Showing posts with label Nam Gyuri. Show all posts

Noona, Can I Love You? (Part 2) [End] - Upi Hwang [TwoShoot]

Noona, Can I Love You? (Part 2) [End] - Upi Hwang [TwoShoot]










Cast           : Jung Il Woo, Lee Yo Won
Other Cast : Lee Min Ho, Bae Suzy, Kim Bum, Kim So Eun, Kim Min Jung, Kim Nam Gil, Nam Gyuri.
Cover by   : Adinda Spirit VKook Art
Genre        : Romance.
Author      : Upi Hwang.
Lenght      : Twohoot










         Warning!!!
    Typo bertebaran, (always....)
    Alur cepat, gaje dll... Don't Like, don't read.... Ini murni fikiran author..... Kritik dan saran sangat dibutuhkan,... Jadi jangan malu-malu untuk coret-coret di kolom review... Don't be silent readers! :)










Part 2.






             Happy Reading~





         Seperti biasa, Il Woo selalu menunggu di depan gerbang Universitas dengan helm di tangannya. Sudah dua minggu lebih ini ia selalu melakukan kegiatan ini setelah pulang dari sekolah.
         Tak lama kemudian gadisnya keluar dari gedung itu. Il Woo yang melihatnya tersenyum, begitupun gadisnya.
          ''Kenapa kau selalu menjemputku, Il Woo-ya?'' tanya Yo Won ketika ia sudah memakai helm nya.
          ''Karna aku menyukainya noona,'' jawab Il Woo dengan riangnya.
        Yo Won terkekeh, ''Dengar Woo-ya, saat ini kau masih dalam tahap pengujian... Jadi jangan terlalu berharap kalau........''
         ''Araseo,'' potong Il Woo. ''Ah noona, aku lapar. Apa kau juga lapar?'' tanyanya mengalihkan topik pembicaraan. Yo Won mengangguk.
         ''Sepertinya begitu.''
         ''Baiklah kalau begitu, kajja kita ke Queens kafe dulu,'' ajak Il Woo. Yo Won hanya mengikutinya.






                                                                         ¤¤¤¤¤¤¤




         ''Gomaweo.'' Il Woo mengangguk. ''Ah kau mau mampir Il Woo-ssi?'' tawar gadis bermata bulat besar itu.
        Il Woo menggeleng. ''Tidak, terima kasih Gyuri-ssi.'' setelah mengatakan hal itu Il Woo pergi meninggalkan rumah Gyuri.
        Setelah kepergian Il Woo, Gyuri tersenyum dan ia memainkan ponselnya untuk menelpon seseorang.
        ''Ne oppa, kau tenang saja aku sudah berhasil mendekati Il Woo-ssi.'' Gyuri tersenyum licik. ''Ne oppa, annyeong.''


      Flashback


         ''Tunggu!''
         Il Woo yang sedang mengendarai motornya, menghentikan laju kendaraannya ketika ada seorang gadis di pinggir jalan yang memberhentikannya. ''Ne?''
         ''Tuan tolong aku, dompetku dicuri dan aku tak bisa pulang, kumohon tolong antarkan aku,'' pintanya memelas.
        Il Woo nampak berfikir sebelum akhirnya ia menyetujui untuk mengantar gadis itu pulang, gadis yang tidak lain adalah Nam Gyuri.






                                                                        ¤¤¤¤¤¤¤





          ''Ada apa Woo-ya?'' tanya Yo Won ketika melihat Il Woo mengerutkan keningnya setelah membaca sebuah pesan masuk di ponselnya.
          Il Woo menatap Yo Won dengan tatapan tak enak. ''Noona,'' gumamnya.
          ''Pergilah!''
          ''Ne?'' tanya Il Woo tak mengerti.
         ''Pergilah, bukankah kau ada hal yang mendesak?'' ucap Yo Won dengan nada yang terdengar dingin.
         ''Noona, kau jangan marah... Aku,''
         ''Sudah kubilang kau pergi saja, jangan fikirkan aku. Aku tidak apa-apa Il Woo-ya,'' ucap Yo Won melembut, walau bagaimanapun Il Woo hanya kekasihnya, jadi dia tidak berhak melarang Il Woo untuk pergi.
           ''Noona.''
           ''Tak apa Woo-ya, pergilah!'' ucap Yo Won menyakinkan. Kali ini ia juga menggenggam tangan Il Woo.
           Il Woo menatap Yo Won, sebelum akhirnya ia mengangguk. ''Araseo, aku pergi dulu ne, Noona.'' Il Woo bangkit berdiri, lalu ia mencium pucuk kepala Yo Won sebelum pergi meninggalkan kafe.
            Yo Won menatap punggung Il Woo yang menjauh. Lalu Yo Won menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi, setelahnya ia menghela nafas. ''Ada yang berbeda dengannya, akhir-akhir ini,'' gumamnya. ''Dia bahkan memainkan ponselnya saat sedang makan bersamaku. Padahal sebelum-sebelumnya, ia tidak pernah melakukan hal itu,'' lanjutnya.






                                                                ¤¤¤¤¤¤¤






           ''Yo Won-ah, jankanman!''
          Yo Won yang sedang berjalan dengan Min Jung, menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang.
         ''Yak mau apa lagi kau Nam Gil-ssi?'' tanya Min Jung marah, ia masih terbawa emosi jika melihat wajah Kim Nam Gil, entah mengapa.
         ''Aku ingin bicara denganmu, Yo Won-ah. Hanya berdua.''
         ''Yak.......''
         ''Tak apa Min Jung-ah,'' cegah Yo Won sambil tersenyum. ''Baiklah, dimana?'' tanyanya pada Nam Gil.
        Nam Gil yang mendapat respon baik dari Yo Won hanya tersenyum.



         Mereka pun pergi ke Queens kafe.



