Showing posts with label Kim Yugyeom. Show all posts

Waiting For You (Part 8) [End] - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 8) [End] - Upi Hwang [Chapter]










Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung, Kim Yugyeom (GOT7).

Cameo      : Jung JinWoon (2AM), Park Jiyeon (T-Ara).

Genre        : School-life.

Cover by    : Reniart

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 8

Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?






       ''Mina-ya.'' Jihyo memegang tangan Mina yang berada di atas meja. Mina tergelak karnanya. ''Kau tak apa?'' tanyanya. Mina mengangguk.
       ''Apa kau akan menerimanya, Mina-ya?'' tanya Minyoung ragu. Sebuah pertanyaan yang juga ingin diajukan oleh Jihyo.
        Mina menatap kedua sahabatnya itu bergantian. ''Aku......'' Mina menundukkan kepalanya, kembali mengaduk-aduk minumannya. ''Tidak tau!'' lanjutnya. Ya, dia memang tidak tau. Disaat perasaannya terhadap Sungmin yang muncul tiba-tiba ditambah surat itu, surat yang mengatakan Sungmin akan menunggunya. Dan sekarang pernyataan cinta Youngjae yang memintanya menjadi kekasihnya. Haruskah ia memilih Youngjae dan membiarkan Sungmin menunggu sia-sia?
       Mina langsung menggelengkan kepalanya kala ide terakhir itu muncul di kepalanya. Dalam hatinya ia ingin bersama Youngjae, tapi jauh di dalam hatinya ia juga ingin bersama Sungmin. Karna lelah memikirkan itu, tanpa ia kehendaki air matanya turun. Apalagi saat ia membayangkan Sungmin yang sedang tersenyum tulus padanya.
       Jihyo dan Minyoung yang melihat itu jadi khawatir. ''Mina-ya,'' gumam Jihyo. Mina menyeka air matanya sebelum bangkit dan pergi meninggalkan kantin. Hari ini ia tidak mau masuk kelas, ia ingin membolos. Dan akhirnya ia berjalan cepat meninggalkan Jihyo dan Minyoung, menuju ke tempat yang dulu membuatnya menjadi teman seorang Choi Sungmin.

       Mina kembali ke kamar asramanya ketika hari mulai gelap. Ia masuk ke kamarnya dan mendapati tatapan khawatir dari Jihyo dan Minyoung. Mina tersenyum untuk memberitahu mereka bahwa ia tak apa-apa, tapi sedetik kemudian Jihyo dan Minyoung sudah memeluknya erat.
      Mina yang mendapat pelukan hangat, mengangkat tangannya untuk mengelus punggung kedua sahabatnya itu. ''Gwaenchana, jangan khawatir,'' ucapnya menyakinkan. Jihyo dan Minyoung mengangguk sambil terus terisak.






*****+++*****





      Hari ini Mina berjalan seorang diri menuju ke kelasnya karna Jihyo sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan Minyoung, ia sedang pulang. Dan ketika ia sedang melewati koridor loker yang sepi, ia melihat seorang Youngjae sedang menatapnya sambil tersenyum.
      Mina terpaku di tempatnya berdiri, apalagi saat ia menyadari pria itu berjalan ke arahnya. Ingatannya tentang pernyataan cinta Youngjae dan pengakuan Sungmin kembali terbayang olehnya.
       Ia tau tujuan pria itu menghampirinya pasti meminta jawaban darinya. Fikiran Mina ingin sekali menjawab iya, tapi hatinya menolak, entah karna apa.
       Mina tetap terpaku bahkan saat Youngjae sudah berada tepat di depannya dan memegang pundaknya. Mina mendongak untuk melihat Youngjae yang lebih tinggi darinya. Ia melihat Youngjae masih dengan senyumannya.
        ''Mina-ya.'' Mendengar Youngjae memanggilnya selembut itu, membuat ia teringat akan Sungmin yang sedang memanggilnya. Pria itu selalu memanggilnya dengan suara lembut.
     Air mata menggenang di pelupuk mata Mina dan tanpa disadarinya, air mata itu jatuh ke salah satu pipinya.
      Youngjae menyadari itu, lalu ia langsung mengusap pelan air mata itu. Mina yang mendapat perlakuan seperti itu malah semakin mengeluarkan banyak air mata. Tangan pria itu terasa dingin di wajah Mina, tidak hangat seperti yang diharapkannya.
      Setelah cukup lama, akhirnya Mina dapat mengendalikan dirinya. Ia menjauhkan tangan Youngjae dari wajahnya. ''Mianhae oppa, tapi aku tidak bisa menerimamu!'' ucapnya kemudian.
       Youngjae, bukannya terkejut, ia malah tersenyum. ''Sudah kuduga, lagipula aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di hatiku, itu saja!'' ucapnya beralasan.
       ''Sekali lagi, mianhae oppa.'' Setelahnya ia pergi meninggalkan Youngjae yang masih menatap kepergiannya.






