ucap seseorang yang berada disamping kiri pria itu, dia menengok.
    ''Ouh Yugyeom-ah, kenapa kau tidak membangunkanku?'' tanya orang itu sedikit kesal.
     ''Aku sudah melakukannya Bambam-ah, tapi kau saja yang tidak mau bangun,'' bela Yugyeom.
     ''Yah tapi seha.....''
     ''Berhentilah bicara di kelasku!'' ucap Kang sonsaengnim memotong pembicaraan antara Bambam dan Yugyeom. Ternyata suara itu tidak hanya didengar oleh Kang sonsaengnim, namun didengar juga oleh Shannon, alhasil ia pun menengok kebelakangnya. Lalu tampaklah seorang Bambam. Shannon tampak terkejut. Terbukti dari mulutnya yang berbentuk huruf O.
      ''Hi,'' sapa Bambam tanpa suara,
      ''Ekhem,'' batuk Yugyeom, suara kecil yang mampu membuyarkan keterkejutan Shannon, Shannon tersenyum, kemudian berbalik dan kembali mendengarkan penjelasan Kang sonsaengnim.

    Tak terasa pelajaran Kang sonsaengnim telah selesai, Shannon sedang membereskan buku-bukunya ketika Bambam berada disampingnya. Shannon mendongak untuk melihat Bambam yang berdiri disampingnya.
    ''Ternyata kau,'' ucap Shannon, lalu ia kembali membereskan buku-bukunya yang sempat tertunda.
    ''Apa kau mau ke kantin?'' tanya Bambam.
    ''Mollayo, Eunjin-ah dan Dani-ah belum mencariku.'' jawab Shannon sambil memasukkan buku terakhirnya.
     ''Kalau begitu, pergi bersama ku saja.'' ajak Bambam, Shannon menatap Bambam. Bambam tersenyum, lalu segera mungkin ia menarik tangan Shannon meninggalkan kelas itu. Selama perjalanan menuju kantin, Shannon sukses dibuat deg-deg'an oleh Bambam. Karna Bambam tak jua melepaskan genggamannya sedari mereka dikelas tadi.

     ''Kau mau pesan apa?'' tanya Bambam ketika mereka sudah duduk disalah satu bangku kantin.
    ''Aku tidak tau makanan apa yang enak disini,'' komentar Shannon.
     ''Baiklah kalau begitu kau tunggu disini.'' ucap Bambam, setelahnya ia berjalan meninggalkan Shannon dan memesan makanan untuk mereka berdua.

    Shannon memegang Dadanya yang terus saja berdetak tak karuan, ''Oh My God, aku sungguh menyukainya. Aku menyukainya sejak hari itu. Aku menyukainya pada pandangan pertama.'' gumam Shannon.
    ''Jinjahyo? Eonjena?, eodiseo?'' tanya seseorang yang baru saja duduk. Shannon terkejut, ia menengok kearah orang itu, ''Hi, i'm Mark Tuan, and you?'' ucap + tanyanya dengan bahasa inggris yang fasih.
    ''I'm Shannon William, senang berkenalan denganmu, sunbaenim?'' ucap Shannon sedikit ragu menyebut kata Sunbae.
    ''Aigo, kau kiyeon yeoja.'' komentar Mark sambil mengacak-acak rambut Shannon, karna ia terlalu gemas melihat wajah Shannon.
     ''Yak sunbae,''
     ''Oppa, panggil saja aku Mark oppa,'' ucap Mark ketika Shannon memanggilnya sunbae.
      ''Araseo, algaeseumnida.'' jawab Shannon. Tak lama Bambam datang dengan dua nampan.
     ''Woah, cinta memang hebat,'' komentar seseorang yang baru datang. Dia adalah Jackson Wang.
     ''Apa maksudmu hyung?'' tanya Bambam merengut.
     ''Ani, Mark hyung, kau dipanggil JaeBeom hyung,'' ucap Jackson, lalu ia berlalu dari sana.
      ''Araseo,'' ucapnya pada Jackson. ''Hei berjuanglah uri Bammie!'' teriak Mark yang sudah berjalan menjauh dari Bambam dan Shannon.
      ''Heoh, apa maksudnya itu.'' gerutu Bambam sedangkan Shannon hanya tersenyum.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^