         ''Ada apa?'' tanya Yo Won langsung. Nam Gil yang sedang menyesap kopinya, menghentikan kegiatannya itu dan menatap Yo Won lekat.
         ''Apa kau yakin dengan bocah itu?'' tanya Nam Gil serius. Yo Won mengerutkan keningnya.
         ''Ah, maksudmu, Jung Il Woo?'' tanya Yo Won. Nam Gil mengangguk. ''Ne, aku serius dengannya. Karna kurasa dia jauh lebih baik,'' jelas Yo Won.
      Yah memang hubungannya dengan Il Woo sudah berkembang jauh selama dua bulan lebih ini, dan dia juga sudah bisa menerima kehadiran Il Woo. Karna sebenarnya, jauh di dalam hatinya, ia juga mencintai seorang Jung Il Woo.
        Nam Gil yang mendengarnya hanya terkekeh.
       ''Wae?'' tanya Yo Won bingung.
       ''Apa kau percaya bahwa dia lebih baik?''
       ''Maksudmu?''
       ''Ige,'' Nam Gil memberikan ponselnya kepada Yo Won dan disana terlihat gambar Il Woo sedang berpelukkan dengan seorang gadis. Yo Won menelan ludahnya. Ia tak percaya pada apa yang dilihatnya, lalu ia menatap Nam Gil. Tatapannya menandakan ia membutuhkan penjelasan dari Nam Gil. ''Aku melihatnya langsung.'' Yo Won masih tak percaya. ''Percayalah padaku, Yo Won-ah. Pria itu tak ada bedanya denganku! Bahkan aku lebih baik darinya.'' Yo Won tak menghiraukan lagi perkataan Nam Gil, ia sedang mencoba tidak menangis. ''Aku masih mencintaimu, kembalilah padaku.''
        ''Bohong! Dan hentikan omong kosongmu itu!'' ucap Yo Won sambil bangkit berdiri, ia akan pergi meninggalkan kafe.
         Dan saat didepan pintu ia berpapasan dengan Il Woo yang sedang tertawa bersama gadis yang ada di ponsel itu. Il Woo dan Yo Won saling menatap. Yo Won menampilkan wajah kecewa, sedangkan Il Woo, ia menampilkan wajah terkejut.
       Yo Won yang sudah tidak tahan, langsung berlari meninggalkan kafe itu dengan airmata yang yang terus menetes.
       Il Woo yang menyadarinya, langsung berlari untuk mengejar kekasihnya itu, namun lengannya ditahan oleh Gyuri.
          ''Ada apa Woo-ya?'' tanya Gyuri polos.
          Il Woo menatap keji diri Gyuri, apalagi setelah ia melihat ada seorang Kim Nam Gil disana. Otak cerdasnya langsung bekerja, ia sudah masuk kedalam jebakan mereka. ''Lepas!'' ucapnya dingin sambil menghentakkan pegangan tangan Gyuri.
         Gyuri yang melihatnya hanya bisa mematung melihat perubahan sikap Il Woo. Ia tak menyangka di dalam diri Il Woo yang hangat ada sikap dingin seperti itu. Dan dia hanya bisa menatap kepergian Il Woo.
         Di sudut kafe, Gyuri melihat Nam Gil yang sedang tersenyum kecut. ''Mianhae, oppa.....'' gumamnya.




          Flashback.




       Drrrrt drrrrt drrrrt

      Ponsel Gyuri bergetar, dan ia melihat ada pesan masuk didalamnya. Ia pun segera membuka isi pesan tersebut,


Nam Gil Oppa,

Kau dimana Gyuri-ya? Apa kau sedang bersama dengan bocah itu?




Ne, oppa.

Balas Gyuri dengan singkatnya. Ia tersenyum miris. Ia mencintai pria itu, tapi entah mengapa ia malah dimanfaatkan oleh pria yang ia sukai.

    Satu menit kemudian, kembali terdapat pesan masuk di ponsel Gyuri, ia membacanya kembali.



Nam Gil Oppa,

Cepatlah ke Queens kafe!



        Gyuri membaca pesan itu dengan tatapan miris.
        Tak lama kemudian, Il Woo duduk dihadapan Gyuri setelah kembali dari toilet. ''Ada apa?'' tanya Il Woo yang melihat Gyuri sedikit gelisah.
        ''Ne? Ah, maukah kau menemaniku bertemu seseorang di Queens kafe?'' tanya Gyuri sedikit kikuk. Il Woo nampak berfikir. ''Tapi jika tidak mau juga tidak apa-.......''
          ''Baiklah, kha!'' potong Il Woo.
    Merekapun pergi ke Queens kafe. *Mianhae, Il Woo-ya.... Ini semua karna aku terlalu mencintainya!* batin Gyuri



                      Flashback End.....






                                                                  ¤¤¤¤¤¤¤
    




          ''Noona, jankanman,'' teriak Il Woo masih dengan gerak seribu untuk mengejar Yo Won yang masih menangis. Jangankan untuk menengok, menghiraukan panggilan Il Woo saja dia tidak mau. ''Noona,'' teriak Il Woo.
       Il Woo menjadi awas ketika melihat sebuah truck yang melaju dengan kecepatan tinggi menuju kearah Yo Won. ''Sh*t, Noona awas.......'' Il Woo menambah kecepatan larinya hingga,




         Brugh-



         Yo Won membulatkan matanya ketika melihat tubuh Il Woo yang terpental jauh dengan darah yang terus mengalir dari kepalanya. ''Ani, ani, ani......'' Yo Won menjadi kalut, lalu dengan sisa tenaganya, ia berjalan dan bersimpuh disamping tubuh yang terbaring lemah. ''Woo-ya, ani, kau harus sadar Woo-ya......'' teriaknya. ''Woo-ya......''
          Il Woo membuka matanya, lalu ia tersenyum melihat wajah Yo Won. Sekarang, kepalanya sedang berada dipangkuan Yo Won. ''Noona, kau salah paham. Kami tidak ada hubungan apapun. Uhuk... Aku dijebak noona,'' jelas Il Woo. Nafasnya sudah mulai tersenggal-senggal.
         ''Sudah cukup, hentikan ucapanmu Il Woo-ya, aku aku akan menelpon rumah sakit.'' Yo Won mulai mengeluarkan ponselnya, namun ditahan oleh tangan Il Woo yang sudah berlumur darah.
         ''Noo....na, kau ada...lah sa...tu-sa....tu...nya wani....ta ya..ng ada di ha....tiku, kar....na a....ku ya....ng memin.....ta.....nya. Goma.......weo noo...na, kau su.....dah mengi......zinkan.....ku un....tuk mela.....kukan....nya,'' ucap Il Woo tersendat-sendat.
          Setelahnya ia menutup matanya. Bertepatan dengan itu, So Eun dan Suzy datang. ''Wae eonni?'' tanya So Eun kalut.
         ''Ah eonni tenang ne, aku sudah menelpon rumah sakit,'' ucap Suzy, karna memang benar Suzy baru saja mematikan ponselnya.
          So Eun dan Suzy yang entah datang darimana, hanya bisa menenangkan Yo Won yang terlihat kalut selama menunggu ambulance datang.