*****+++*****






        Mina terduduk sambil menatap danau yang tenang di hadapannya. ''Tempat ini sama sekali tidak berubah!'' gumamnya dengan buku-buku yang berada di samping tubuhnya.
        Mina mengenakan celana bahan abu-abu dengan kemeja putih lengan panjang. Rambutnya yang sebahu berwarna kecoklatan dibiarkannya tergerai. Dipadu dengan high heels berwarna putih. ''Padahal sudah delapan tahun berlalu sejak hari itu.''
        Mina menutup matanya, membiarkan angin menyapu lembut rambut dan wajahnya. ''Sungmin oppa, apa kabarmu? Apa kau menepati janjimu bahwa kau akan menungguku?'' gumamnya dengan mata yang masih terpejam. ''I miss you, oppa!'' lanjutnya.
         ''I miss you too,'' bisik seseorang tepat di telinga Mina. Mina yang masih memejamkan matanya hanya terkekeh.
        ''Kau menghayal lagi Mina-ya,'' ucapnya menyakinkan dirinya sendiri bahwa yang tadi ia dengar itu bukan suara Sungmin. Karna tidak mungkin Sungmin berada di sini, saat ia tak mendengar suara langkah kaki berjalan.
        ''Jadi itukah yang selama ini kau lakukan selama aku di Amerika?'' tanya suara itu lagi. Mina yang terkejut, menengok ke belakangnya. Dan tambah terkejut ketika ia melihat Sungmin yang berada di belakangnya.
        Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Sungmin yang melihat itu terkekeh, lalu ia mengacak-acak puncak kepala Mina. ''Yak.....''
        ''Apa kabar Mina-ya?'' potong Sungmin. Kemudian ia berjalan ke depan Mina dan berjongkok. Mina membulatkan matanya melihat itu.
       ''Aku......'' Mina tercekat, ia gugup ketika mata Sungmin menatapnya lembut. Rasanya ia ingin sekali berteriak agar pria itu tak menatapnya. ''Aku baik,'' lanjutnya sambil mengalihkan pandangannya. Ia mengipaskan tangannya ke wajahnya yang entah mengapa terasa panas.
      ''Hei, ada apa dengan wajahmu?'' tanya Sungmin dengan nada menggoda.
      ''Memangnya kenapa dengan wajahku?'' tanya balik Mina.
      ''Wajahmu memerah,'' jawab Sungmin santai.
      ''Tidak mungkin!'' Mina mengelak. ''Itu pasti hanya........,''
        Tapi ucapannya menguap ke udara ketika bibirnya menyatu dengan bibir Sungmin. Mina membulatkan matanya, namun ia tak berniat menghentikan Sungmin menciumnya. Apalagi kala ia merasakan kehangatan yang disalurkan dari bibir pria itu. Akhirnya iapun ikut memejamkan matanya seperti pria itu.
        Cukup lama, sebelum Sungmin menghentikan ciuman itu. Tidak ada kemarahan di dalam diri Mina karna ciuman tiba-tiba itu. Ia malah menatap polos diri Sungmin yang sedang tersenyum padanya.
        ''Saranghae!'' ucap Sungmin jujur.
       Mina yang mendengarnya langsung berkaca-kaca. Ia tak menyangka akan mendengar kata-kata itu dari mulut seorang Sungmin. ''Kenapa baru sekarang?''
       ''Itu karna aku baru berani mengatakannya. Dan aku sudah mempersiapkan diriku untuk ditolak olehmu.'' Sungmin mengelus lembut pipi Mina. Hangat, itulah yang ia rasakan.
         Mina langsung memeluk erat Sungmin. ''Bodoh, kau tau. Aku lelah menunggumu! Dan aku sempat berfikir, untuk ke depannya lebih baik aku menikah saja dengan pria lain. Dari pada pria yang kutunggu tak juga hadir!''
       Sungmin terkekeh dan balas memeluk Mina. ''Apa itu artinya kau mau menerimaku?'' tanya Sungmin memastikan. Mina mengangguk pasti. ''Baiklah, seperti kita sudah cukup umur untuk menyusul Eunjung noona dan Taecyeon hyung!''
       Mina langsung melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin lekat. ''Jadi kau sudah tau jika mereka sudah menikah?'' tanyanya tak percaya yang mendapat anggukan dari Sungmin.
       ''Kenapa terkejut seperti itu?'' tanya Sungmin santai. ''Aku bahkan tau ketika pria itu menyatakan perasaannya padamu lewat siaran radio!''
        Mina membulatkan matanya. ''Lalu kau juga tau, jika aku........'' Mina tak dapat melanjutkan perkataannya. Sungmin yang mengerti, mengangguk.
        ''Aku terkejut kenapa kau menolaknya. Bukankah dia pria yang kau tunggu selama ini? Tadinya aku fikir kau akan menerimanya.''
       Mina menggeleng. ''Aku juga bingung, kenapa aku bisa menolaknya dan malah memilih untuk menunggu pria menyebalkan sepertimu. Yang meninggalkanku dan menitipkan perasaanmu lewat sebuah surat jelek!'' gerutu Mina.
      Sungmin tertawa mendengar gerutuan Mina, dan tawanya semakin terdengar kala Mina cemberut.
       ''Kan sudah kubilang, sebenarnya aku juga tidak mau menulis surat! Tapi apalah daya, yang ada hanya selembar kertas lusuh dan amplop usang. Jadi aku hanya tinggal mengambil pulpenku dan menuliskan kata-kata di sana!'' jelas Sungmin.
       Mina tersenyum, sangat manis. Senyuman yang sangat dirindukan Sungmin selama delapan tahun ini. Sungmin kemudian berdiri dan memeluk Mina sehingga Mina dengan pas berada di dalam dada bidangnya. Wangi maskulin langsung meresap ke hidung Mina. Sangat nyaman sampai ia tidak mau melepaskan pelukan itu. ''Tapi aku senang kau masih menungguku,'' bisiknya.
       Mina mengangguk. ''Terima kasih juga sudah mau menunggu!'' balas Mina.

       ''Kau pakai sampo apa?'' tanya Sungmin memecah keheningan yang sempat terjadi diantara mereka.
       ''Kenapa?''
       ''Aku menyukainya. Seperti aku menyukai tubuhmu!'' ucap Sungmin dengan nada menggoda.
        Mina yang mendengarnya langsung mendorong tubuh Sungmin agar menjauh. ''Yak, dasar yadong!'' bentak Mina. Wajahnya sudah memerah karna ucapan Sungmin.
       Sungmin terkejut, lalu ia terkekeh. ''Aku hanya bercanda, Mina-ya,'' ucapnya bersungguh-sungguh. Mina menatap ke mata Sungmin mencari kebenaran di dalam sana. Mina tak menemukan kebohongan.
       Hingga akhirnya ia hanya bisa menunduk. Sungmin yang melihat itu, mengangkat dagu Mina agar bisa menatapnya. Lalu ia menampilkan sebuah senyuman. ''Saranghae,'' ucapnya lagi. Kemudian dengan lembut ia menuntun wajah Mina mendekat, untuk menyatukan bibir mereka kembali.
        ''Gomaweo,'' ucap Mina disela-sela ciuman mereka. Sungmin tak menghiraukan, ia malah terus melumat bibir Mina yang semanis cherry.