    25 Desember 2015

   Hari ini murid Seoul International Art School sedang libur, banyak yang pergi berjalan-jalan. Shannon yang  baru masuk kedalam kamar, tampak bingung karna terdapat bingkisan diatas kasurnya. Shannon membuka bungkusan itu, yang ternyata adalah sebuah coat merah hangat dengan hodie yang berbulu. Disana terdapat sepucuk surat.
   ''Eunjin eonni, waeyo?'' tanyanya ketika melihat pengirim hadiah itu yang ternyata adalah Eunjin.


    Happy Mary Christmast Shannon-ah^^
Pakailah coat ini, aku dan Dani menunggumu di taman yang berada didekat sungai Han, datanglah, palliwa!! :)

   Shannon mengerutkan keningnya, ia bingung kenapa tiba-tiba seperti ini. Tapi ia masih melakukan perintah Eunjin, ia mengenakan coat merah itu dan pergi ke taman yang berada didekat sungai Han.
   Percayalah, ada sebuah rencana yang sudah dipersiapkan oleh Eunjin dan Dani.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^



   ''Bammie-ya, palliwa!'' suruh Jinyoung via telphone.
   ''Ne, hyung tunggu.'' balas Bambam, ia sedang memakai hodie hangatnya.
    ''Palliwa, disini dingin.''
    ''Araseo hyung, araseo.'' ucap Bambam sebelum menutup sambungan telphone.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^


   Shannon sudah berada ditempat tujuan, namun ia mengerutkan keningnya karna ia tak menemukan siapapun disana. Akhirnya Shannonpun mengeluarkan ponselnya, dan mencari kontak Eunjin kemudian menghubunginya.
    ''Yoboseyo,'' ucap Shannon ketika panggilan itu diangkat oleh Eunjin.
    ''Kau dimana eonni? Aku sudah berada disini.''
    ''Jinjahyo? Ah kau tunggu sebentar ne,''
    ''Araseo, keundae palliwa eonni, disini dingin.'' ucap Shannon mengakhiri sambungan.

  Lima menit kemudian, tak ada tanda - tanda akan kehadiran Eunjin maupun Dani. Shannon menghela nafas frustasi, iapun terduduk lemas dibangku yang terdapat ditaman itu, ia menghela nafas berat.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^


    Bambam, ia sudah sampai ditaman ini dari dua menit yang lalu, ia sedang mencari keberadaan hyungnya itu. Ia terus berjalan hingga akhirnya ia melihat seorang gadis berambut pirang panjang dengan coat berhodie warna merah. Bukankah itu??? Batin Bambam bertanya - tanya. Dan ia langsung menghubungi Jinyoung ketika ia menyadari sesuatu.
    ''Hyung,''
    ''Ouh ne Bammie-ya,''
    ''Apa kau yang merencanakan semuanya?'' tanya Bambam langsung.
     ''Hehehehe, sudah yah. Selamat berjuang!'' ucap Jinyoung mengakhiri percakapannya.
     ''Aish.......'' gerutu Bambam.