                                                                    ¤¤¤¤¤¤¤
       




          ''Yo Won-ah, tenanglah. Adikku itu memang kurang ajar! Sudah ku bilang jangan......''
          ''Min Jung-ah, ini salahku sungguh ini salahku!'' potong Yo Won sambil masih terus menangis. Min Jung yang melihatnya langsung memeluk Yo Won.
           ''Kau tenang ne, adikku itu kuat. Jadi dia tidak mungkin.......'' Min Jung menghentikan perkataannya kala ia menyadari bahwa perkataannya tak berefek pada Yo Won. Terbukti malah semakin kerasnya tangisan Yo Won.        
          ''Ne, Min Jung noona benar. Uri Il Woo sangat kuat!'' ucap Min Ho.
          ''Ne, Il Woo hyung itu sangat kuat. Jadi dia pasti akan membuka matanya dan tersenyum untuk kita semua,'' timpal Kim Bum.





                                                               ¤¤¤¤¤¤¤




         ''Ireona Woo-ya, jebal. Aku tidak masalah jika kau tak mengingatku ketika kau sadar. Tapi aku mohon bangunlah!'' ucap Yo Won sambil membersihkan wajah Il Woo dengan handuk basah.

      Tak lama berselang, suara pintu terbuka. Min Jung yang baru datang, menatap nanar diri Yo Won. ''Yak sudah tiga hari berlalu, tapi kau masih belum beranjak dari kursi itu, Yo Won-ah. Makanlah!''
        Yo Won menggeleng,
        ''Yak Yo Won-ah, Eomma dan Appa tidak ingin kau sakit, begitupun adikku, ia pasti tidak ingin kau sakit. Dia akan marah padaku jika kau sampai sakit! Kumohon, makanlah Yo Won-ah,'' pinta Min Jung memelas.
          Yo Won menatap diri Min Jung, sebelum akhirnya ia mau makan.

      Lima menit sudah berlalu, dan hanya tiga sendok suap nasi yang berhasil ditelannya. Dan pada saat yang bersamaan, Suzy, So Eun, Min Ho serta Kim Bum datang.
        ''Eonni, kenapa kau sangat kurus? Kalau bagini terus kau akan sakit,'' ucap Suzy lirih.
        ''Ne eonni, kau akan sakit eonni.....'' timpal So Eun lirih.
        ''Gwaenchana Suzy-ah, Sso-ya... Eonni baik-baik saja......'' ucap Yo Won sambil tersenyum.
        ''Noona-ya......'' gumam Kim Bum lirih.
        ''Ne kau benar noona, kau memang harus selalu baik dan sehat, jika tidak Il Woo akan memarahi kami!'' ucap Min Ho.
        Yo Won tersenyum mendengar perkataan Min Ho. ''Gomaweo, Min Ho-ssi.''
        ''Eonni, kami membawa baju ganti untuk eonni. Ige,'' ucap So Eun sambil memberikan baju.
         ''Ne eonni, gantilah bajumu,'' lanjut Suzy.
         ''Gomaweo ne.....''

       Setelahnya Yo Won masuk kedalam kamar mandi yang memang tersedia di dalam kamar VIP.
       Min Jung menatap keadaan adiknya yang terbaring dengan perban di kepalanya dan selang pernafasan yang menutupi hidung dan mulutnya itu dengan nanar, ''Pabo-ya, kau bilang kau tidak akan membuat temanku menangis, tapi apa ini? Heoh, seharusnya aku tak percaya pada omong kosongmu itu, Woo-ya......'' ucapnya lirih.
        ''Eonni-ya......'' gumam So Eun, sedangkan Suzy memegangi pundak Min Jung yang sudah bergetar.
        Min Ho membenarkan selimut yang menutupi tubuh Il Woo. ''Pabo, neo pabo-ya....'' ucapnya dengan nada mengejek, namun di matanya tersirat kesedihan....
         ''Hyung-ah, bangunlah, kami rindu melihat senyum manismu,'' ucap Kim Bum jujur. Yang mendapat anggukan dari semuanya.
           Yo Won yang baru keluar dari kamar mandi terharu mendengarnya.





                                                                 ¤¤¤¤¤¤¤




          ''Noona,'' Gadis berambut hitam dan panjang sebahu dengan poni samping itu menengok, ''Can I love you?'' Gadis tersebut tersenyum mendengarnya.
         Dia mengangguk dan langsung berlari kearah pria itu dan memeluknya, memeluknya sangat erat. ''Ne, tentu Woo-ya.........'' ucapnya di dalam pelukan Il Woo, ''Bogossippeoyo, Woo-ya,'' gumamnya.
       Il Woo mengelus rambut gadis yang ada di dalam pelukannya saat ini. Dan ia tersenyum. ''Nado bogossipeo, Yo Won-ah.''
         Yo Won yang mendengar jawaban Il Woo semakin mengeratkan pelukannya.



             Flashback



       ''Ada apa ini, eommanim, abeonim? Kalian akan membawa Il Woo kemana?'' tanya Yo Won panik ketika melihat semua peralatan medis di tubuh Il Woo mulai dilepas.
        Il Woo Eomma yang melihat reaksi Yo Won hanya bisa terisak di dalam pelukan suaminya. Kemudian sang suamilah yang menjelaskannya pada Yo Won. ''Sudah enam bulan berlalu, tapi tak ada perkembangan yang terjadi pada tubuhnya. Jadi kami akan membawanya pergi dari sini, Yo Won-ah....''
          ''Tapi abeonim, aku..........''
          ''Hiduplah dengan bahagia Yo Won-ah, tanpa harus terbayang-bayang rasa bersalah karna keadaan yang terjadi pada uri Il Woo.'' Yo Won yang mendengarnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menutup mulutnya agar tak mengeluarkan isakan. Il Woo appa yang melihatnya langsung memegang pundak Yo Won yang bergetar. ''Kami tidak ingin melihatmu seperti ini Yo Won-ah.''
       Yo Won menatap kedua orang tua itu dengan tatapan tak percaya.
       Di depan pintu kamar ada seorang Kim Min Jung yang juga sedang menahan tangisannya.