*****+ The End +*****




24 Juli 2016

Waiting For You (Part 4) - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 4) - Upi Hwang [Chapter]






Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung, Kim Yugyeom (GOT7).

Cameo      : Jung JinWoon (2AM), Park Jiyeon (T-Ara).

Genre        : School-life.

Cover by    : Reniart

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 4

Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?







      Orang itu menatap datar Mina. Sedangkan Mina, ia menatap orang itu masih dengan keterkejutannya. Orang itu melepaskan pegangannya, lalu ia memandang kearah lain.
      ''Khamsamnida Su......,'' Mina tercekat ketika ingin mengatakan nama sang penolong. ''Sungmin-ssi,'' ucapnya pelan.
      Sungmin menatap Mina.''Lain kali hati-hati! Perhatikan sekitarmu!'' ucapnya sambil berlalu meninggalkan Mina yang masih berdiam diri.
      Mina memandang punggung yang sudah mulai menjauh itu. ''Sungmin-ssi, mianhae atas kata-kataku waktu itu!'' teriak Mina. Sungmin berhenti dan menengok ke belakang, ke arah Mina. Bertepatan dengan itu, Mina sudah berbalik, dan berjalan pergi dengan arah yang pertama kali ia datang. Sungmin tersenyum tipis melihat Mina yang sedang berlari-lari kecil.
      ''Unik!'' gumamnya.







*****+++*****








        Sungmin baru saja dari ruang kepala sekolah. Ia habis melapor jika ia sudah selesai dengan izin liburnya beberapa hari lalu. Sekarang keadaan ayahnya sudah membaik, jadi ia bisa kembali lagi ke Seoul.
      Saat ia akan menuju ke asrama, ia tak sengaja berpapasan dengan Jinwoon sonsaengnim yang sedang merangkul pinggang Jiyeon sonsaengnim di koridor kelas.
      ''Cih,'' desisnya. ''Apa mereka selalu begitu?'' gumamnya bertanya sebelum akhirnya ia memutar arah untuk kembali ke asramanya.

      Sungmin yang sedang berjalan seorang diri tanpa sengaja bertemu Minyoung di aula asrama. ''Ouh Sungmin-ssi?'' tanyanya mencoba mengingat nama Sungmin.
      ''Ne?''
      ''Song Minyoung imnida,'' ucapnya sambil mengulurkan tangannya. ''Kita bertemu seminggu yang lalu, saat kau marah pada Mina-ya,'' lanjutnya.
       ''Apa maksudmu? Siapa yang marah dengan siapa?'' tanya Sungmin tak percaya.
       Minyoung mengerutkan keningnya. ''Jadi kau tak marah pada Mina-ya, ku kira kau marah padanya. Karna kau tersinggung dengan kata-katanya.''
      Sungmin terkekeh, ia menggeleng. ''Aku mungkin kesal dengan kata-katanya. Tapi untuk marah karna hal seperti itu? Heoh konyol!'' ucapnya.
       ''Ini kabar bagus untuk Mina-ya, dia sangat sedih sejak hari itu. Kalau begitu, aku permisi. Maaf sudah mengganggumu!'' ucap Minyoung senang sambil berlalu meninggalkan Sungmin yang masih terpaku.
      ''Gadis itu sama saja dengannya! Dasar aneh!'' gumamnya sambil menggelengkan kepala.

.
.
.
.
.

       Di kamar Mina dan Jihyo sedang bersenda gurau. Lalu mereka menghentikan kegiatannya ketika pintu terbuka. Mereka menatap lekat Minyoung yang sedang tergesa-gesa. ''Waeyo?'' tanya Jihyo.
      ''Ne, ada apa Minyoung-ah?'' tanya Mina khawatir. Minyoung menggeleng.
      ''Dia tidak marah padamu, Mina-ya!'' ucap Minyoung memekik. Jihyo dan Mina mengerutkan kening mereka.
      ''Nuguya?'' tanya Jihyo mendahului Mina. Mina mengangguk menimpali pertanyaan Jihyo.
       ''Sungmin-ssi! Pria blonde itu, ia tidak marah denganmu!'' jawabnya setengah memekik.
        Jihyo menatap malas Minyoung, sedangkan Mina menatap Minyoung penuh keingin-tahuan. ''Jangan bilang kau masih memikirkannya, Mina-ya?''
      ''Benarkah dia tidak marah padaku?'' gumam Mina tanpa menjawab pertanyaan Jihyo. Minyoung mengangguk. ''Dari mana kau tau, Minyoung-ah?''
       ''Aku bertanya padanya saat tadi kami berpapasan di koridor asrama,'' ucap Minyoung. Mina mengangguk.
       ''Tunggu dulu, pria blonde?'' tanya Jihyo. Minyoung mengangguk. ''Sejak kapan pria itu blonde? Bukan kah setau ku warna rambutnya merah?'' tanyanya kemudian, bingung.
       ''Ne aku baru sadar, ternyata sekarang rambutnya blonde ne......'' gumam Mina.







 *****+++*****







        Mina dan Jihyo berpisah dengan Minyoung di koridor kelas. Karna memang kelas mereka berbeda. Sudah tiga hari berlalu semenjak hari di mana Mina melihat Youngjae di depan toko buku. Mina terus memikirkan pria itu, meski ada kemungkinan dia salah. Tapi kemungkinan besar itu dia! Ya, pria yang ia lihat itu Youngjae, pria yang sudah mengisi seluruh hatinya.