  Akhirnya, mau tidak mau, Bambam pun menghampiri Shannon, dan langsung duduk disamping gadis itu.
   Shannon menatap diri Bambam bingung.
   ''Kenapa kau disini?'' tanya Shannon polos.
   ''Seharusnya aku yang bertanya seperti itu.'' ucap Bambam.
    ''Aku menunggu seseorang,''
    ''Dia tidak akan datang.'' Shannon menatap Bambam, begitu pun dengan Bambam. Sekarang mereka saling berhadapan, kemudian Bambam memegang bahu Shannon dan menatap gadis itu lekat. ''Dengar Shannon-ah, mereka itu tidak akan datang. Karna ini semua direncanakan untuk kita.''
     ''Maksudmu?''
     ''Mereka tau bahwa nae joahaeyo ah ani, nae saranghae.'' jelas Bambam. Shannon terpaku seketika mendengar penjelasan Bambam. Bambam yang tak mendapat respon, melanjutkan perkataannya, ''Aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Yaitu di depan pintu gerbang sekolah, awal kau masuk sekolah itu. Dan, maukah kau menjadi nae yeojachingu?'' tanya Bambam.
   Shannon masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi, ''Bambam-ah,,,,,''
    ''Ne?'' Shannon terharu, lalu
    ''Ne aku mau.'' ucapnya tersenyum. Bambam yang melihatnya ikut tersenyum.
    ''Gomaweoyo, jeongmal gomaweo.'' ucapnya sambil memeluk Shannon.
    ''Tapi, kurasa bukan kau yang jatuh cinta pada pandangan pertama.'' komentar Shannon. Dan seketika Bambam langsung melepaskan pelukannya.
     ''Maksudmu?''
     ''Yang jatuh cinta pada pandangan pertama itu aku, bukan kau. Karna pertama kali kita bertemu itu di jalan setapak yang menuju ke Seoul International Art School. Waktu itu aku menabrakmu.'' jelas Shannon, Bambam yang mendengar penjelasan itu langsung berfikir.
     ''Kufikir saat itu aku ditabrak oleh seorang yeoja yang.......'' belum selesai Bambam bicara, Shannon langsung memotong perkataannya.
      ''Saat itu rambutku sedang di gelung, jadi tak terlihat rambut pirang panjangku.''
   Bambam mengerutkan keningnya. Lalu sebuah lampu berpijar terang di kepalanya.
  ''Ah kau benar..... Hehehehehe'' ucapnya sambil nyengir.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^


    ''Misi berhasil!'' teriak Jinyoung,
    ''Jinjahyo oppa?'' tanya Eunjin, Jinyoung mengangguk.
    ''Woah oppa kau hebat,'' puji Dani.
    ''Aniyo, ini juga berkat kalian. Terutama kau Eunjin-ah,'' ucap Jinyoung.
    ''Seharusnya kita tak boleh seperti ini.'' komentar Jaebeom yang baru duduk disamping Jinyoung dengan secangkir kopi ditangan kirinya. Sekarang mereka semua sedang menikmati hangatnya kopi di Queens kafe.
    ''Tak apa hyung, ini juga kan baik untuk mereka,'' bela Youngjae.
    ''Tapi kira-kira apa yang akan dilakukan Bambam hyung ya setelahnya....'' tanya Yugyeom sambil mengkhayal.
      ''Kau pikir apa lagi heoh yang bisa dia lakukan,'' komentar Mark.
     ''Tentu saja Kisseu..'' lanjut Jackson.
     ''Aish,,,,'' desis Eunjin dan Dani bersamaan.
  Namun kemudian mereka tertawa.



                 ^^^^~~~~~~~~~^^^^


    ''Tapi aku senang karna aku mencintaimu.'' ucap Bambam ''Meskipun aku kalah cepat olehmu.'' lanjutnya.
    ''Gwaenchana, aku tidak akan bilang pada siapapun. Yakseok'' ucap Shannon sambil menampilkan jari kelingkingnya, Bambam menyambut jari kelingking itu. Setelahnya, perlahan namun pasti, wajah mereka saling mendekat hingga akhirnya bibir mereka saling bertaut mengalirkan kehangatan ditengah cuaca dingin yang menusuk tulang.