                 Flashback End



          ''Kenapa baru sekarang, kau menemuiku, Woo-ya?'' tanya Yo Won. Sekarang mereka sedang duduk di bangku taman Dankook University. ''Kenapa setelah lima tahun berlalu, kau baru menemuiku?'' tanyanya lagi sambil menundukkan kepalanya dan memegang erat minuman kaleng yang di berikan oleh Il Woo tadi. ''Bencikah kau.........'' Il Woo menatap lekat diri Yo Won, lalu ia mengusap kepala Yo Won, menyebabkan perkataan Yo Won mengambang begitu saja.
          Yo Won menatap kearah Il Woo yang sedang tersenyum padanya.
          ''Apa kau sehat Yo Won-ah?'' tanya Il Woo tak menjawab pertanyaan Yo Won. Yo Won tak menjawabnya. ''Sepertinya kau sehat, tapi kenapa kau memotong rambutmu?'' Yo Won masih diam, ''Tapi aku menyukainya....... Kau selalu cantik dimataku,'' lanjutnya sambil tersenyum. Kali ini Yo Won tak bisa menahan tangisnya. Namun sedetik kemudian ia sudah berada di dalam pelukan Il Woo.
           ''Woo-ya,,,,,, '' gumamnya sambil terisak.
           ''Karna aku ingin saat kau melihatku lagi, kau melihatku sebagai pria dewasa yang bisa bersanding disampingmu, bukan pria yang jauh lebih muda darimu lima tahun.'' Yo Won semakin mengeratkan pelukannya. ''Pabo!'' ucapnya mencibir.
        Yo Won yang mendengar ucapan itu langsung melepaskan pelukannya, dan menatap tak percaya diri Il Woo yang sedang tersenyum mengejek kearahnya. ''Mwo?''
           ''Ne, kenapa dulu kau lari saat melihatku bersama wanita itu?''
           ''Itu salahmu, suruh siapa kau berken....''
           ''Aigo tuduhan macam apa itu? Kenapa kau mengambil kesimpulan sendiri?''
          ''Tentu saja aku curiga padamu Woo-ya,'' ucap Yo Won sengit. ''Sudah seminggu itu kau berubah padaku, kemudian aku melihat fotomu sedang berpelukan dengan wanita. Dan pada saat ku ingin tak mempercayainya, aku malah melihat langsung kau bersama wanita itu!'' jelasnya.
         Il Woo tersenyum, lalu ia memegang tangan Yo Won. ''Aku tidak mungkin berkencan dibelakangmu Yo Won-ah. Aku tidak menyukainya, dan kau tau. Aku dijebak oleh pria itu.''
          ''Tapi kenapa........''
          ''Aku sudah meminta padamu, agar membiarkanku mencintaimu, jadi sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu,'' potong Il Woo meyakinkan Yo Won. ''Sama seperti tadi, ditempat tadi, di masa lampau, aku bertanya padamu bisakah aku mencintaimu. Itu adalah keputusanku yang sampai kapanpun tak akan pernah berubah. Dan kau tau Yo Won-ah, aku sangat senang ketika kau mengizinkannya. Saranghae,'' ucapnya mengakhiri penjelasannya.
         Kemudian perlahan namun pasti, bibir mereka saling bertaut mengalirkan sebuah kehangatan diantara dua insan itu.
            ''Nado, saranghae.''









                                                     --''The End''--


 

Takdir - Upi Hwang [OneShoot]

Takdir - Upi Hwang [OneShoot]






Cast           : Kim Sang Bum, Kim So Eun.
Other Cast : Jung Il Woo, Lee Min Ho. Nam Gyuri, Bae Suzy
Cover By    : Kannakenny Art
Genre        :  Romance
Author       : Upi Hwang.
Lenght       : OneShoot







       '' You and Me always together. I believe it!''






   Flashback

    Sekarang sedang berlari seorang pria dengan kaos santai lengan panjang berwarna abu-abu, dengan celana jeansnya serta terdapat banyak tepung dan Kue di wajahnya menandakan ia sedang dikerjai oleh seseorang karna ia sedang berulang tahun saat ini, tak sengaja menabrak seorang gadis yang jauh lebih pendek darinya, seorang gadis yang mengenakan dress hijau muda selututnya. Dress yang dibalut oleh blazer berwarna putih. Ditangannya terdapat banyak buku, yang bisa dibilang tidak ringan. Karna meskipun buku yang di pegang gadis itu tipis-tipis, tapi tetap saja buku – buku tipis itu lumayan banyak. Alhasil buku- buku yang sedang dibawa sang gadis berjatuhan  di koridor suatu bangunan.
     ”Mianhae nona,” ucap pria itu sambil berjongkok membantu sang gadis membereskan buku-bukunya. Pria itu mengangkat wajahnya. ”Ini nona.”
   ”Kim So Eun, panggil saja So Eun.” ucap gadis itu sambil mengangkat wajahnya. Seketika dua pasang mata itu bertemu saling memandang,pandangan mereka sama-sama terkunci terhadap pemandangan yang berada didepan mereka.
   ”Kim Sang Bum, panggil saja Kim Bum.” balas Kim Bum, So Eun berdiri lalu,
   ”Apa kita pernah bertemu sebelum ini?”tanyanya. Kim Bum mengangkat bahunya.
   ”Sepertinya belum,”
   ”Benarkah? Padahal aku seperti mengingatmu,”ucap So Eun.
   ”Aku yakin kita belum pernah bertemu sebelum ini, tapi aku juga seperti mengingatmu.”
 