      Keramaian kelas terhenti saat ada seorang guru masuk bersama dengan seorang siswa. Mina membulatkan matanya ketika melihat siswa itu. Dan ia juga tak menyadari bahwa Sungmin baru saja duduk di bangku belakangnya.
      Sungmin memperhatikan raut terkejut di wajah Mina. Dan melihat ke depan kelas, mencari tau apa yang menyebabkan gadis di depannya ini terkejut hingga membulatkan matanya. ''Seorang pria, eh?'' gumamnya.
       ''Ternyata itu benar kau, Youngjae oppa.'' Sungmin membelalakkan matanya kala mendengar Mina memanggil pria itu dengan sebutan oppa. Padahal suara Mina cukup pelan untuk didengar oleh siapapun, tapi tidak dengan Sungmin, ia berhasil mendengar gumaman gadis itu.
       ''Dia adalah teman baru kita,'' ucap Jinwoon sonsaengnim. ''Youngjae-ssi, perkenalkan dirimu!'' Pria yang bernama Youngjae itu mengangguk.
      ''Annyeong, Yoo Youngjae imnida. Aku baru pindah dari Inggris, jadi mohon bantuannya,'' ucap Youngjae dengan bahasa korea yang lancar.
      ''Baiklah, kau boleh duduk!'' ucap Jinwoon sonsaengnim. Youngjae mengangguk sebelum berjalan menuju bangku kosong yang ada di ruang kelas itu.
      Pandangan Mina tak pernah teralihkan dari Youngjae. Begitu juga Sungmin yang masih memperhatikan gelagat Mina.
     Mina terlihat tersenyum kala Youngjae melihat ke arahnya. Tapi tatapan Youngjae hanya tatapan datar, seperti orang yang baru pertama kali kenal.


.
.
.


       ''Youngjae oppa,'' panggil Mina saat ia sedang berada di koridor yang sepi dan tak sengaja melihat Youngjae berjalan kearahnya.
       Youngjae berhenti dan menatap Mina lekat, ''siapa kau?'' tanyanya datar. Mina terpaku mendengar pertanyaan itu. *Lupakah dia padaku?* batinnya.
        ''Oppa......,''
        ''Ah apa kau salah satu penggemarku?'' potong Youngjae menerka. Mina tak percaya akan kata-kata Youngjae. *Apakah dia benar-benar lupa padaku? Pada janji dia sendiri yang pernah ia ucapkan padaku* batin Mina menjerit.
      Setelah cukup lama, Mina memberanikan diri menatap Youngjae, dan tersenyum pada pria itu. Lalu ia menggeleng. ''Ani, aku salah orang!'' ucapnya tenang, sangat tenang. Padahal matanya sudah memerah karna menahan tangis.
      Kemudian ia berbalik dan meninggalkan Youngjae yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Sebelum ada yang menepuk pundaknya.
      Youngjae menengok, ''Ouh Minyoung-ah,'' ucapnya. Minyoung tersenyum, ia melihat Mina yang baru saja pergi.
      ''Kalian sudah bicara?'' Youngjae mengangguk. Ia mengerti siapa yang sedang mereka bicarakan. ''Ah senang sekali. Oppa, kurasa gadis itu sudah lama menunggu kedatanganmu kembali!''
       Youngjae menatap lekat Minyoung. ''Apa maksudmu? Ah jadi benar dia itu fans -ku?'' terka Youngjae. Minyoung mengerutkan keningnya.
       ''Yak bukan hubungan fans dengan idolanya oppa! Yang kumaksud, seperti kalian itu adalah teman lama atau mungkin lebih. Seperti itu!'' ucap Minyoung sedikit kesal.
       ''Benarkah?'' Minyoung mengangguk. ''Tapi aku tak mengenalnya, sungguh!'' lanjut Youngjae. Minyoung membulatkan matanya.
        ''Kau bohongkan oppa?''
        ''Sungguh aku tak mengenalnya!''
        ''Tidak mungkin, tapi Mina.....'' Minyoung tak melanjutkan kata-katanya, ia malah berlari meninggalkan Youngjae seorang diri. Ia berlari mengejar Mina yang sudah menghilang di koridor.