    ''Ouh, Mwoya?'' ucap sebuah suara mengejutkan Shannon dan Bambam. Alhasil mereka langsung menghentikan kegiatan mereka. Bambam menengok keasal suara itu.
    ''Ouh Taecyeon sunbae, kau disini?'' tanya Bambam, Taecyeon mengangguk.
     ''Nickhun hyung juga,'' ucap Taecyeon sambil melirik Nichkhun, Bambam melihat arah tatapan Taecyeon dan benar disana memang ada seorang Nichkhun.
     ''Aigo, uri Bammie sudah besar rupanya.'' ucap Nichkhun lengkap dengan senyum jahilnya. ''Kajja Taecyeonnie, kita sudah mengganggu moment romantis mereka.''
     ''Araseo, araseo. Yasudah lanjutkan lagi kegiatan kalian sebelumnya.'' ucap Taecyeon. Setelahnya mereka berlalu.
    Shannon hanya bisa terkekeh geli melihat kepergian dua sunbae itu. Begitupun dengan Bambam. Kemudian Bambam menatap Shannon, dan memeluknya erat, sangat sangat erat.






                      ^The End^

Powered by Blogger.

Translate

Labels

15& 2AM 2NE1 2PM 5Dolls 9Muses After School Ahn Eunjin Ahn Seo Hyun Ahn Sohee auliasyalwa B.A.P B1A4 Bae Sun Mi Bae Suzy Baek A Yeon Baek Azizah Baek Yebin Baek Yerin Bambam Baro Bestie Big Bang Boyfriend Brothership BTOB BTS Byun Baekhyun Cha Hyun Rin Chapter Cho Kyuhyun Choi Hanny Choi Seung Hyun Choi Seungri Choi Siwon Choi Sungmin Choi Youngjae Cholict Click-B CNBLUE Comedy D.O Davichi DAY6 DIA Do Kyung Soo Donghyun Drama Eunhyuk EXO EXO-K EXO-M F.T. Island Fafiter Challenge Family FANFICTION Fantasy Friendship GFriend Girls' Generation Go Ahra GOT7 Ham Eunjung Han Hye Sun Han Hyo Joo Han Hyori Han Nayeon Hurt Hwang Chansung Hwang Minhyun Im Yoona Jang Geun Suk Jang Wooyoung Jenny Jeon Boram Jia Jinyoung Joo Ji Hoon Jr Jung Ho Seok Jung Il Woo Jung Jinwoon Jung Min Joo Jung Yerin Jung Yong Hwa Juniel Kaeun Kang Hye Ri Kang Hyo Rya Kang Min Hyuk Kang Yo Ra Kang Young Hyun Khunpimook Bhuwakul Kim Bum Kim Dani Kim Hanny Kim Hanny/Choi Hanny Kim Ji Ah Kim Jong In Kim Jong Woon Kim Min Jung Kim Nam Gil Kim Nam Joon Kim Nana Kim Naya Kim Seok Jin Kim So Eun Kim Soo Hyun Kim Sookyu Kim Wonpil Kim Woo Bin Kim Yugyeom Kris Wu Krystal Jung Lee Areum Lee Donghae Lee Hae Na Lee Hyo Jin Lee Hyo Ra Lee Hyukjae Lee Jae In Lee Jang Woo Lee Ji Eun Lee Jong Suk Lee Junho Lee Keina Lee Keumjo Lee Min Ho Lee Qri Lee Seung Gi Lee Sungmin Lee Sunny Lee Yo Won Married-life MellyTaenggo MeloDrama Min Yoon Gi Mistery Myoui Mina Na Haeryung Nam Gyuri Nichkhun Horvejkul Noh Lee Young NU'EST OC Oh Ha Ni Oh Jong Hyuk Ok Taecyeon OneShoot Park Chan Yeol Park Hyomin Park Jae Hyung Park Ji Eun Park Jihyo Park Jimin Park Jiyeon Park Keyla Park Se-young Park Shin Hye Park Soyeon Park Sungjin Park Yeon Jung Rap Monster Risma Song Romance Romantic Roy Kim Ryewook Sandara Park Sandeul School-life SeoHyun Sequel Shannon William Song Minyoung Sowon SPEED Sung Hyun Jae Super Junior T-Ara The Ark Tiffany Hwang Tiramisuu Latté TOP Trilogi Twice TwoShoot U-Kiss Upi Hwang V Wonder Girls Yaoi Yesung Yoo Youngjae Yook Sung Jae Yoon Dowoon Yoon Eun Hye Young K Yuna Kim