 Flashback End



    Semenjak hari itu, hari dimana Kim Bum yang sedang berulang tahun dan tidak sengaja menabrak So Eun, mereka sudah menjadi teman dekat. Walau masih dibilang baru kenal, namun kenyamanan yang mereka rasakan ketika sedang bersama membuat mereka  tak sulit untuk berteman.
   Buktinya sekarang mereka sedang berada di Queens Kafe. Setiap akhir pekan, Kim Bum  memang sering menyempatkan diri untuk main bersama So Eun, walau hanya sekedar untuk berjalan-jalan.
    Sekarang Kim Bum sedang duduk di kursi dekat jendela, ia sedang membaca buku - buku novel yang So Eun bawa. So Eun yang baru kembali dari toilet,  duduk di hadapan Kim Bum, lalu melanjutkan acara membacanya yang sempat tertunda oleh kepergiannya ke toilet.
      ''Sso-ah,'' panggil Kim Bum memecah keheningan yang terjadi diantara dirinya dan So Eun.
     ''Hem?'' tanya  So Eun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.
      ''Apa kau percaya dengan reinkarnasi Sso-ah?'' tanya Kim Bum. So Eun melihat kearah Kim Bum, dan menatap wajah pria itu.
     '' Aku percaya tidak percaya, '' jawabnya seraya mengalihkan pandangannya kembali kepada halaman buku yang sedang ia baca. ''Memangnya kenapa? Apa kau percaya dengan hal semacam itu Bum-ah?'' tanya So Eun masih dengan acara membacanya. Kim Bum mengangguk.
     ''Ne, dulu awalnya aku tidak percaya akan hal itu, tetapi setelah membaca buku tentang reinkarnasi, ditambah lagi tentang hubungan kita, aku sepertinya mempercayai sebuah reinkarnasi.'' jelas Kim Bum. So Eun mengerutkan keningnya, lalu ia meletakkan buku yang sedang ia baca. Matanya langsung menatap lurus mata Kim Bum. Dengan kedua tangan yang diletakkan diatas meja.
       ''Apa maksudmu Bum-ah?'' tanya So Eun, sekarang raut wajahnya sudah berubah menjadi serius. Kim Bum yang melihat perubahan itu menjadi bersemangat untuk membahas lebih lanjut topik yang sedang mereka bahas saat ini.
      ''Apa kau ingat bagaimana pertemuan awal kita?'' So Eun mengangguk, ''Waktu itu kau bertanya padaku,  apakah kita pernah bertemu sebelum ini?'' So Eun kembali menangguk, '' Apa kau tak pernah memikirkan kemungkinan bahwa pertemuan kita saat itu memang sudah di takdirkan?'' tanya Kim Bum lagi. Mendengar jawaban itu, So Eun hanya menghela nafas. Dia juga sudah merubah posisi duduknya menjadi lebih santai, dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
       ''Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?'' tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Kim Bum. Kim Bum hanya terkekeh ketika mendapat jawaban dari So Eun.
        ''Kau tau, mungkin saja di masa lampau kita adalah kekasih yang tertunda, oleh karna itu sekarang kita dipersatukan kembali lewat pertemuan waktu itu. Dan itu artinya sudah terjadi reinkarnasi diantara kita.'' jawab Kim Bum santai, yang sukses mendatangkan sebuah jitakan di kepalanya. Sebuah jitakan yang berasal dari tangan seorang wanita mungil yang sekarang sedang menatapnya kesal.  ''Yak Sso-ah, kenapa kau memukul kepalaku heoh?'' tanya Kim Bum sedikit kesal, ia juga memegangi kepalanya yang habis di pukul oleh So Eun. So Eun hanya mendengus.
        ''Apa bekerja selama satu minggu ini, sudah membuat otakmu rusak Bummie-ah?'' tanya So Eun sambil tersenyum menyepelehkan.
       ''Apa maksudmu Sso-ah?''
       ''Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau jadi seperti ini? Tiba-tiba saja membicarakan reinkarnasi, lalu mengkait-kaitkannya dengan pertemuan kita! Pasti pekerjaanmu membuat otakmu rusak!''
      ''Yak enak saja! Tentu saja tidak,'' ucap Kim Bum membela, ''Tapi ada satu hal yang ingin benar- benar ku lakukan jika memang kita adalah pasangan yang tertunda dimasa lampau.'' ucap Kim Bum
      ''Dan apakah itu?'' tanya So Eun penasaran,
      ''Menjadikanmu pendamping hidupku, selamanya.'' Blush, wajah So Eun serasa panas mendengar kata-kata itu, lalu di detik setelahnya Kim Bum memegang tangan So Eun, So Eun terkejut ''Dan mau kah kau menjadi kekasihku?'' sebuah pertanyaan yang sukses membuat wajah So Eun memerah sepenuhnya.
         Kim Bum yang merasa tidak mendapat tanggapan, mendekatkan wajahnya kewajah So Eun, ''Hei, bagaimana, kau mau kan? Mau yah? Please....'' desak Kim Bum. So Eun yang sudah terdesak, ditambah lagi dengan posisi wajahnya dengan wajah Kim Bum yang hanya terpaut delapan sentimeter, hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah, dan ia mengangguk.
        ''N-nne.'' jawabnya sedikit gugup. Namun apa yang ia dapat sebagai tanggapan dari jawabannya? Kim Bum malah menjauhkan wajahnya, kemudian ia menampilkan wajah cemberutnya. '' Hei kenapa kau jadi murung heoh?'' tanya So Eun bingung. Kim Bum menatap So Eun,
        ''Kau menerimaku karna terpaksa, jadi aku marah karnanya!'' jawab Kim Bum manyun, Setelahnya Kim Bum berjalan keluar meninggalkan So Eun yang masih terpaku.
      Dan tanpa pikir panjang lagi, setelah So Eun memasukkan novel-novelnya kedalam tas, ia langsung berlari keluar, mengejar Kim Bum.
     Saat berada di luar, So Eun mencoba memanggil Kim Bum, namun Kim Bum mengacuhkannya. So Eun mendengus kesal, lalu ia mempercepat langkah kakinya untuk menyusul langkah kaki Kim Bum. Dan ketika So Eun sedang berlari-lari, tiba-tiba saja Kim Bum menghentikan langkahnya. Alhasil itu membuat So Eun menabrak punggung kokoh milik Kim Bum, yang berakibat pada jatuhnya So Eun.
      Kim Bum melihat kearah So Eun yang sedang terduduk di koridor, dan tanpa dosa bertanya,
    ''Kenapa kau duduk di koridor Sso-ah?'' So Eun tidak menjawab dia hanya mendengus kesal karna perbuatan dan pertanyaan Kim Bum. So Eun bangun, lalu menatap kesal pada Kim Bum.
     ''Kenapa kau pergi heoh? Dikala aku sudah mengatakan Iya padamu?'' tanya So Eun sedikit emosi.
     ''Itu semua karna kau menjawabnya dengan terpaksa!'' jawab Kim Bum sambil pura-pura marah.
     ''Hei, aku menjawabnya dengan tidak terpaksa tau!'' bela So Eun.
      ''Benarkah?'' So Eun mengangguk, ''Kalau begitu cium aku!'' pinta Kim Bum. Sebuah permintaan yang membuat So Eun membulatkan matanya.
       ''Tidak mau!'' tolak So Eun, Kim Bum kembali menampilkan wajah dinginnya.
       ''Ya sudah kalau begitu,'' ucapnya, seraya akan membalikkan badannya, namun belum sepenuhnya badan itu berbalik, So Eun sudah menempelkan bibirnya disalah satu pipi Kim Bum. Kim Bum menghentikan pergerakkannya, lalu ia menampilkan senyum terindahnya. Akan tetapi So Eun hanya cemberut dan mendengus kesal. Dan melihat ekspresi So Eun yang seperti itu membuat Kim Bum malah tertawa terbahak - bahak.
         ''Yak Bummie-ah, berhentilah menertawaiku!'' ucap So Eun masih dengan nada kesalnya.
       ''Ne, ne araseo.'' ucap Kim Bum sambil mengacak-acak rambut So Eun.