*****+++*****





       Mina terus berjalan menjauh dari koridor. Bahkan ia tak peduli bahwa bel masuk akan segera berbunyi. Hari ini ia ingin membolos, itulah yang sudah dibulatkan oleh tekadnya.
      Ia berjalan ke hutan yang ada jauh di balik taman belakang sekolah. Ia terus masuk, tanpa ada rasa takut, padahal ini pertama kalinya ia ke sini. Karna sekarang yang ada di fikirannya adalah menjauh dan tenang. Hingga ia berhenti di sebuah danau kecil yang ada di dalam hutan. Matanya terpaku melihat keindahan danau yang tenang itu. Tanpa menyadari bahwa sudah ada orang lain yang berada di sana.
      Hingga orang itu menengok. ''Kau....'' ucap mereka berbarengan. Mina menghela nafas sebelum berjalan dan duduk di samping pria itu di bangku panjang yang entah mengapa ada di sana.
       Mina menatap danau di depannya, diam membisu. Orang itu memperhatikan Mina yang diam. ''Sejak kapan kau di sini, Sungmin-ssi?'' tanya Mina.
      Sungmin, ia melihat pemandangan yang sedang dipandang oleh Mina. ''Sejak pelajaran Jinwoon sonsaengnim berakhir.'' Mina membulatkan matanya, lalu menatap Sungmin. Bertepatan dengan itu, Sungmin menyodorkan sekaleng minuman dingin. Mina dengan ragu mengambilnya. ''Ini memang tempat favorit ku, aku selalu kemari saat aku tak mau mengikuti pelajaran. Dan aku heran kenapa kau bisa menemukan tempat persembunyianku!'' lanjutnya.
        ''Aku hanya berjalan! Dan aku berhenti saat melihat danau itu,'' ucap Mina sambil menunjuk danau yang airnya sangat jernih.
       ''Kenapa kau ke sini? Bukankah pelajaran Jiyeon sonsaengnim akan segera dimulai?'' tanya Sungmin saat tadi sempat terjadi keheningan diantara mereka.
       ''Aku membolos. Aku ingin ketenangan!'' jawab Mina tanpa menengok kearah Sungmin. Lalu ia meminum minuman yang tadi diberikan oleh Sungmin.
      Sungmin memperhatikan hal itu. ''Apa kau ditolak oleh anak baru itu?'' tanya Sungmin langsung. Mina terkejut mendengarnya, ia pun menengok. Dan disaat itu ia melihat Sungmin yang sedang menyengir ke arahnya. ''Aku hanya bercanda!'' ucapnya sambil tersenyum.
      Mina terpaku melihat cengiran dan senyuman Sungmin yang entah mengapa terlihat sangat indah oleh mata Mina. Mina menggeleng-gelengkan kepalanya saat pikiran itu hinggap di kepalanya.
       Sungmin mengerutkan keningnya. ''Wae Mina-ssi?'' tanyanya khawatir sambil mengguncangkan kedua bahu Mina.
       Mina tersadar, lalu dengan gugup ia menjawab. ''Ani, ani......''
      Sungmin menjauhkan tangannya dari bahu Mina, tapi masih menatap Mina. ''Kau tau Mina-ssi.'' Mina menggeleng. Sungmin menghentikan perkataannya cukup lama hingga membuat Mina penasaran dengan kelanjutan kalimat Sungmin. ''Kau itu aneh!''
      Mina mengerutkan keningnya. ''Aneh? Aneh bagaimana maksudmu?''
      Sungmin kembali menatap Mina sebelum ia menjawab. ''Kau itu terlalu banyak berfikir!'' Mina akan memotong perkataan Sungmin, tapi pria itu sudah terlanjur melanjutkan perkataannya. ''Jika kau salah ya minta maaf lah, jangan berfikir orang itu akan memaafkanmu atau tidak! Karna jika kau memikirkannya sampai akhir pun kau tidak akan pernah meminta maaf.'' Mina tercengang mendengarnya, benarkah ia terlalu banyak berfikir walau hanya untuk meminta maaf? Mina menundukkan kepalanya sebelum kembali menatap Sungmin. Disaat itu ia melihat Sungmin yang sedang tersenyum lembut padanya.
       Melihat senyuman Sungmin yang sangat tulus membuat Mina merasakan ketenangan yang luar biasa. Dengan hanya melihat senyuman itu bisa membuatnya melupakan alasan mengapa ia bisa berada di sini. Cukup lama ia melihat senyuman itu, sebelum akhirnya bibirnya ikut tersenyum.
       ''Sungmin-ssi.'' Sungmin melihat Mina dengan tampang yang polos saat gadis itu memanggilnya. ''Maukah kau menjadi temanku?'' Sebuah pertanyaan yang membuat Sungmin membulatkan matanya. Ia juga melihat Mina yang mengulurkan tangannya.
       Sungmin memperhatikan uluran tangan itu cukup lama. Ia menatap kembali Mina, setelahnya ia menjabat uluran tangan itu. Sambil tersenyum ia berkata, ''tentu saja! Teman!''





 *****+ TBC +*****





16 Juli 2016

Waiting For You (Part 3) - Upi Hwang [Chapter]

Waiting For You (Part 3) - Upi Hwang [Chapter]







Cast           : Choi Sungmin (SPEED), Myoui Mina (Twice).

Other Cast : Yoo Youngjae (B.A.P), Park Jihyo (Twice), Hwang Minhyun (NU'EST), Song Minyoung, Kim Yugyeom (GOT7),Lee Areum.

Cameo      : Jung JinWoon (2AM), Park Jiyeon (T-Ara).

Genre        : School-life.

Cover by    : Valeida Kim's Art

Author       : Upi Hwang.

Lenght       : Chapter.









Warning!


        Yeay fanfic pertama lagi dengan cast yang baru :). Entah kenapa bisa mikir mau masangin mereka. Mina X Sungmin.
        Seperti biasa typo bersebaran, gaje, abal-abal, alur kecepetan, OOC. Dan jika ada kesamaan alur, itu murni ketidaksengajaan.
Dislaimer : Para tokoh bukan milik author, melainkan milik agensi masing-masing dan keluarga, author menggunakan mereka hanya untuk kepentingan cerita.









Part 3

Happy Reading!
(Don't Like, don't read!)






Not only you, but I'm also. Can't you stare at me?








       Keheningan terjadi setelahnya, sampai mereka tiba di kedai kopi. Sungmin membuka pintunya, ia akan masuk namun bersamaan dengan itu, ia bertatapan langsung dengan seorang gadis yang tadi menjadi bahan obrolan mereka, sedang berjalan keluar.
       ''Neo......'' ucap mereka, Sungmin dan gadis itu bersamaan. Gadis itu menatap Sungmin tak percaya, begitu juga Sungmin. Sedangkan yang lainnya hanya terbengong.
        ''Apa kau menguntitku, Sungmin-ssi?'' tanya gadis itu, gadis yang tidak lain adalah Mina. Ya, mereka berpapasan saat Mina akan keluar dan Sungmin akan masuk. ''Aku tak per......''
         ''Dengar Mina-ssi, aku hanya ikut teman-temanku ke tempat ini!'' potong Sungmin sengit. ''Lagipula, apa kau itu seorang artis hingga aku harus mengikutimu kemanapun?'' tanya Sungmin dengan nada dinginnya.
           ''Kau.''
           ''Ah sudah ne, Sungmin-ah,'' ucap Minhyun yang sudah tersadar. Ia  maju dan memegang pundak Sungmin, lalu menariknya untuk masuk ke kedai, diikuti oleh Yugyeom. ''Mina-ssi, kau jangan salah paham ne,'' ucap Minhyun saat ia sudah berada di hadapan sang gadis. ''Aku yang mengajak mereka.'' Menunjuk Sungmin dan Yugyeom bergantian. ''Kesini. Jadi uri Sungmin tidak ada niat menguntitmu. Percayalah dia ini adalah orang yang paling malas dengan hal seperti itu!'' jelasnya kemudian sambil menunjuk diri Sungmin.
        Setelah mengatakan hal itu, ia, Sungmin dan Yugyeom berlalu dari hadapan Mina dan Minyoung yang masih terdiam bingung. Mina menarik nafas sebelum akhirnya ia melangkah keluar dari kedai itu.

.
.
.
.
.

        ''Hei sudahlah tak usah cemberut seperti itu!'' ucap Minhyun yang bosan melihat sahabat terbaiknya itu hanya diam sambil menggerutu tidak jelas.
       ''Ne hyung. Mungkin tadi dia tidak bermaksud bicara seperti itu. Mina-ssi, dia orang yang baik sebenarnya!'' ucap Yugyeom membela. Yang langsung mendapatkan tatapan lekat dari Sungmin dan Minhyun.
       ''Darimana kau tau dia orang yang baik?'' tanya Sungmin yang mendapat anggukan dari Minhyun.
        ''Kami satu ekstrakulikuler hyung. Dia bahkan mengajari hobae-hobae dengan sangat baik dan sabar, bahkan hobae yang tidak bisa menari sekalipun. Ia tak pernah marah dan mengeluh. Dia selalu tersenyum, walaupun ia terlihat lelah,'' jelas Yugyeom.
        ''Berarti kau selalu memperhatikannya?'' tanya Sungmin masih tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Yugyeom menggeleng cepat.
        ''Bukan seperti itu juga hyung, banyak temanku yang mengatakan hal itu!'' Sungmin dan Minhyun mengangguk mendengar alasan Yugyeom yang cukup masuk akal menurut mereka.
         ''Araseo,'' ucap Sungmin setelahnya ia meminum kopinya yang telah dingin.







 *****+++*****






       Minyoung terus mengekor Mina yang sedari keluar kedai diam tak bicara. Sebenarnya ia tak nyaman dengan suasana seperti ini, tapi ia juga tak punya cukup keberanian untuk berbicara lebih dulu. Hingga tanpa ia kehendaki, kakinya terkilir saat high heels yang ia pakai menyangkut di lubang selokan. ''Aww,'' jeritnya.
        Mina yang mendengar jeritan itu langsung menengok. Dan saat itu ia melihat seorang Minyoung yang sedang terduduk sambil memegangi pergelangan kakinya yang terkilir. Mina berjongkok untuk membantu Minyoung berdiri. ''Mianhae, apa kau bisa berjalan?'' tanya Mina khawatir.
        ''I don't know, tapi akan kuusahakan,'' ucap Minyoung terdengar tulus. Mina mengangguk, lalu ia memapah Minyoung.
        Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil berwarna merah cerah berhenti di dekat mereka. Mina dan Minyoung menatap lekat mobil itu, hingga kaca mobil terbuka dan terlihatlah pemilik mobil.
       Seorang wanita cantik dengan rambut pirang pendek sebahu, memakai kacamata hitam besar dengan permen karet di mulutnya. Mina mengerutkan keningnya.
       ''Ada apa? Kenapa dengan kakimu?'' tanya gadis itu. Mina yang mendengarnya langsung membungkukkan badan dan meminta maaf.
       ''Jiyeon sonsaengnim.''
       Gadis yang dipanggil Jiyeon itu menengok kearah Mina, lalu ia membuka kacamatanya dan tersenyum menatap Mina. ''Ne, Mina-ssi. Ada apa dengan kaki temanmu itu?'' tanya Jiyeon lagi.
        ''Ah ini, kakinya terkilir saat high heels -nya menginjak lubang,'' jelas Mina.
        ''Araseo, kajja naiklah! Aku akan mengantar kalian. Kebetulan aku akan ke sekolah hari ini. Mina mengangguk lalu ia menuntun Minyoung memasuki mobil gurunya itu. ''Kau itu, jika tidak bisa memakai high heels, tak usah memakainya,'' saran Jiyeon yang mulutnya masih lengkap mengunyah permen karet. ''Kau murid baru?''
        ''Ne, Song Minyoung imnida, pindahan dari UK,'' jawab Minyoung lengkap dengan senyumannya.
        Jiyeon mengangguk sambil masih tetap fokus menyetir. ''Pantas aku tak pernah melihatmu!''
       Setelah mengatakan hal itu tak ada lagi pembicaraan. Baik Jiyeon, Mina maupun Minyoung, tak ada satupun dari mereka yang membuka mulut. Sampai mobil itu berhenti di pinggir jalan. Jiyeon nampak berbinar. Ia membuka jendela mobilnya kemudian melongokkan wajahnya. Jiyeon nampak mengobrol dengan orang yang menghampirinya.
       ''Ouh, bukankah itu Jinwoon sonsaengnim?'' gumam Mina.
       ''Siapa?'' tanya Minyoung.
       ''Hush,'' ucap Mina sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya agar Minyoung tidak berisik. Minyoung mengangguk.
       Dan tanpa mereka duga, ternyata dua insan itu saling berciuman tepat di hadapan Mina dan Minyoung. Mereka berduapun mengalihkan pandangannya kearah lain.
       ''Ne, aku tunggu kau!'' ucap Jiyeon. Setelahnya ia melanjutkan kembali perjalanannya. Saat ia melihat ke spion belakang, dia sedikit membulatkan matanya menyadari bahwa ia lupa. ''Maafkan aku,'' ucapnya sambil tersenyum.
        Mina dan Minyoung hanya mengangguk kaku. ''Ehmm ano Jiyeon sonsaengnim.''
       ''Ne Mina-ya, waeyo?'' tanya Jiyeon santai.
        ''Bukankah tadi Jinwoon sonsaengnim?'' tanyanya hati-hati. Jiyeon mengangguk. ''Ah jadi benar kalian.......''
        ''Jangan beritahu siapa-siapa ne?'' potong Jiyeon. Mina dan Minyoung mengangguk lagi.