__________________________








         ''Yak Bummie-ah sedang apa kau di kamar ku heoh?'' teriak So Eun sedikit terkejut dengan kehadiran Kim Bum di rumahnya, ah tidak, di kamar So Eun maksudnya. Di tambah lagi dengan keadaan So Eun yang hanya terbelit sebuah handuk, dikarnakan memang So Eun baru selesai mandi.
      ''Sso-ah, apa yang sedang kau kenakan heoh?'' tanya Kim Bum sambil menatap lekat pada tubuh So Eun. So Eun melihat tubuhnya yang hanya menggunakan sebuah handuk, setelahnya.
       ''Yak, kyaaaaaaaa....'' teriaknya sebelum kembali masuk ke kamar mandi yang terdapat di kamarnya. Meninggalkan Kim Bum yang masih melongo. ''Bummie-ah, keluarlah!'' pinta So Eun. Kim Bum hanya mengiyakan dan melangkahkan kakinya menjauhi kamar So Eun.

    Ceklek, suara pintu tertutup. So Eun segera keluar dari dalam kamar mandi dan dengan cepat memakai pakaian santainya, yaitu sebuah celana pendek dengan kaos lengan panjang berwarna orange.


...................


        ''Ini minumlah,'' ucap So Eun sambil meletakkan dua gelas teh hijau. Kim Bum mengangguk. Sekarang mereka sedang berada di beranda kamar So Eun yang kebetulan berada di lantai dua. ''Kau sedang apa heoh??'' tanya So Eun mendudukkan dirinya di samping Kim Bum yang sedang memainkan Laptopnya. So Eun mencondongkan tubuhnya untuk bisa melihat apa yang sedang Kim Bum lihat. Dan ternyata Kim Bum melihat album foto So Eun. 
      ''Sso-ah,''
      ''Ne?''
      ''Ini foto saat usia mu berapa tahun?'' tanya Kim Bum sambil menunjuk sebuah gambar dimana So Eun sedang bersama teman-temannya.
       ''Ouh itu saat usiaku ke tujuh belas tahun.'' jawab So Eun santai. Kim Bum hanya ber oh ria
       ''Ouh ini kan Gyuri, Nam Gyuri?'' tanya  Kim Bum sambil menunjuk salah satu teman So Eun. So Eun menatap bingung pada Kim Bum, ia juga mengerutkan keningnya.
      ''Dari mana kau mengenalnya?'' tanya So Eun curiga. Namun Kim Bum hanya terkekeh.
     ''Ternyata kalian berteman!'' jawab Kim Bum. Jawaban yang membuat So Eun sedikit kesal.
     ''Yak Bummie-ah, aku bertanya dari mana kau mengenalnya??'' tanya So Eun sedikit memaksa.
      ''Aku mengenalnya saat kami kuliah, dia dulu selalu mengejar-ngejar diriku!'' jawab Kim Bum dengan bangga. So Eun menatap Kim Bum dengan malas mendengar jawaban Kim Bum. Lalu ia meminum teh hijaunya dan berkomentar,
       ''Jangan bergurau! Gyuri tidak mungkin mengejar-ngejar dirimu!'' Kim Bum menatap So Eun. Setelahnya ia terkekeh,
       ''Hei, jadi kau tidak percaya heoh? Asal kau tau saja Sso-ah, dulu saat aku kuliah, aku dan teman-temanku sangat di gilai oleh segala wanita.''
        ''Benarkah? Heoh, aku tidak percaya!'' ucap So Eun. ''Memangnya siapa teman-temanmu itu heoh?'' lanjutnya.
       ''Dulu, aku, Min Ho dan Il Woo itu di juluki the flower boys, dan hampir semua siswi di Universitas mengetahui kami.'' narsis Kim Bum. So Eun hanya mengangguk-angguk.


________________________



         ''Hei, Bummie-ah Banguuuuuunnnnnn.'' teriak seorang namja di telinga  Kim Bum yang membuat pria itu bangun dari alam mimpinya.
      ''Yak Il Woo noona, berhentilah membangunkanku!'' ucap Kim Bum. Sebuah perkataan yang membuat urat - urat kekesalan muncul di dahi pria tersebut.
        ''Yak Bummie-ah, berhenti memanggilku Noona!'' balas pria yang bernama Il Woo itu dengan menekankan kata Noona yang terdapat diakhir kalimatnya. Namun Kim Bum hanya nyengir, ia juga berniat untuk tidur kembali. Terbukti dengan dia mulai menarik kembali selimutnya, akan tetapi tangan Il Woo dengan cekatan menarik paksa Kim Bum turun dari singgasana kebesarannya. Yang mengakibatkan Kim Bum terguling kebawah, dan Kim Bum juga mengaduh kesakitan.
      ''Cepatlah, kau sudah janji kan, bahwa akhir pekan ini akan kau habiskan bersama aku dan Min Ho. Dan jangan coba-coba untuk mengingkarinya!'' ucap Il Woo penuh dengan ancaman, ia pun meninggalkan Kim Bum sendiri di dalam kamar.
       ''Ugh dasar Noona Killer!'' teriak Kim Bum,namun yang diteriaki sudah tak terlihat.
  Kim Bum segera bangun dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.

         Sekarang mereka berdua sudah berada di dalam mobil, dengan wajah Kim Bum yang sudah segar.
    ''Kita akan kemana noona?'' tanya Kim Bum yang sukses mendapat pelototan dari seorang Il Woo. Kim Bum yang mendapatan tatapan seperti itu hanya nyengir kuda.
    ''Aku akan memperkenalkan mu dengan tunanganku.'' jawab Il Woo dengan senyum merekah di bibirnya. Kim Bum mengangguk.
    ''Memangnya siapa tunanganmu itu hyung?'' tanya Kim Bum penasaran.
    ''Rahasia!'' jawab Il Woo singkat.
   Il Woo mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah Lee Min Ho, teman mereka yang satunya lagi. Berhubung rumahnya masih satu komplek dengan rumah Kim Bum, jadi tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai dirumah Min Ho.
    Mereka turun dari mobil dan menekan bel, lalu keluarlah seorang pembantu.
    ''Ada yang bisa saya bantu tuan?'' tanyanya.
    ''Sepertinya dia pembantu baru hyung, dia tidak mengenali kita.'' bisik Kim Bum yang mendapat anggukan dari Il Woo.
    ''Kami ingin bertemu denga Min Ho-ssi, apa kami boleh masuk?'' tanya Il Woo sopan.
    ''Boleh, tapi maaf tuan, tuan muda sudah pergi dari sepuluh menit yang lalu.'' jawab pembantu itu.
      ''Mwo? Kemana dia pergi?'' tanya Il Woo dan Kim Bum serempak.
      ''Jeosonghamnida tuan, saya tidak tau, yang pasti dia pergi bersama kekasihnya.''
      ''Araseo, khamsamnida,'' ucap Il Woo seraya meninggalkan rumah Min Ho, diikuti oleh Kim Bum.