.
.
.
.

        Mereka sampai di asrama. ''Khamsamnida Jiyeon sonsaengnim,'' ucap Mina sambil membungkukkan badan. Jiyeon mengangguk.
        ''Ne, ne. Segeralah obati kakimu,'' ucapnya sebelum meninggalkan Mina dan Minyoung.
       Minapun memapah Minyoung yang kakinya masih terkilir untuk masuk. Dan ia mengalami kesulitan saat mau membuka pintu masuk, kebetulan saat itu Sungmin juga baru akan masuk. Alhasil Mina dan Minyoung masuk terlebih dahulu dengan pintu yang masih ditahan oleh Sungmin.
       ''Khamsamnida,'' ucap Mina, walau bagaimanapun kali ini ia merasa terbantu. Mereka akan meninggalkan Sungmin, tapi Sungmin mencegahnya. ''Ada apa lagi?''
        ''Apa kakinya terkilir?'' tanya Sungmin cuek. Mina dan Minyoung mengangguk. ''Dudukkan!''
         ''Mwo?'' Sungmin menatap lekat Mina sebelum akhirnya ia mendudukkan Minyoung. Sungmin berjongkok, lalu ia mulai memijit kaki Minyoung terlihat sedikit kasar.
        Mina memperhatikannya, ia sedikit khawatir, apalagi Minyoung yang terus menahan sakit. Hingga, '''Arrrrrgh,''
        ''Yak apa yang kau lakukan!'' pekik Mina. Ia khawatir dengan teriakan Minyoung. Karna sebelumnya terdengar suara seperti tulang yang patah.
        Sungmin menatap Minyoung. ''Bagaimana, apa sudah tidak sakit?'' tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Mina. Minyoung mencoba menggerakkannya dan benar, sudah tidak sakit sekarang.
        Minyoung mengangguk cepat dan tersenyum, ''thanks.'' Sungmin hanya mengangguk sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.
        Mina menatap kepergiannya. *Apa dia marah padaku?* batinnya karna sikapnya sekarang berbeda dari beberapa hari pertama mereka kenal. Kemudian Mina menatap Minyoung masih khawatir. ''Kau sudah tidak apa-apa?''
         Minyoung mengangguk. ''Ne, ini sudah kembali seperti semula!'' ucapnya. Mina mengangguk.
       ''Ya sudah, lebih baik kita istirahat saja!'' ajak Mina sambil membantu Minyoung berdiri. Minyoung berdiri, lalu mereka pergi ke kamar mereka.








 *****+++*****








         Hari ini sudah dua jam pelajaran kosong. Mina menengok ke belakangnya, tidak ada Sungmin disana, sejak jam pertama. Ia merasa bersalah karna ucapannya beberapa hari lalu pada pria itu, apalagi setelah ia menolong Minyoung.
         ''Ada apa?'' tanya Jihyo khawatir saat teman sekamarnya itu terlihat sedih. Mina mengangkat wajahnya dan menatap Jihyo. ''Apa ada yang mengganggu pikiranmu?'' tanyanya lagi. Ya, dia tidak tau masalah apa yang sedang terjadi, karna dua hari ini ia pulang ke rumah, bahkan baju yang kemarin ia bawa ke rumah juga ia bawa ke sekolah dan ia taruh di loker, karna dia belum sempat pulang ke asrama.
        ''Sepertinya perkataanku sudah menyakiti perasaan seseorang, Jihyo-ya,'' ucap Mina lemah. Jihyo mengerutkan keningnya.
        ''Apa kau menolak orang itu?''
        ''Yak bukan seperti itu maksudku!''
        ''Lalu?''
        ''Yah sepertinya Sungmin-ssi marah karna perkataanku yang menghinanya,'' jawab Mina. Jihyo mengangguk mengerti. Karna Mina kemarin sempat bercerita padanya.
       ''Sudahlah, jangan difikirkan! Dia tidak mungkin marah, percayalah.'' Jihyo tersenyum ketika mengatakannya. Mina mengangguk.

.
.
.
.

       Bahkan setelah jam pelajaran hari itu selesaipun Sungmin tidak masuk kelas. Itu berarti sudah dua hari ini Mina tidak melihat Sungmin. Dan saat ia sedang menuju ke asrama ia berpapasan dengan Minhyun dan Yugyeom yang sedang bercanda ria.
       ''Hemmm, Minhyun-ssi,'' ucap Mina yang mengakibatkan Minhyun dan Yugyeom menghentikan jalan mereka. Mereka menatap Mina penuh tanya. ''Aku tidak melihat Sungmin-ssi, apa terjadi sesuatu padanya?''
        ''Memangnya kenapa? Apa kau mau menghinanya lagi, seperti dua hari yang lalu?'' tanya Yugyeom dingin. Walau bagaimanapun ia juga masih kesal terhadap gadis di hadapannya saat ini. Ia saja tak berani pada Sungmin, sedangkan dia dengan entengnya menghina Sungmin.
        ''Aku,......''
        ''Dia pulang ke Busan. Ayahnya sedang sakit, jadi dia membantu ibunya mengurus rumah makan mereka untuk sementara waktu sampai ayahnya membaik!'' jelas Minhyun. Mina mengangguk.
        ''Araseo, terima kasih Minhyun-ssi,'' ucapnya sebelum meninggalkan Minhyun dan Yugyeom.
        Minhyun dan Yugyeom menatap aneh gadis yang baru saja bicara pada mereka. ''Bukankah kau mengatakan dia sangat baik?'' Yugyeom mengangguk. ''Tapi tadi kenapa nada bicaramu seperti itu?''
       ''Ah itu karna.......'' Yugyeom menggantungkan perkataannya karna ia tidak tau harus menjawab apa. Minhyun hanya menggeleng melihat Yugyeom yang kebingungan. Dalam hati ia tertawa karna sebenarnya ia tau apa alasan Yugyeom bicara sedingin itu pada Mina, itu semua karna Sungmin. Ia juga sedikit kesal dengan Mina tapi ia tidak terlalu terganggu. Toh Sungminnya saja cuek.
         Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda karna seorang Myoui Mina.