    Di dalam mobil Il Woo terus saja menggurutu tidak jelas, sedangkan Kim Bum sibuk berkiriman pesan dengan kekasihnya, siapa lagi kalau bukan dengan Kim So Eun.
   ''Yasudah Bummie-ya, kita terpaksa hanya berdua perginya.'' kata Il Woo akhirnya,
    ''Ne, hyung.'' jawab Kim Bum.
    Il Woo melajukan mobilnya menuju ke tempat awal tujuannya. Yaitu tempat pertemuannya dengan tunangannya.
      ''Sudah sampai,''
    Mereka sampai di Hottest Kafe, kemudian tanpa menunggu, mereka langsung melangkahkan kaki mereka untuk memasuki kafe tersebut.
    Ketika mereka berada di dalam, Il Woo mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok tunangannya itu. Sedangkan Kim Bum, ia masih sibuk dengan sms nya.
   Akhirnya, Il Woo melihat sosoknya sedang duduk di kursi di sudut ruangan, Il Woo berjalan kearahnya, begitu pun Kim Bum, yang masih mengekor dibelakangnya. Il Woo duduk di depan tunangannya. Kim Bum duduk di samping Il Woo.
    Kemudian Kim Bum mengangkat kepalanya, untuk melihat siapa tunangan temannya itu. Matanya membulat ketika ia melihat sosok orang itu, dan bukan hanya dirinya, namun juga wanita itu, ia juga membulatkan matanya.
    Il Woo yang melihat itu hanya mengerutkan keningnya. ''Ada apa? Apa kalian sudah saling kenal?'' tanya Il Woo.
   ''Ya'' jawab Kim Bum ''Tidak'' jawab wanita itu bersamaan.
    ''Ouh hayolah Gyuri-ya, mengaku saja kalau kau memang mengenalku.'' ucap Kim Bum sambil tersenyum penuh kemenangan.
     ''Gyuri-ya, jadi kau mengenal bocah nakal ini chagia?'' tanya Il Woo kepada Gyuri, tunangannya. Mau tidak mau Gyuri pun mengangguk.
      ''Ne, aku mengenalnya, dia itu cinta monyetku!'' jawab Gyuri akhirnya, Il Woo mengangguk - angguk mengerti. ''Tapi kau tenang saja Il Woo-ya, aku sudah tidak menyukainya lagi!'' lanjut Gyuri, ia tidak mau Il Woo salah paham dengannya.
      ''Ne, hyung, kami hanya berteman. Yah meskipun tidak akur. Lagi pula aku tidak menyukainya, sudah ada wanita yang mengisi hatiku.'' ucap Kim Bum.
     ''Araseo, lagipula itu kan hanya masa lalu kalian.'' ucap Il Woo santai. ''Ouh kalian mau pesan apa?'' tanya Il Woo.
     ''Aku sudah memesankan sesuatu untuk kita, jadi kuharap kalian menyukainya.'' jawab Gyuri. Kim Bum dan Il Woo mengangguk.
   Saat menunggu pesanan mereka datang, pandangan Kim Bum tertuju pada novel yang tergeletak di atas meja. Ia mengambilnya dan memperhatikan novel itu.
   ''Kau pergi bersama seseorang Gyuri-ya?'' tanya Kim Bum, Il Woo dan Gyuri menatap Kim Bum.
    ''Ne, bersama temanku, dia sedang berada di toilet sekarang.'' jawab Gyuri.
    ''Maaf aku lama yah Gyuri eonni,'' tanya gadis yang baru datang itu. Semua mata menatapnya, dan betapa terkejutnya Kim Bum ketika mengetahui siapa temannya Gyuri itu.
    ''Chagia, jadi kau yang dimaksud Gyuri-ya?'' ucap Kim Bum. Gadis itu langsung menengok, sedangkan Il Woo dan Gyuri hanya mengerutkan kening mereka. Gadis itu duduk di hadapan Kim Bum.
    ''Bummie-ya, jadi kau temannya tunangan Gyuri eonni?'' tanya balik gadis itu.
    ''Ah So Eun-ah,'' ucap Kim Bum mengangguk.
    ''Jadi kalian sepasang kekasih?'' tanya Il Woo dan Gyuri berbarengan. Kim Bum dan Kim So Eun mengangguk.
    ''Pantas saja, aku seperti mengenal novel ini.'' bisik Kim Bum kepada So Eun. Sedangkan So Eun hanya tersenyum kecil.
    ''Ekhem, Sso-ah, perkenalkan dia Jung Il Woo, tunanganku.'' akhirnya ucap Gyuri mengganggu keromantisan Kim Bum dan So Eun. ''Dan oppa, ini Kim So Eun, teman baikku.'' ucap Gyuri memperkenalkan mereka. Il Woo dan So Eun saling berjabat tangan.
     Kemudian pesanan mereka datang. Selagi mereka menikmati makanan mereka,
    ''Ouh eonni, aku telat yah?'' tanya seseorang yang baru datang bersama seorang namja. Semua pandangan teralihkan kepada orang itu.
    ''Ouh Suzy-ah,'' ucap So Eun dan Gyuri. ''Hyung!'' ucap Kim Bum dan Il Woo. Mereka saling bertatapan bingung,
     ''Hei, ada apa ini? Suzy-ah kenapa kau tidak bilang kalau kau akan bertemu dengan teman - temanku?'' tanya Namja itu. Suzy menatap namja itu tak percaya.
    ''Hei Min Ho oppa, mana aku tau kalau mereka itu teman - temanmu. Aku hanya di undang oleh Gyuri eonni, untuk datang ke kafe ini!'' jawab Suzy jutek.
      ''Sudah - sudah, lebih baik kalian duduk.'' lerai Gyuri. Dan Suzy duduk di samping So Eun sedangkan Minho duduk disamping Kim Bum.
       ''Min Ho-ssi, jangan salahkan Suzy-ah, Suzy memang tidak tau, aku bahkan tidak tau jika temannya Il Woo adalah kalian. Ini adalah ketidaksengajaan.'' jelas Gyuri.
     ''Ralat,'' ucap Kim Bum usai Gyuri menjelaskan, semua pandangan tertuju padanya, seolah menuntut jawaban apa yang akan di ucapkan Kim Bum. ''Ini bukanlah sebuah ketidaksengajaan, tapi ini adalah sebuah takdir.'' lanjut Kim Bum.
    ''Yak Bummie-ya, berhentilah bicara tentang hal - hal seperti itu.'' ucap So Eun.
     ''Tapi kau sendiri sering membaca buku yang berkaitan dengan takdir Sso-ah? Kenapa aku tak boleh bicara tentang takdir?'' tanya Kim Bum tak mau kalah.
     ''Sudahlah, kalian seperti anak kecil.'' ucap Il Woo, '' Yasudah kita anggap saja ini adalah takdir. Suzy, Min Ho kalian berbaikan lah. Dan kalian juga, So Eun, Kim Bum!'' suruh Il Woo yang mendapat anggukan dari Gyuri.
    Akhirnya, mereka berbaikan dengan pasangan masing - masing. Kemudian mereka pun melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.






________________________






         ''Kau tau Bummie-ya, aku tidak menyangka jika semua bisa terhubung seperti ini.'' ucap So Eun. So Eun baru saja memberikan Teh hijau kepada Kim Bum. Kim Bum menerimanya. Lalu So Eun duduk di samping Kim Bum.
    ''Ne, Sso-ya, aku juga tidak menyangka.''

    Sekarang mereka sedang berada di beranda kamar So Eun. Mereka menatap bintang yang bertebaran di langit malam.
    ''Hem, Sso-ya. Bagaimana kalau kita menyusul Il Woo hyung, dan Gyuri?'' tanya Kim Bum. So Eun yang mendengar akan hal itu menengok kearah Kim Bum. Sekarang posisi mereka, Kim Bum sedang memeluk pinggang So Eun yang berada di sampingnya.
     ''Maksudmu Bum?'' tanya So Eun polos. Kim Bum menatap So Eun. Hal itu membuat wajah mereka hanya terpaut beberapa senti saja.
     ''Kita menikah!'' ajak Kim Bum. Setelahnya senyuman indah terukir di bibir manis So Eun, So Eun mengangguk. ''Gomaweo Sso.''
   Kim Bum mendekatkan wajahnya kewajah So Eun, lalu bibir itu mencium singkat bibir So Eun. Hanya untuk menghangatkan di malam yang semakin dingin ini. ''Disini dingin Sso, mari kita masuk.'' ajak Kim Bum akhirnya, So Eun mengangguk.
    Mereka pun masuk ke dalam, dengan posisi So Eun di peluk Kim Bum dari belakang.











              -End-
Powered by Blogger.

Translate

Labels

15& 2AM 2NE1 2PM 5Dolls 9Muses After School Ahn Eunjin Ahn Seo Hyun Ahn Sohee auliasyalwa B.A.P B1A4 Bae Sun Mi Bae Suzy Baek A Yeon Baek Azizah Baek Yebin Baek Yerin Bambam Baro Bestie Big Bang Boyfriend Brothership BTOB BTS Byun Baekhyun Cha Hyun Rin Chapter Cho Kyuhyun Choi Hanny Choi Seung Hyun Choi Seungri Choi Siwon Choi Sungmin Choi Youngjae Cholict Click-B CNBLUE Comedy D.O Davichi DAY6 DIA Do Kyung Soo Donghyun Drama Eunhyuk EXO EXO-K EXO-M F.T. Island Fafiter Challenge Family FANFICTION Fantasy Friendship GFriend Girls' Generation Go Ahra GOT7 Ham Eunjung Han Hye Sun Han Hyo Joo Han Hyori Han Nayeon Hurt Hwang Chansung Hwang Minhyun Im Yoona Jang Geun Suk Jang Wooyoung Jenny Jeon Boram Jia Jinyoung Joo Ji Hoon Jr Jung Ho Seok Jung Il Woo Jung Jinwoon Jung Min Joo Jung Yerin Jung Yong Hwa Juniel Kaeun Kang Hye Ri Kang Hyo Rya Kang Min Hyuk Kang Yo Ra Kang Young Hyun Khunpimook Bhuwakul Kim Bum Kim Dani Kim Hanny Kim Hanny/Choi Hanny Kim Ji Ah Kim Jong In Kim Jong Woon Kim Min Jung Kim Nam Gil Kim Nam Joon Kim Nana Kim Naya Kim Seok Jin Kim So Eun Kim Soo Hyun Kim Sookyu Kim Wonpil Kim Woo Bin Kim Yugyeom Kris Wu Krystal Jung Lee Areum Lee Donghae Lee Hae Na Lee Hyo Jin Lee Hyo Ra Lee Hyukjae Lee Jae In Lee Jang Woo Lee Ji Eun Lee Jong Suk Lee Junho Lee Keina Lee Keumjo Lee Min Ho Lee Qri Lee Seung Gi Lee Sungmin Lee Sunny Lee Yo Won Married-life MellyTaenggo MeloDrama Min Yoon Gi Mistery Myoui Mina Na Haeryung Nam Gyuri Nichkhun Horvejkul Noh Lee Young NU'EST OC Oh Ha Ni Oh Jong Hyuk Ok Taecyeon OneShoot Park Chan Yeol Park Hyomin Park Jae Hyung Park Ji Eun Park Jihyo Park Jimin Park Jiyeon Park Keyla Park Se-young Park Shin Hye Park Soyeon Park Sungjin Park Yeon Jung Rap Monster Risma Song Romance Romantic Roy Kim Ryewook Sandara Park Sandeul School-life SeoHyun Sequel Shannon William Song Minyoung Sowon SPEED Sung Hyun Jae Super Junior T-Ara The Ark Tiffany Hwang Tiramisuu Latté TOP Trilogi Twice TwoShoot U-Kiss Upi Hwang V Wonder Girls Yaoi Yesung Yoo Youngjae Yook Sung Jae Yoon Dowoon Yoon Eun Hye Young K Yuna Kim