 *****+++*****









       Sudah satu minggu berlalu, sudah selama itu pula hati Mina tak tenang karna masih memikirkan perkataannya yang terlalu menyakitkan seorang Sungmin, itulah yang selalu ia fikirkan selama satu minggu terakhir ini.
        Hari ini ia baru saja melangkah keluar dari toko buku. Ia habis membeli beberapa buku termasuk buku fiksi di dalamnya. Ia memeriksa bukunya kembali, takut-takut ada yang tertinggal atau kurang. Dan saat ia mengangkat wajahnya, seorang pria tinggi dengan topi hitam menutupi wajahnya, dan sweater coklat berkerah panjang hingga menutupi mulutnya itu melewati Mina. Mina terpaku melihat sosok itu, ia mengenal sosok yang baru saja melewatinya. Ya dia mengenal pria itu, dialah pria yang mengajarkannya bahasa korea sewaktu di jepang dulu. Tetangganya, teman kecilnya, seseorang yang selalu ditunggunya. Seseorang yang sudah berhasil mengisi hatinya selama bertahun-tahun.
       Tanpa menunggu lama, ia langsung mengejar orang itu. Dan ternyata bukan hanya dia yang mengejarnya, karna di belakangnya sudah banyak gadis-gadis yang berlarian kearah pria itu.
       ''Young.....'' ucapnya tertahan.
       ''Youngjae oppa,'' teriak gadis-gadis yang mengejar itu. Salah satu dari gerombolannya tanpa menyadari telah mendorong tubuh Mina. Mina hampir saja jatuh ke belakang, terbentur tiang listrik yang ada di jalan itu jika saja tak ada orang yang menarik tangannya. Sehingga Mina masih kokoh berdiri dengan tangannya yang masih di pegang oleh orang itu.
       Orang itu menatap datar Mina. Sedangkan Mina, ia menatap orang itu masih dengan keterkejutannya. Orang itu melepaskan pegangannya, lalu ia memandang kearah lain.
         ''Khamsamnida Su......,'' Mina tercekat ketika ingin mengatakan nama sang penolong.








 *****+ TBC +*****








 04 Juli 2016
Powered by Blogger.

Translate

Labels

15& 2AM 2NE1 2PM 5Dolls 9Muses After School Ahn Eunjin Ahn Seo Hyun Ahn Sohee auliasyalwa B.A.P B1A4 Bae Sun Mi Bae Suzy Baek A Yeon Baek Azizah Baek Yebin Baek Yerin Bambam Baro Bestie Big Bang Boyfriend Brothership BTOB BTS Byun Baekhyun Cha Hyun Rin Chapter Cho Kyuhyun Choi Hanny Choi Seung Hyun Choi Seungri Choi Siwon Choi Sungmin Choi Youngjae Cholict Click-B CNBLUE Comedy D.O Davichi DAY6 DIA Do Kyung Soo Donghyun Drama Eunhyuk EXO EXO-K EXO-M F.T. Island Fafiter Challenge Family FANFICTION Fantasy Friendship GFriend Girls' Generation Go Ahra GOT7 Ham Eunjung Han Hye Sun Han Hyo Joo Han Hyori Han Nayeon Hurt Hwang Chansung Hwang Minhyun Im Yoona Jang Geun Suk Jang Wooyoung Jenny Jeon Boram Jia Jinyoung Joo Ji Hoon Jr Jung Ho Seok Jung Il Woo Jung Jinwoon Jung Min Joo Jung Yerin Jung Yong Hwa Juniel Kaeun Kang Hye Ri Kang Hyo Rya Kang Min Hyuk Kang Yo Ra Kang Young Hyun Khunpimook Bhuwakul Kim Bum Kim Dani Kim Hanny Kim Hanny/Choi Hanny Kim Ji Ah Kim Jong In Kim Jong Woon Kim Min Jung Kim Nam Gil Kim Nam Joon Kim Nana Kim Naya Kim Seok Jin Kim So Eun Kim Soo Hyun Kim Sookyu Kim Wonpil Kim Woo Bin Kim Yugyeom Kris Wu Krystal Jung Lee Areum Lee Donghae Lee Hae Na Lee Hyo Jin Lee Hyo Ra Lee Hyukjae Lee Jae In Lee Jang Woo Lee Ji Eun Lee Jong Suk Lee Junho Lee Keina Lee Keumjo Lee Min Ho Lee Qri Lee Seung Gi Lee Sungmin Lee Sunny Lee Yo Won Married-life MellyTaenggo MeloDrama Min Yoon Gi Mistery Myoui Mina Na Haeryung Nam Gyuri Nichkhun Horvejkul Noh Lee Young NU'EST OC Oh Ha Ni Oh Jong Hyuk Ok Taecyeon OneShoot Park Chan Yeol Park Hyomin Park Jae Hyung Park Ji Eun Park Jihyo Park Jimin Park Jiyeon Park Keyla Park Se-young Park Shin Hye Park Soyeon Park Sungjin Park Yeon Jung Rap Monster Risma Song Romance Romantic Roy Kim Ryewook Sandara Park Sandeul School-life SeoHyun Sequel Shannon William Song Minyoung Sowon SPEED Sung Hyun Jae Super Junior T-Ara The Ark Tiffany Hwang Tiramisuu Latté TOP Trilogi Twice TwoShoot U-Kiss Upi Hwang V Wonder Girls Yaoi Yesung Yoo Youngjae Yook Sung Jae Yoon Dowoon Yoon Eun Hye Young K Yuna Kim